Senin, 28 Oktober 2013

Pendidik Maju Pendidikan Maju


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
                                   
Oleh: Dr. Ir. H. Mulyadi, WR, MMT (Bupati Trenggalek)


Dalam buku Guns, Germs & Steel (Bedil, Kuman dan Baja), Prof. Jared Diamond  menulis tentang rangkuman riwayat umat manusia selama 13.000 tahun terakhir untuk menjawab pertanyaan Yali, warga Papua Nugini. Kepada guru besar geografi di University of California yang waktu itu melakukan penelitian evolusi burung di pantai Papua Nugini, Yali bertanya, “Kenapa kalian orang kulit putih membuat begitu banyak barang berharga dan membawanya ke Papua, tapi kami orang kulit hitam memiliki begitu sedikit barang berharga sendiri?” Pertanyaan itu memang sederhana, tetapi bagi guru besar geografi itu ternyata sukar untuk menjawabnya, karena ia harus menjelaskan hakikat kehidupan umat manusia dan penyebab terjadinya perbedaan gaya hidup umat manusia di berbagai belahan dunia.

Untuk menjawab pertanyaan Yali -- lulusan SMA yang bekerja sebagai anggota dewan di negaranya itu, Prof. Jared Diamond kemudian menulis buku Guns, Germs & steel.  Mengapa bangsa kulit putih lebih maju? Bangsa kulit putih menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan alam dan kehidupan. Mereka menggunakan pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan melakukan penelitian-penelitian. Berkat ilmu pengetahuan, mereka dapat menciptakan senjata api maupun barang-barang berharga lainnya. Berkat ilmu pengetahuan, mereka dapat menguasai ekonomi, sosial dan politik. Karena keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, bangsa kulit putih seperti Inggris, Belanda, Spanyol, Portugal, Italia dan Prancis dapat menguasai bangsa-bangsa lain seperti bangsa Amerika, Afrika, Asia, Australia dan Papua. Baru setelah Perang Dunia II, gelombang nasionalisme membuat banyak negara yang dijajah bangsa kulit putih memperoleh kemerdekaan baik melalui perang maupun jalur diplomasi.

Sejarah mencatat, bangsa yang besar adalah bangsa yang memperhatikan pendidikan bangsanya. Arnold Toynbee dalam buku   Mankind and Mother Earth, A Narrative History of the World menyebutkan, bangsa Jepang dapat maju seperti sekarang ini, karena pada abad ke-18 Kaisar Meiji melakukan restorasi. Ia mengadopsi sistem pendidikan di barat dengan memadukan nilai-nilai tradisi Jepang. Hasilnya bangsa Jepang menjadi bangsa yang maju, tetapi tetap mempertahankan tradisi yang ada.

Bangsa Eropa yang di abad pertengahan sebagai bangsa yang belum maju, sekarang menjadi bangsa-bangsa yang maju setelah mereka mengutamakan pendidikan. Pada masa abad pertengahan, masyarakat Eropa masih percaya dengan takhayul dan tidak menggunakan ilmu pengetahuan untuk memecahkan persoalan kehidupan. Mereka kemudian mempelajari buku-buku ilmu pengetahuan yang dibawa bangsa Arab sebagai terjemahan ilmu pengetahuan yang dikembangkan para ilmuwan Yunani kuno seperti Aristoteles, Socrates, Phytagoras, Archimedes dan lain-lain. Karena kemajuan pendidikan, mereka kini menjadi bangsa yang maju dan selalu menggunakan ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan kehidupan.

Bangsa Amerika Serikat yang di abad ke-17 masih terbelakang dan dijajah bangsa Eropa seperti Inggris, Spanyol dan Prancis, sekarang menjadi bangsa yang maju juga berkat pendidikan mereka yang berkualitas. Sebelum kedatangan Christopher Columbus ke Amerika pada 1492, bangsa asli Amerika hidup secara sederhana dengan berburu, menangkap ikan dan bertani. Mereka banyak hidup secara nomaden. Kedatangan Columbus menimbulkan gelombang kedatangan bangsa Eropa ke Amerika dan melakukan penjajahan. Setelah Amerika Serikat mendeklarasikan kemerdekaan pada 4 Juli 1776, bangsa Amerika Serikat membangun dirinya dengan kebijakaan mengutamakan pendidikan. Sekarang bangsa Amerika Serikat dengan gagah menunjukkan kepada dunia mengenai keberhasilan mereka di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.

Ketika Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, para pendiri republik ini sangat menyadari perlunya pendidikan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka, yaitu mewujudkan mayarakat Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Untuk itu, Pasal 31  UUD 1945 menyebutkan: (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional,yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang, (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang kurangnya 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan nasional dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban kesejahteraan umat manusia.

