Trenggalek Jelita (Cangkrug-ane CahNdeso): Hindari Copas Tuntas, CahNdeso Belajar Nulis Artikel (Sebuah Renungan) - Biografi Tokoh Nobel - Tokoh Indonesia - Lowongan Kerja, lowongan CPNS - Info Beasiswa - Dukung Palestina - Anti Zionist
Untuk Sukses, Persiapkan Diri Anda Sebaik-baiknya:

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)
Disclaimer
I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified. All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.
Thank You So Much All Guests and Blogger Friends
I greatly appreciate your kindness to visit my blog and, in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great deal of thing which will be useful for advancing our human values. For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on my Chat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.

Yours sincerely and best regard.
[CahNdeso]

Minggu, 04 Desember 2011

Hindari Copas Tuntas, CahNdeso Belajar Nulis Artikel (Sebuah Renungan)

68 Komentar
Menulis sebuah artikel bukanlah pekerjaan yang sulit, tapi tidak juga mudah. Boleh dikata, bisa dianggap sulit dan bisa pula dianggap sepele. Apabila saya menulis untuk postingan blog pribadi, tentu sangat mudah, karena tidak diperlukan persyaratan sebagaimana biasa ditentukan untuk sebuah artikel yang akan saya kirimkan ke sebuah media massa terlebih untuk sebuah buku cetakan yang berkelas ilmiah.

Sebagai pemilik blog, saya dituntut untuk mampu menuangkan berbagai fakta, teori, eksprimen, pengalaman maupun impian dan khayalan, dalam bentuk tulisan. Kalimat yang saya rangkai sudah tentu harus sesuai dengan tema atau topik yang saya bahas. Jika diperlukan, saya isilah dengan variasi artikel yang inspiratif, kreatif dan cerdas, sehingga banyak diminati oleh pembaca, kecuali untuk sebuah blog yang biasanya memang memfokuskan diri dengan lebel khusus semisal tutorial blogging, reviuw software/hardware, dsb.

Kemauan dan kemampuan untuk membuat ulasan, dengan rangkaian kalimat yang mudah diterima oleh pembaca, sebaiknya dimiliki oleh seorang blogger seperti saya ini. Dengan demikian budaya copas tuntas dan plagiatisme tidak menjadi "lebel" blog saya, sekaligus visitor/pengunjung blog merasa betah saat menyimak sajian saya. Visitor merasa betah, karena memperoleh tambahan ilmu pengetahuan maupun sekedar informasi belaka. Hingga pada akhirnya, baik Om Google maupun Tante Yahoo, dan berbagai search engine, akan dengan senang hati pula memberikan penghargaan pada blog saya.

Modal Saya Menulis
  1. Hingga penghujung tahun 1980-an, banyak perusahaan penerbitan media massa yang masih memiliki redaksi/wartawan yang akrab dengan stenografi. Terutama untuk mereka yang terbilang senior, yang juga lebih terlatih memakai mesin ketik manual. Para senior ini yang bekerja di Jawa Pos Group maupun Kompas Group, untuk beberapa lama masih mengandalkan stenografi dan mesin ketik. Berbeda dengan wartawan pendatang baru, yang sudah disyaratkan harus bisa mengoperasikan komputer.

    Bagi para blogger seperti saya, sudah barang tentu stenografi dan mesin ketika manual menjadi barang klasik yang layak dimuseumkan. Begitu pula tentunya untuk wartawan/redaksi yang muda-muda, saya kira banyak sekali yang buta stenografi, dan lebih hafal javascript atau html. Komputer, laptop, notebook/nettbook menjadi barang wajib yang harus dimiliki. Itu artinya, seorang blogger kreatif harus memiliki dan mampu mengoperasikan piranti teknologi informasi dengan baik.

  2. Para guru besar, profesor, saintis, jurnalis handal dan penulis buku, memiliki hobby membaca dan menyimak artikel atau buku dengan seksama. Dari kegiatan membaca tulisan orang lain, akan mengasah kecerdasan, pengetahuan bertambah, teori dan berbagai keterampilan terus meningkat, watak atau karakteristik terus ditempa. Selanjutnya akan muncul inspirasi, kreativitas dan minat untuk memulai menuangkan apa yang ada dalam pikiran.

    Bila ingin mengisi blog saya dengan tulisan sendiri yang kreatif dan cerdas, maka menjadi kebutuhan utama saya untuk rajin surfing dan membaca tulisan yang ada di blog orang lain, atau dari media cetak. Dengan catatan, bahwa tidak sembarang artikel dari sebuah blog saya jadikan rujukan/referensi, karena banyak sekali blog (dan juga buku cetakan) yang artikelnya tidak berkualitas dipandang dari sudut sains maupun parameter logika dan bahasa. Ilmu pengetahuan adalah modal utama untuk mampu menyajikan sebuah artikel yang disukai pengunjung blog. Karenanya saya usahakan untuk rajin membaca artikel, buku dan mengunjungi blog hasil karya tulis ilmuwan/pakar, dan juga blog para sahabat saya.

