Selasa, 08 September 2009

Razia Daging Gelonggongan


  • Petugas Hanya Menemukan Daging Ayam Kebiru-biruan

Reporter : Nanang Masyhari

Trenggalek, Memo

Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek menggelar razia di sejumlah pasar tradisional dan kios daging serta tempat pemotongan hewan, Selasa (8/9/2009). Razia bertujuan untuk mengantisipasi beredarnya daging gelonggongan yang tak layak konsumsi selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

Salah satu petugas dari Dinas Peternakan Trenggalek Budi Satriawan menuturkan, petugas sempat mencurigai daging ayam yang berwarna agak kebiru-biruan. “Namun, setelah kita cek dengan tester PH (tingkat keasaman, red), ternyata tidak ada masalah, dan masih layak konsumsi,” terang Budi Satriawan.

Yang menjadi sasaran razia adalah para pedagang daging di Pasar Pon Trenggalek, dan sejumlah pasar tradisional lain. Petugas memeriksa satu-persatu daging milik pedagang dengan menggunakan alat tester PH, untuk mengetahui kadar air, tingkat keasaman dan kwalitas daripada daging itu sendiri.

“Daging ayam yang kami temukan agak kebiru-biruan tersebut, tetap kami amankan untuk diperiksa lebih lanjut di dinas. Namun, secara pengamatan dan testes yang kami lakukan, kadar air pada daging tersebut masih dalam batas normal, dan tidak ada masalah,” imbuh Budi Satriawan.

Setalah memeriksa daging di Pasar Pon, selanjutnya petugas bergeser ke tempat pemotongan hewan yang ada di Jalan Yos Sudarso. Di tempat itu, petugas memeriksa kondisi fisik dari hewan potong. Antara lain, kondisi mata sapi, kaki hewan, termasuk cara berdirinya dan berat badan dari hewan itu sendiri.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui apakah hewan potong tersebut masih bagus, dan sempurna, serta bisa menahan berat badannya. Mengingat, hewan yang digelonggong, tidak dapat menahan berat badannya

Lebih lanjut dipaparkan Budi, razia terus ditingkatkan utamanya mendekati lebaran nanti, dengan sasaran pasar-pasar tradisional. Mengingat, pada saat itu dicurigai banyak beredar daging gelonggongan yang biasanya berasal dari luar wilayah Trenggalek. (nng/Haz)

Trenggalek Prioritaskan Sektor Pendidikan




Foto : (1) Bupati H. Soeharto, (2) Drs. Abu Mansur, (3) Mediasi pembelajaran yang dinamis dan kreatif di SMP-MTs, (4) Pengenalan Komputer & Multimedia di SMP-MTs.(Dok. PrigiBeach.Com)


Giatkan Pengembangan Kapasitas dan Kualitas SDM Pendidikan

Selama empat tahun kepemimpinan H. Soeharto Trenggalek menekankan prioritas pembangunan pada sektor kesehatan, ekonomi dan pendidikan. Indikasi keberhasilan ketiga sektor dapat dilihat antara lain dari turunnya angka kematian balita, meningkatnya rata-rata usia hidup dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, sedang di sektor ekonomi terbukti Trenggalek bisa mengembangkan agropolitan, pertambangan, industri dan perdagangan, bahkan mampu meraih penghargaan dari Presiden, sebagai Kabupaten yang memiliki ketahanan pangan.

Dalam sektor pendidikan, akhir Tahun Ajaran ini, Trenggalek sudah menuntaskan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Rencana program pembangunan sektor ini bukan sekedar slogan, melainkan sikap, tindakan yang didukung kegiatan di semua lini dan aspek kependidikan. Leading sektor pembangunan pendidikan adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek yang memiliki kewenangan desentralisasi dalam pemberian pelayanan pendidikan dan pembinaan tenaga pengajar serta perumusan kebijakan teknis.

Pembangunan pendidikan bukan hanya mencakup kualitas siswa, guru dan kepala sekolah, tapi juga lingkungan sekolah dan dinas pendidikan. Awal September lalu telah ditandatangani MoU antara Dinas Pendidikan Trenggalek dan Departemen Agama Kabupaten Trenggalek menyangkut program pengembangan kapasitas pendidikan, terkait dengan bantuan dana hibah dari Bank Dunia yang dikucurkan melalui Pemerintah Pusat senilai Rp. 2,5 M. “Dana tersebut akan dialokasikan untuk mengembangkan kapasitas masyarakat, komite, guru,kepala sekolah di lingkungan SD/MI, SMP dan MTs negeri swasta di daerah ini, dalam kurun waktu tiga tahun terhitung sejak sekarang dan akan berakhir pada tahun 2011”, demikian Bupati H. Soeharto.