Pendidikan merupakan sarana untuk mengajarkan ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara dan perbuatan mendidik. Pasal 1 Undang-Undang RI tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, pendidikan adalah  usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan yang baik akan mengantarkan murid-muridnya menjadi orang yang berkualitas. Mereka dapat menggunakan ilmu pengetahuannya yang diperoleh selama masa pendidikan untuk menyelesaikan persoalan dirinya, keluarga maupun masyarakat di sekitarnya. Mereka akan menemukan cara-cara yang dapat membuat kehidupan belum baik akan menjadi lebih baik. Melalui berbagai riset, mereka dapat menciptakan berbagai teknologi tepat guna yang dapat mengantarkan bangsa Indonesia mengolah sumber daya alam yang ada sehingga berguna untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, semakin banyak warga Indonesia yang berkualitas, maka banyak persoalan yang akan dapat dicarikan solusinya.       

Untuk menciptakan pendidikan yang baik, kualitas maupun kuantitas tenaga pendidik harus terpenuhi, sarana dan prasarana pendidikan juga harus tersedia. Pada tahun 1980-an, penyanyi Iwan Fals merilis lagu “Guru Oemar Bakri.” Lagu tersebut mengungkapkan kegetiran nasib para guru yang kesejahteraannya sangat minim. “Oemar Bakri/ Oemar Bakri pegawai negeri/Oemar Bakri... Oemar Bakri 40 tahun mengabdi/Jadi guru jujur berbakti memang makan hati/Oemar Bakri... Oemar Bakri banyak ciptakan menteri/Oemar Bakri... Bikin otak orang seperti otak Habibie/Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri//. Saat sekarang, keluhan seperti yang dinyanyikan penyanyi Iwan Fals tersebut seharusnya sudah tidak ada lagi, karena gaji guru sudah dicukupi pemerintah secara layak. Sekarang para guru justru dituntut untuk meningkatkan kualitasnya agar mampu mengajarkan ilmu yang mampu menghadapi tantangan zaman.
 
Pendidikan akan terus berkembang seiring berjalannya zaman. Di Indonesia, pendidikan masih agak sulit untuk mengimbangi perkembangan zaman, karena mutu pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan melibatkan beberapa tenaga ahli. Beberapa penerapan pola peningkatan mutu pendidikan telah banyak dilakukan seperti memperbaiki kurikulum dan beberapa proyek peningkatan kapasitas di antaranya proyek MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah), Proyek Perpustakaan, Proyek BOMM (Proyek Bantuan Meningkatkan Manajemen Mutu), Proyek BIS (Bantuan Imbal Swadaya), Proyek Peningkatan Mutu Guru, Proyek Pengadaan Buku Paket, Proyek DBL (Dana Bantuan Langsung), BOS (Bantuan Operasional Sekolah), dan BKM (Bantuan Khusus Murid). Namun, berbagai upaya tersebut ternyata masih belum dapat  memberikan efek secara langsung terhadap perbaikan mutu pendidikan tersebut.

Jika kita cermati secara sederhana, unsur pendidikan itu terdiri dari beberapa elemen. Pertama adalah kurikulum pengajaran. Hal-hal apa yang seharusnya diajarkan kepada murid dan berikan prioritas apa yang harus mereka terima. Kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini cenderung mengutamakan untuk memberikan pendidikan secara kontekstual semata dan masih mengesampingkan pendidikan karakter.  Padahal Negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat memberikan porsi utama untuk pendidikan karakter, sedangkan di Indonesia masih terpaku dengan teori-teori umum. Kedua adalah tenaga pendidik atau guru. Guru bukan hanya sekedar memberikan sesuatu kepada para siswanya, tetapi juga harus memberi contoh sesuatu yang baik. Menurut Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hadjar Dewantara, guru yang baik harus mampu berbuat, “Ing ngarso sung tulodho. Ing madyo mbangun karso. Tut Wuri handayani.” (Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik. Di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Dari belakang seorang guru harus memberikan dorongan dan arahan).

Guru bukan hanya sekedar memberikan sesuatu tapi juga mencontohkan sesuatu yang baik, tetapi tidak sedikit guru yang hanya menjadi tenaga pengajar bukan tenaga pendidik. Mereka berbicara di kelas dengan memberikan ini dan itu. Menyuruh ini dan menyuruh itu. Padahal, sebagai pendidik seorang guru harus mampu menciptakan prakarsa dan ide-ide yang cemerlang. Ketiga adalah peserta didik harus diberi motivasi lebih setiap hari untuk apa mereka belajar? Kenapa mereka belajar? Motivasi sangat diperlukan untuk meningkatkan minat belajar siswa. Ketiga adalah sarana dan prasarana diharapkan tidak mempersulit berlangsungnya sebuah pendidikan. Berikan kemudahan kepada elemen pendidik dan perbaiki prasarana pendukung agar kegiatan belajar-mengajar dapat terselenggara dengan baik.

Karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah banyak aspek kehidupan termasuk cara belajar dan mengajar, pendidik harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi menghasilkan berbagai metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Namun syarat untuk penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan seperti konsep e-Learning dengan sarana internet harus ada sumber energi listrik, karena untuk mengoperasikan komputer dan modem memerlukan listrik. Penggunaan sistem e-Learning akan mempermudah akses informasi dan komunikasi. Bila suatu sekolah sudah peduli dengan sarana dan infrastruktur yang akan meningkatkan proses pembelajaran siswa, penerapkan konsep e-Learning secara berkala dapat dilakukan di sekolah tersebut. Konsep e-Learning dengan sarana internet dapat menyalurkan informasi pendidikan yang baik, tidak hanya untuk siswa, tapi untuk semuanya, siswa, guru, kepala sekolah termasuk orang tua. Bagi orang tua yang bingung saat mencari tahu tentang pekerjaan rumah anaknya, mereka bisa memanfaatkan E-Learning ini.
 
Namun, kurikulum dan panduan manajemen sekolah sebaik apapun kenyataannya tidak akan berarti jika tidak ditangani oleh pendidik  profesional. Akhir-akhir ini banyak pihak yang melontarkan  tuntutan terhadap profesionalisme pendidik seperti dari kalangan dunia usaha dan para anggota dewan. Pasal 42 ayat (1) UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Uraian Pasal 42 itu cukup jelas bahwa untuk menjadi guru sebagai tahapan awal harus memenuhi persyaratan kualifikasi minimal  seperti latar belakang pendidikan keguruan/umum dan memiliki akta mengajar.  Setelah pendidik  memenuhi persyaratan kualifikasi, maka pendidik berada pada tahapan kompetensi. Namun, fenomena di lapangan  menunjukkan bahwa pendidik di sekolah-sekolah masih banyak yang tidak memenuhi persyaratan tersebut. 

Adanya  Peraturan Pemerintah No: 65 tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal  Standar Pelayanan Minimal (SPM) telah mendorong lahirnyai Permendiknas No: 15 tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar sebagaimana telah diubah dengan Permendiknas No: 23 tahun 2013. Peraturan tersebut membuat  sekolah harus memiliki persyaratan minimal untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Misalnya: di setiap SMP dan MTs tersedia guru dengan kualifikasi akademik S-1 atau D-IV dan telah memiliki sertifikat pendidik masing-masing satu orang untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Di setiap SMP dan MTs tersedia ruang laboratorium IPA yang dilengkapi dengan meja dan kursi yang cukup untuk 36 peserta didik dan minimal satu set peralatan praktek IPA untuk demonstrasi dan eksperimen peserta didik.  Kehadiran peraturan tentang Standar Pelayanan Minimal dalam penyelenggaraan pendidikan itu dirasakan sangat tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang. Mudah-mudahan Standar Pelayanan Minimal tersebut dapat menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan kita di masa mendatang.

Tan Malaka, salah seorang pahlawan nasional kita dalam bukunya Madilog (Materialisme Dialektika Logika) menyebutkan, kalau Indonesia tidak merdeka, maka ilmu pengetahuan akan terbelenggu. Semua negara merdeka sekarang menasionalkan, merahasiakan penemuan, guna dipakainya sendiri untuk persaingan dalam perniagaan atau peperangan. Kemerdekaan ilmu pengetahuan itu sehidup dan semati dengan kemerdekaan negara. Bagaimana dengan Indonesia sekarang yang sudah merdeka? Mudah-mudahan pendidikan Indonesia  terus berkembang dan membuat Indonesia menjadi makmur dan sejahtera.


                        Trenggalek,        September 2013

Note: Artikel ini saya tayangkan dengan seijin Bapak Dr. Ir. H. Mulyadi, WR, MMT (Bupati Trenggalek). Beliau memberikan ijin tadi pada pukul 23.27 (WIB), Minggu, 27 Oktober 2013, saat saya sowan pada Bunda Hj. Peni Sugiharti.

Moment Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, menurut saya adalah tepat untuk mengupdate blog Trenggalek Jelita dengan sebuah artikel yang berbobot hasil pemikiran salah seorang tokoh Trenggalek.                                                      

جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


11 Komentar:

marga nainggolan mengatakan...

mantab.
mohon kunjungan baliknya gan.
sekalian promo PTC terbaik ne>
http://ptcearntop.blogspot.com/p/blog-page_4723.html

Lina CahNdeso mengatakan...