  3. Memiliki kepekaan jurnalisme dan mampu mengambil hikmah dari apa yang saya lihat/baca/alami, kemudian menuangkannya dalam tulisan. Ada beberapa blog sahabat yang sering saya singgahi saat blog walking, yang menyajikan berbagai fenomena peristiwa sehari-hari, dengan gaya yang menarik. Mereka menyajikan dengan gaya bahasa sesuai dengan performance blognya. Namun saya bisa menerima apa yang diungkapkan, kendati hanya memakai bahasa sehari-hari dengan logat kontemporer. Temanya sama dengan berita/tulisan di situs/blog lain, tapi sahabat blogger ini tidak copas, sungguh-sungguh kreatif dan inspiratif. Karena banyaknya blogger yang berkelas ini, saya sengaja tidak menyebutkan khsusus. Tetapi dalam beberapa kunjungan, saya sudah tulis komentar dengan sisipan yang memuji ciri khas artikel mereka! Insyaallah saat membaca ini, sahabat blogger (pria/wanita) yang saya maksud, akan langsung tahu bahwa mereka-lah yang saya puji itu.

  4. Rendah hati dan merasa masih selalu perlu menimba ilmu, modal yang patut dimiliki seorang blogger. Pembaca akan merasa dihormati dan tidak disepelekan, pengunjung menjadi betah mengkonsumsi sajian di blog.

    Menjadi blogger, tidak perlu tingkat intelektual yang tinggi dan kualitas ilmu yang muluk-muluk. Ada yang lebih penting dari itu ialah bagaimana saya menyajikan hidangan kepada pengunjung tanpa harus membuat tamu saya kesal dan bosan. Visitor tidak saya ibaratkan pasien atau murid. Saya memposisikan mereka sebagai sahabat yang sejajar dalam segala hal dengan saya. Barangkali faktanya memang demikian, pengunjung blog saya ini tingkat kepakarannya sama dengan saya. Celah kekurangannya pun sama dengan saya, hanya berbeda dari sisi mana saya menilainya. Nah, apabila mereka datang atau sebaliknya saya berkunjung ke blog mereka (bila sesama blogger), maka saya bisa saling mengisi kekurangan, mensinergikan perbedaan dan menyamakan visi, yang dapat dilakukan melalui komentar interaktif.

  5. Berpikir positif, memberikan yang terbaik bagi kelestarian komunitas dan alam lingkungan. Sajikan fakta yang negatif tidak dengan maksud mendeskreditkan obyek tulisan, namun bertujuan positif demi perbaikan kehidupan masa depan yang universal. Bagi saya pribadi sangat sederhana, saya berpikir positif bahwa hidup ini bukan lagi untuk saya sendiri melainkan demi masa depan anak(-anak) saya.

    Kendati demikian, tidak jarang, saya terpaksa memberikan ulasan disertai fakta yang menyudutkan seseorang atau suatu komunitas. Namun saya berusaha keras, apa yang saya tulis itu selalu mengesampingkan emosi/kepentingan pribadi. Mendahulukan hati nurani, menjunjung nilai-nilai etika, estetika dan norma-norma hukum. Disertai solusi dan harapan yang sungguh-sungguh dibutuhkan sebagai jalan pemecahan masalah. Bersifat inspiratif, serta memberi kekuatan gaib/sugestif yang menggerakkan rasa, cipta, dan karsa  untuk mengubah jalan hidup menjadi lebih bermakna.
Saya mesti senantiasa ingat, bahwa apapun yang saya lakukan di blog saya, sama sekali tidak akan mengundang datangnya fulus (duwit), bila netter tidak satupun mau singgah di situs saya. Sampai hari ini, saya belum merasakan nikmatnya duwit hasil blogging, sebaliknya jutaan rupiah telah saya habiskan selama tiga tahun menggeluti dunia blogging. Saya tetap bahagia, saya tetap mencoba eksis, dan saya justru merasakan kenikmatan, kebahagiaan bukan karena duwit dari blogging, melainkan karena kunjungan para sahabat tercinta.
    Saya merasa terharu, dan saya berharap -bermunajjad- pada Ilahi Robbi, agar setiap kunjungan sahabat ke blog ini, mampu saya balas disertai dengan bonus yang menjadi harapan sahabat-sahabat saya, dan sudah tentu juga jadi idaman saya sebagai blogger!
      Apa yang saya tulis ini, adalah empiris dan keluar dari lubuk hati saya. Mari berbagi yang bermanfaat dan barokah melalui dunia maya. Saya menyempatkan komentar di blog yang saya kunjungi, mengklik ads dan/atau menekan +1, akan saya utamakan. Harapan saya, sahabat blogger melakukann hal yang sama terhadap blog saya. Walaupun kenyataannya, sangat banyak sahabat yang "lupa" berbagi amal dengan syariat (tindakan), lebih sering hanya "lips service" alias janji-janji manis.
        Keep in touch by "Lakukan apa yang Anda harap dilakukan oleh sahabat Anda terhadap diri Anda, dan jangan kenal putus asa!". Salam Sahabat....

        (Kutulis untuk anak-anakku tercinta, maafkan Abah tidak mampu mewariskan harta!)  

        Artikel yang barangkali menarik perhatian Anda:

        Niadesain.com

        68Komentar:

        Poskan Komentar

        "Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, penuh rasa hormat saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".

         
        Foto Saya
        Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia
        Seorang anak desa, tinggal di desa, hidup di desa, dan -InsyaAllah- dikuburkan di desa. Laki-laki, lahir bulan Agustus, di Jawa Timur, Indonesia. A country boy, living in the village, and -Insyaallah (Hopefully)- buried in the village. Male, born on August, in East Java, Indonesia
        hostgator coupons

        Back To Top