Pengembangan Kapasitas SDM

Dalam kesempatan terpisah, Drs. Abu Mansur menerangkan bahwa tahun 2009 bantuan dana dari Bank Dunia ini telah diglontorkan sebesar Rp. 900 juta, yang akan dipergunakan untuk membiayai 16 kegiatan includ pembinaan komite sekolah, guru dan kepala sekolah serta staf di lingkungan Dinas Pendidikan. Dengan demikian diharapkan kapasitas dan kapabilitas personil terkait mampu mengeksplorasi diri demi meningkatkan serta mengembangkan pendidikan di Trenggalek. “Walaupun tidak langsung menyentuh anak didik sebagai obyek, namun ketangkasan Kepala Sekolah untuk menangani manajemen dan system evaluasi pendidikan bersama dengan komite sekolah, kemampuan guru dalam penyusunan kurikulum dan kreativitas media pembelajaran, pasti akan berdampak positif bagi siswa dan proses belajar mengajar serta berujung pada keberhasilan pembangunan dunia pendidikan di daerah ini” kata Drs. Abu Mansur.

Di ruang terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Drs. Ahmadi, MM membeberkan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan atau skill dari semua staf dalam mengelola keuangan dan penyusunan program pendidikan demi menyongsong berbagai tantangan masa depan. Kasi Kurikulum, Drs. Anwaruddin mengatakan, mengacu juklak dan juknisnya penggunaan dana ini untuk mewujudkan lima bidang strategis, yakni transpransi dan akuntabilitas, pengelolaan SDA yang efesien, standarisasi pelayanan pendidikan, sistem pengelolaan manajemen, dan sistem informasi manajemen. “Fokusnya adalah meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemaksimalan kapasitas lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Drs. Anwaruddin menambahkan bahwa program ini dilaksanakan dalam 24 kegiatan yang disusun estafet, berkesinambungan selama tiga tahun, terutama bertujuan meningkatkan SDM komite, guru, kepala sekolah dan staf dinas pendidikan, tapi tidak menyinggung pembangunan fisik maupun siswa. “Meningkatan pendidikan tidak hanya melalui anak didik dan sarana prasana, tapi juga harus memperbaiki kualitas dan kapasitas SDM yang terlibat dalam menangani kependidikan dan sekolah,” ujarnya.

Senin, 07 September 2009

Ajukan Dua Nama Calon Ketua Dewan




Foto : (1) S.Akbar Abas, (2) Agung Supriyono, (3) Kholiq. (dok. PrigiBeach.com)

Setelah melalui pembicaraan yang cukup alot, akhirnya terbentuk juga fraksi-fraksi Dewan. Sejak awal PDIP dan PKB tidak mau berkoalisi demi memperbesar jumlah kursi dari delapan dan tujuh kursi menjadi 15 kursi. Kedua Partai ini memilih membentuk fraksi sendiri, bersama empat fraksi lainnya yang terbentuk pada Jum’at (4/9) yang lalu.

Enam fraksi di DPRD Trenggalek ialah F-PDIP, F-PKB, F-PKS (PKS dan PPP), F-Demokrat (Demokrat dan PDP), Fraksi Karya Nasional (Golkar dan PKNU) serta Fraksi Amanat Patriot Rakyat Indonesia (F-APRI) terdiri dari empat partai yaitu PAN, Patriot, PPRN dan PKPI. Dengan demikian jumlah para anggota masing-masing fraksi, 8 orang di F-PDIP, 7 orang di F-PKB, 6 orang di F-PKS, 6 orang di F-Demokrat, 8 orang masing-masing di F-KN dan F-APRI.

“Sesuai persyaratan bahwa jumlah anggota fraksi minimal sama dengan jumlah komisi. Karena komisi ada empat, maka jumlah fraksi minimal juga ada empat orang,” ucap Wakil Ketua Sementara DPRD Trenggalek Kholiq.Disinggung tentang fraksi di partainya, Kholiq mengatakan jika F-PKB difocuskan sebagai wadah pemberdayaan anggota. “Ini bukanlah alat kelengkapan dewan, jadi kami rasa dengan tujuh orang sudah memenuhi persyaratan, tidak perlu bergabung dengan partai lain,” ucap Kholiq.

