Minggu, 13 Juni 2010

Hans Georg Dehmelt, Penangkap Ion

HANS G DEHMELT Ahli fisika Jerman yang dikenal sebagai periset partikel dasar kelas satu di dunia. Karya ilmiahnya yang besar terkait dengan keberhasilannya menciptakan metode pemerangkapan ion (isolating individual electrons and ions and making exact measurements of them). Atas prestasinya yang luar biasa ini, ia dianugerahi setengah Hadiah Nobel Fisika di tahun 1989 bersama teman risetnya, Wolfgang Paul. Setengah lainnya dari Hadiah Nobel tahun itu jatuh ke tangan fisikawan Amerika, Norman F. Ramsey, yang berhasil menemukan metode bidang osilator terpisah berikut pemanfaatannya untuk membuat maser hidrogen dan jam atom lainnya. 

Hans Georg Dehmelt lahir di Görlitz, Jerman, 9 September 1922; Ayahnya, Georg, pernah belajar beberapa tahun di Universitas Berlin sebelum menjadi perwira artileri pada Perang Dunia I. Di tahun 1933, Hans memulai masa belajarnya di Gymnasium zum Grauen Kloster, sekolah Latin tertua di Berlin. Untuk masuk ke sana ia menempuh berlapis-lapis tes yang rumit dan ia termasuk dalam daftar siswa penerima beasiswa. Sang ayah ketika itu berpendapat Hans sebenarnya hanya cocok menjadi tukang ledeng, bukan menjadi ilmuwan atau filsuf. Namun Hans ngotot dengan pendapatnya sendiri dan sang ayah pun tak berani menghalangi niatnya. Ia memberi sang putra mainan untuk dirakit sendiri, buku-buku tentang para penemu ternama serta kisah-kisah mitologi Yunani. Bahkan saat Hans jatuh sakit, ia menghadiahinya ensiklopedi untuk dibaca.

Di luar kegiatan sekolah, Hans mengerjakan proyek radio yang ia buat sendiri. Saking asyiknya berkutat dalam kegiatan ini ia sampai kewalahan membagi waktu untuk hobinya dengan waktu sekolahnya. Buku-buku populer mengenai radio mempertajam minatnya pada fisika. Kendati di Gymnasium Kloster bidang sains ini hanya diajarkan di kelas lanjut, Hans melalui perpustakaan umum melahap bacaan-bacaan fisika berat seperti karya Balmer dan Niels Bohr mengenai tingkat energi atom. Ia lulus dengan nilai tertinggi di tahun 1940.

Pada fase selanjutnya, ia menjadi tenaga sukarela di kesatuan artileri anti-pesawat udara dan sebuah unit penggerak. Ia ditugaskan sebagai ahli senjata api tetapi kinerjanya buruk sehingga tak pernah naik jabatan. Hans lalu dikirim untuk membebaskan tentara Jerman yang terperangkap di Stalingrad dan armadanya berhasil meloloskan diri dari kepungan militer Uni Soviet. Beberapa bulan kemudian ia diperintahkan kembali ke Jerman untuk mempelajari fisika di bawah program ketentaraan di Universitas Breslau pada tahun 1943.

Dia hanya satu tahun di Universitas Breslau, karena kemudian ia dikirim ke Front Barat dan tertangkap musuh dalam Perang Bulge. Hans menjadi tawanan di kamp tentara Amerika dan dibebaskan di awal tahun 1946. Selepas dari penjara ia menghidupi diri sendiri dengan memperbaiki dan memperjual-belikan radio. Setelah itu ia kembali belajar fisika di Universitas Gottingen.

Di Gottingen ini ia mengikuti kuliah yang disampaikan oleh Pohl, Richard Becker, Hans Kopfermann dan Werner Weisenberg. Saat Max Planck dimakamkan, ia menjadi salah satu mahasiswa yang bertugas menyelubungkan kain pada peti mati sang legenda. Di Universitas, ia gemar mengulangi eksperimen Frank-Hertz, tetesan oli Millikan, efek Zeeman, magnetron Hull, tabung plasma Langmuir dan eksperimen fisika modern-klasik di laboratorium pimpinan Wolfgang Paul. Ia terhitung siswa yang cemerlang dan lulus sebagai sarjana muda terbaik dari Gottingen. Gelar masternya ia peroleh dari Institut Kopfermann melalui sebuah tesis tentang spektograf massa Thomson yang ia kerjakan di bawah bimbingan Peter Brix.

Selanjutnya ia menggulir penelitian di institut yang sama di bawah arahan Hubert Kruger. Fokus kajiannya adalah riset NMR oleh Bloch dan Purcell. Dalam jalur riset ini, ia dan timnya berkompetisi dengan tim riset dari Harvard. Mereka membuktikan diri lebih unggul tatkala mempublikasikan temuan mereka mengenai resonansi kuadropolar nuklir di tahun 1949. Hans sendiri menggarap disertasi doktoralnya berdasarkan hasil riset tersebut. Setelah lulus dengan predikat summa cum laude, ia bergabung dengan laboratorium gelombang mikro Walter Grody di Universitas Duke sebagai asosiat pascadoktoral.

Di Universitas Duke inilah ia berkenalan dengan James Frank, Fritz London, Lothar Nordheim dan Hertha Sponer. Hans menjadi pembimbing Hugh Robinson, seorang mahasiswa S2 Gordy dalam sebuah eksperimen NQR. Ia juga melakukan risetnya sendiri seraya berpartisipasi secara signifikan dalam eksperimen yang dikerjakan Fairbank dan Gordy mengenai statistik putaran pada campuran 3 He/4He.