@marga nainggolan: Thanks, sudah sudi mampir di sini, ya Brow.... kunjungan balik so pasti... Go!

wahyu mengatakan...

Guru diharapkan bisa menciptakan penerus2 bangsa yang berkualitas oleh karena itu guru lebih di perhatikan kesejahteraannya juga di harapkan guru bisa menjadi pengajar dan pembimbing yang menjadi contoh teladan yang baik bagi siswanya.

Lina CahNdeso mengatakan...

@wahyu: Setuju banget, Mas... tanpa "guru" bisa dikatakan tidak akan ada lagi generasi penerus yang berkualitas.
By the way, thanks so much, ya sudah kasih koemntar yang sesuai dengan tema postingan saya. Jarang loh ada yang kasih komentar begini, baik dan mengena.

wahyu mengatakan...

Same2 neng,mari kita hormati guru kita dan dukung mereka agar bisa lebih terobsesi untuk menciptakan penerus-penerus bangsa yang lebih berkualitas.

Bisnis Baru mengatakan...

Juga masukkan buat guru (bukan bermaksud menggurui) "Jadilah tokoh yang dapat diguguh dan ditiru". Karena saya prihatin dengan beberapa kasus di tanah air akhir-akhir ini ada yg bersinggungan dengan profesi guru....

www.enimartmu.blogspot.com

sarmani azam mengatakan...

guru itu pelita di malam gelap, pencerah dalam kehampaan, ketika guru di sebut pahlawan tanpa tanda jasa, KARENA GURU YANG MENDIDIK ATAS KEIKHLASAN, namun di sisi lain sebagai NEGARA yang memiliki kearifan tentunya TANPA harus meminta, guru harus di beri PENGHARGAAN setinggi LANGIT, tetapi apabila guru bijak dan mengerti sesungguh tak mengharapkan itu, ia harapkan adalah anak didik bisa seperti orang lain bahkan lebih baik dari yang lain, oleh sebab itu ada beberapa dasar kompetensi guru 1. pedagogik 2. profesional 3.sosial 4. kepribadian,,,,

saya teringat tentang peristiwa jepang di bom atom,,, dosen saya bertutur bahwanya ketika bom di jatuh di hirosima,,, hingga menjadi puing2 maka Petinggi Jepang,,, mengatakan "BERAPA GURU YANG HIDUP'... hal ini menandakan bahwa jepang negara asia maju mengedapankan GURU,, SEBAGAI KEMAJUAAN NEGARA,,, bagaimana dengan Indonesia, mungkin sudah berbenah, dengan undang2 luarbiasa bagusnya SEDANGKAN Implementasi???? ah saya teralalu berpanjang lebar,,,, dalam sebuah komentar,,, sukses buat jeng lina,,,

Hendra Ang mengatakan...

sip...
salam kenal...
http://adf.ly/Yjc9m
salam hangat:)

Abdoell majid mengatakan...

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,yang pantas di gugu dan ditiru.
salam kenal abdoell,
http://www.focusbisnisonline.com

Lina CahNdeso mengatakan...

@wahyu: Thanks ya Mas... begitulah seharusnya.
@Bisnis Baru: Setuju, Brada... guru yang baik memang harus bisa menjadi tauldan bagi generasi penerus..
@sarmani azam: Nampaknya Bang Sarmani tahu banyak tentang profesionalisme guru dan dunia pendidikan, yaaa... Lina berharap Abang bisa berbagi lebih banyak lagi, sehingga pengetahuan Lina akan makin luas. Trims sudah sudi mampir di pondok Lina, lah Bang...
@Salam kenal balik ya, Brow...
@Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, itu adalah ungkapan yang mulia; sayangnya, dewasa ini banyak guru yang justru berharap lebih dalam hal materi terkait jerih payah mereka sebagai pendidik.

For all... meskipun saya terlambat merespons, namun niscaya kunjungan balik InsyaAllah, pasti sudah saya lakukan.
Thanks, salam sahabat.........

Admin mengatakan...

sebuah negara tidak mungkin bisa maju tanpa seorang guru.

Salam Kenal Dari Kami galeri-obat.com Menjual Aneka Produk Kesehatan Pria Dan Wanita Terlengkap Dan Terlaris.

Obat Pembesar Penis

Jual Obat Pembesar Penis

Obat Pembesar Penis Alami

Obat Pembesar Penis Permanen

Obat Pembesar Penis Herbal

Vimax

Vimax Asli Canada

Agen Resmi Vimax

Vimax Asli

Vimax Pills

----------------------------------------------------

Obat Pembesar Penis KLG

Jual Obat Pembesar Penis KLG

Posting Komentar

"Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (256) Artikel (223) Info (213) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (162) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (86) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (83) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (63) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Artikel-Copas (21) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (9) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top