Sampai siang kemarin, beberapa pentolan partai masih setengah dalam memberikan penjelasan. “Ya karena dinamikanya dari menit ke menit masih mungkin saja berubah,” ucap Mulyono Ibrahim, yang didapuk sebagai ketua fraksi PKS yang berkoalisi dengan Lamiran, dari PPP. Keputusan PPP untuk bergabung dengan PKS sudah menjadi garis politik di tingkat atas. Sedangkan bagi Puguh Purnomo dari PKPI, dirinya diberi kewenangan untuk menentukan arah perjuangan di tingkatan lokal. “Ya karena saya mencari dari partai lain yang jumlahnya hampir sama, jadi tidak ada dominasi atau mayoritas,” ucap Puguh dari PKPI.

Dalam pada itu wacana tentang Calon Ketua Dewan masih menjadi perbincangan di kalangan Aleg. Sekalipun Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susduk MPR, DPR, DPD, dan DPRD Propinsi/Kabupaten/Kotamadya, seharusnya Ketua Dewan adalah S. Akbar Abas, namun sebagian Aleg merasa perlu adanya kebijakan yang demokratis. Dalam tubuh PDI-P sendiri pun terjadi indikasi adanya “pshy war” antara kandidat, yang mengharapkan agar DPC PDI-P mengajukan dua nama Calon Ketua. Selain Ketua DPC S.Ajbar Abas, mereka menghendaki agar diajukan calon alternatif yaitu Agung Supriyono. Kendati demikian, Abas bersikeras untuk meraih ambisinya menjadi Ketua Dewan periode 2009-2014 dengan dalih Susduk.

PENGUMUMAN LOWONGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM 2009-2010

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
REPUBLIK INDONESIA

P E N G U M U M A N
Nomor : KP.01.03-Mn/490

PENGADAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

TINGKAT PASCA SARJANA (S.2) DAN SARJANA (S.1) UNTUK GOLONGAN III
TAHUN ANGGARAN 2009

Departemen PU Republik Indonesia membuka kesempatan kepada para Pasca Sarjana dan Sarjana bagi yang Berwarga Negara Indonesia baik pria maupun wanita untuk mengikuti seleksi pengadaan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang akan ditempatkan baik di Pusat maupun di Daerah dengan ketentuan :

  1. KUALIFIKASI PENDIDIKAN DAN JUMLAH :

    No.JURUSAN/PROGRAM STUDI
    JUMLAH FORMASI

    Pasca Sarjana (S.2) 42 orang

    1 Teknik Sipil Pengairan 20 orang

    2 Teknik Sipil Jalan 9 orang

    3 Teknik Sipil Konstruksi / Struktur 7 orang

    4 Perencanaan Wilayah Kota 6 orang

    Sarjana (S.1) 499 orang

    1 Teknik Sipil Pengairan 85 orang

    2 Teknik Sipil Jalan 84 orang

    3 Teknik Sipil Konstruksi / Struktur 48 orang

    4 Perencanaan Wilayah Kota 26 orang

    5 Arsitektur 34 orang

    6 Geodesi / Geodinamika 13 orang

    7 Geologi / Geofisika / Geoteknik 9 orang

    8 Teknik Lingkungan 29 orang

    9 Teknik Mesin 7 orang

    10 Teknik Industri 5 orang

    11 Teknik Elektro Arus Lemah 5 orang

    12 Geografi 7 orang

    13 T.Informatika 28 orang

    14 Manajemen Informatika 11 orang

    15 Desain Grafis 2 orang

    16 Statistik 5 orang

    17 Hukum Perdata 20 orang

    18 Ekonomi Akuntansi 27 orang

    19 Ekonomi Manajemen 6 orang

    20 Ekonomi Pembangunan 8 orang

    21 Administrasi Negara 24 orang

    22 Sosial 3 orang

    23 Sosiologi 2 orang

    24 Komunikasi / Publisistik 9 orang

    25 Perpustakaan 2 orang

  2. PERSYARATAN UMUM :

    1. Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani.
    2. Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
    3. Tidak sedang terikat perjanjian / kontrak kerja dengan instansi pemerintah / swasta lain.
    4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai CPNS / PNS / Anggota TNI / Polri, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta.
    5. Tidak berkedudukan sebagai CPNS / PNS / Calon Anggota TNI / Polri serta Anggota TNI / Polri.
    6. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Republik Indonesia.
    7. Minimal mengerti / mengetahui penggunaan dasar komputer (microsoft office) dan internet (browsing & surat elektronik)
  3. PERSYARATAN KHUSUS BAGI PELAMAR UMUM :