Pada tahun berikutnya, ia menjadi asisten guru besar tamu di Universitas Washington, Amerika Serikat, dan bertugas membimbing sebagian mahasiswa arahan Edwin Uehling. Pada saat yang sama, ia melakukan pula eksperimen ilmiahnya sendiri. Pada tahun 1955, di laboratorium George Volkoffs di Universitas British Columbia, ia membangun tabung elektron yang pertama di dunia.

Tidak lama sesudah itu ia balik ke Gottingen dan melakukan eksperimen resonansi paramagnetik mengenai atom-atom bebas. Jalur riset ini membawanya ke sebuah gagasan yang brilian untuk menjebak ion demi menghasilkan spektroskopi resolusi tinggi dan alat jebak ini adalah perangkap Kingdon 123. Di tahun 1958 ia menggulir eksperimen mengenai resonansi putaran elektron-elektron bebas yang terpolarisasi akibat tabrakan. Berikutnya Hans belajar memindahkan sisi orientasi untuk menjebak elektron-elektron. Dengan memerangkap elektron-elektron dalam awan ion yang dinetralkan perlahan-lahan agar berdifusi dalam gas buffer, ia dapat mengerjakan eksperimen resonansi putaran. Skema monitoring transmisi optikalnya kemudian terbukti bermanfaat dalam pengembangan magnetometer-magnetometer uap rubidium dan standar frekuensi oleh Earl Bell dan Arnold Bloom di Varian Associates, perusahaan tempat ia menjadi konsultan. Standar frekuensi rubidium buatannya merupakan yang termurah, yang terkecil dan yang terbanyak digunakan di dunia komersial.

Beberapa tahun kemudian Hans tidak puas dengan skema jebakan plasma terhadap elektron-elektron dan ia meminta mahasiswanya, Keith Jefferts, mempelajari jebakan ion dalam sinar elektron yang melintasi sebuah bidang bebas hampa udara di antara dua kisi. Ia juga mulai memfokuskan diri pada magnetron/geometri pemberhentian Penning. Dengan menelaah analisa Franken dan Liebes di tahun 1955, ia menjadi tahu bahwa pada sebuah bidang listrik kuadropolar murni, pertukaran tidak tergantung pada lokasi elektron-elektron pada perangkap. Temuan ini memicu terobosan dalam piranti-piranti perangkap elektron yang ia ciptakan.

Di tahun 1962, Jefferts  menyelesaikan disertasi doktoralnya dengan nilai cemerlang. Sebagai lanjutan atas riset Jefferts, Hans —dibantu oleh Major dan Norval Fortson— menggulirkan sebuah eksperimen mengenai teknik tumbukan pertukaran-penyimpanan ion untuk menghasilkan resolusi ekstratinggi. Ia berusaha mendeteksi polarisasi elektron-elektron dengan sinar terpolarisasi atom-atom alkali di perangkap Penning. Pada penelitian ini ia puas ketika melihat sinar atom-atom sodium melintasi peralatan kacanya dalam pantulan cahaya uap sodium yang bertindak sebagai sumber penerangan.

Tahun 1968, risetnya mengenai ion-ion dan elektron-elektron menghasilkan dua makalah ilmiah yang membahas spektroskopi frekuensi radio ion-ion yang tersimpan. Kemudian pada tahun 1973, Hans bersama Ekstrom  melakukan riset untuk memantau bilangan kuantum siklotron elektron tunggal dengan menggunakan efek Stern-Gerlach kontinyu. Penelitian ini mendatangkan hasil yang memuaskan tiga tahun kemudian. Hal baru yang menjadi kunci sukses mereka adalah penggunaan teknik pendinginan pita samping elektron. Berkat aplikasi metode ini, mereka terhindar dari kegagalan yang pernah menjamah Walls dan Wineland dalam riset serupa sebelumnya. Atas prestasi ilmiah yang hebat ini Hans memenangkan hadiah sains dari Yayasan Humboldt dan diundang oleh Gisbertzu Pulitz untuk menggulir proyek spektroskopi laser di Universitas Heidelberg.

Sebagai hasil dari kerjanya di Universitas Heidelberg, ia mempublikasikan makalah ilmiah mengenai lokalisasi osilator mono-ion Ba+ di tahun 1980. Di tahun yang sama Hans memulai risetnya mengenai  elektron dan pasangan antipartikelnya (positron). Jalur penelitian ini telah ditempuhnya selama satu dekade lebih dan hasil-hasilnya ia publikasikan dalam sejumlah makalah ilmiah yang berbobot tinggi.

Hans menikah dengan Diana Dundore, seorang dokter yang punya klinik sendiri, setelah istri pertamanya, Irmgard Lassow, meninggal dunia. Secara rutin, Hans mengisi waktu senggangnya dengan mempraktekkan yoga, menikmati dansa waltz, mendaki bukit, menyimak musik klasik dan menonton pertunjukan balet.
Barangkali Anda juga tertarik : 
Dari berbagai sumber. Foto : historylink.org MER-C PEDULI PALESTINA

0 Komentar:

Poskan Komentar

"Bila Anda berkenan, dengan segala kerendahan hati, saya mohon, sudilah menuliskan komentar di sini; Bagi Anda yang berniat Copas konten blog, saya persilahkan, dan tolong link balik diikutkan. Terima kasih, Love and Peace".

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (256) Artikel (222) Info (213) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (161) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (85) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (82) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (62) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Artikel-Copas (19) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (8) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top