    1. Berijazah Pasca Sarjana (S2) dan atau Sarjana (S1) dari Perguruan Tinggi Negeri / Perguruan Tinggi Swasta yang telah mendapat akreditasi (minimal B) atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional, dengan persyaratan Indek Prestasi Komulatif (IPK): untuk S1 minimal 2,75 (dua koma tujuh lima), dan S2 minimal 3,25 (tiga koma dua lima). Bagi pelamar berpendidikan S.2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S.1.
    2. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
    3. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil test kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku yang diterbitkan pada tanggal 1 Oktober 2008 atau sesudahnya. Hasil Test yang diperbolehkan untuk dilampirkan adalah sebagai berikut :
      • EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA dengan nilai minimal : 450 untuk S.1 dan 475 untuk S.2.
      • TOEFL Ò IBT (Internet Base TOEFL) yang diterbitkan oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan nilai minimal 53 untuk S.1 dan 64 untuk S.2.
      • IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) 4.5 untuk S.1, dan 5.5 untuk S.2.
    4. U s i a :
      • Tidak lebih dari 28 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir pada 1 Desember 1981 atau sesudahnya) untuk tingkat Sarjana (S1).
      • Tidak lebih dari 30 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir pada 1 Desember 1979 atau sesudahnya) untuk tingkat Pasca Sarjana (S2).
  4. PERSYARATAN KHUSUS BAGI PEGAWAI TIDAK TETAP (PTT) DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM :

    1. Merupakan pegawai yang tercatat dalam Database Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Bagi pegawai yang tidak tercatat, maka secara otomatis diperhitungkan sebagai pelamar umum.
    2. Berijazah Pasca Sarjana (S.2) dan atau Sarjana (S.1) dari Perguruan Tinggi Negeri / Perguruan Tinggi Swasta yang telah mendapat terakreditasi atau dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang telah mendapat pengesahan dari Departemen Pendidikan Nasional. Bagi pelamar berpendidikan S.2 wajib melampirkan ijazah dan transkrip nilai jenjang S.1.
    3. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan formasi yang tersedia yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
    4. Menguasai bahasa Inggris dengan baik (lisan dan tulisan) yang dibuktikan dengan hasil test kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku yang diterbitkan pada tanggal 1 Oktober 2008 atau sesudahnya. Hasil Test yang diperbolehkan untuk dilampirkan adalah sebagai beriku :
      • EPT yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA dengan nilai minimal : 450 untuk S.1 dan 475 untuk S.2.
      • TOEFL Ò IBT (Internet Base TOEFL) yang diterbitkan oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF) dengan nilai minimal 53 untuk S.1 dan 64 untuk S.2.
      • IELTS yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Australia (IDP) 4.5 untuk S.1, dan 5.5 untuk S.2.
      • TOEFL Prediction dari Perguruan Tinggi Negeri dengan nilai : 450 untuk S.1 dan 475 untuk S.2.
    5. Berusia tidak lebih dari 35 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 (lahir pada 1 Desember 1974 atau sesudahnya) untuk tingkat Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S.2).
    6. Telah bekerja sebagai pegawai tidak tetap sebelum 1 April 2007 yang dinyatakan dengan Surat Keterangan dari Sekretaris Satminkal / Direktur / Kepala Biro / Kepala Pusat di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.
  5. PENDAFTARAN :

    1. Proses pendaftaran Pelamar dapat dilihat melalui Website Departemen Pekerjaan Umum di http://www.pu.go.id.
    2. Bagi Pelamar yang telah melakukan pendaftaran dan secara system dinyatakan memenuhi syarat maka akan diberikan nomor berkas yang harus dicetak. Berkas tersebut untuk selanjutnya dikirimkan bersama persyaratan lain yang ditentukan.
    3. Periode Pendaftaran online dibuka mulai tanggal 3 s.d. 30 September 2009.
    4. Kelengkapan Berkas dapat dikirimkan setelah mendaftar secara online dan mendapatkan No. Berkas dan telah diterima panitia paling lambat tanggal 5 Oktober 2009 jam 15.00
    5. Pengiriman Berkas hanya melalui Kotak Pos 541 JKTM 12700 dan ditujukan kepada :

      Ketua Panitia Pengadaan CPNS 2009
      Departemen Pekerjaan Umum
      Kotak Pos 541
      JKTM 12700

    6. Kelengkapan lamaran bagi Pelamar Umum
      1. Hasil cetak Nomor Berkas sesuai yang diperoleh pada saat pendaftaran secara online, dibubuhi meterai dan ditandatangani.
      2. Dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa :
        1. Fotocopy ijazah S.2 atau S.1 berikut transkrip dari Perguruan Tinggi Negeri / Swasta yang sudah dilegalisir sesuai persyaratan :
          • Universitas / Institut, oleh Rektor / Dekan / Pembantu Dekan Bidang Akademik.
          • Sekolah Tinggi, oleh Ketua / Pembantu / Ketua Bidang Akademik.
          • Ijazah yang diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Luar Negeri oleh Pejabat yang berwenang di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
        2. 1 (satu) Duplikat / fotocopy legalisir Sertifikat Tes Kemampuan Bahasa Inggris sesuai persyaratan.
        3. 3 (tiga) lembar pas photo ukuran 3 x 4 cm (berwarna) dan nama pelamar dituliskan di bagian belakang.
        4. Fotocopy KTP yang masih berlaku.
        5. Fotocopy Akte Kelahiran.
        6. Surat Pernyataan yang bersangkutan bersedia ditempatkan di seluruh daerah di Indonesia.
        7. Surat Pernyataan bersedia membayar ganti rugi pengunduran diri (bagi yang diterima dan mengundurkan diri) sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) bermeterai Rp. 6.000,- sesuai dengan contoh dalam website.
        8. Khusus PTT dilengkapi dengan Surat Pernyataan dari Sekretaris Satminkal / Direktur / Kepala Biro / Kepala Pusat terkait dan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas..
      3. Berkas lamaran disusun rapi dalam map snelhecter dan dimasukkan dalam amplop berwarna coklat. Warna Map untuk pelamar umum : S.1 (kuning), S.2 (biru). Untuk Pegawai Tidak Tetap : S.1 (merah), S.2 (coklat).
      4. Cantumkan informasi pelamar pada amplop (disediakan oleh sistem pada saat selesai pendaftaran online).
      5. Berkas lamaran yang tidak lengkap atau terdapat perbedaan data antara database pelamar dengan berkas yang disampaikan akan dinyatakan tidak memenuhi syarat

  6. PENDAFTARAN :

    Berikut adalah Tahapan dan Jadwal Seleksi dalam Pengadaan PNS Departemen PU Tahun 2009 :

    No.
    TAHAPAN / JADWAL SELEKSI
    TANGGAL

    1 Pendaftaran secara Online 3 – 30 Sept 2009

    2 Penerimaan Berkas 3 Sept – 5 Okt 2009

    3 Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi 11 Okt 2009

    4 Pengambilan Tanda Peserta Ujian 14– 16 Okt 2009

    5 Ujian Tertulis 17 Okt 2009

    6 Pengumuman Hasil Test 24 Okt 2009

    7 Pemberkasan Ulang 26 Okt – 6 Nov 2009

    8 Penyampaian secara simbolis SK CPNS 2009 3 Des 2009

    Seleksi dilakukan dengan tahapan (sistem gugur) sebagai berikut :

    1. Seleksi Administratif dengan melihat pemenuhan persyaratan di atas, dan yang tidak memenuhi persyaratan akan gugur. Hanya mereka yang dinyatakan lulus seleksi administratif yang akan dipanggil untuk mengikuti ujian tulis melalui pengumuman di website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.
    2. Bagi pelamar yang lulus Seleksi Administratif diharuskan untuk mengambil Tanda Peserta Ujian, waktu dan lokasi pengambilan Tanda Peserta Ujian akan ditentukan kemudian.
    3. Tanda Peserta Seleksi Ujian Tertulis diambil sendiri oleh calon peserta (tidak dapat diwakilkan) dengan membawa dokumen asli berupa: ijazah, Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris, transkrip nilai dan akte kelahiran untuk diperlihatkan kepada panitia.
    4. Ujian tertulis meliputi Test Pengetahuan Umum (TPU) yang terdiri dari : Pengetahuan Ke-PU-an, Bahasa Indonesia, Pancasila, Tata Negara, Sejarah dan Kebijakan Pemerintah. Test Bakat Skolastik (TBS), Pengetahuan Khusus/Substansi, Test Skala Kematangan (TSK). Waktu dan lokasi Ujian Tertulis akan ditentukan kemudian. (**tambahan: lihat di www.cpnsonline.com)
    5. Hasil Ujian tulis akan diumumkan melalui website Departemen Pekerjaan Umum dan papan pengumuman Departemen Pekerjaan Umum.
  7. LAIN-LAIN :

    1. Seleksi masuk Calon Pegawai Negeri Sipil Departemen Pekerjaan Umum tidak dipungut biaya.
    2. Departemen PU tidak bertanggungjawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum – oknum yang mengatasnamakan Departemen Pekerjaan Umum atau Panitia sehingga peserta diharapkan tidak melayani tawaran – tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai Calon PNS.
    3. Panitia membuka jalur pelayanan telephone (hotline) bagi para pelamar pada hari dan jam kerja (3 s.d. 30 September 2009, Senin – Jumat, 09:00 – 15:00 WIB) :

      Persyaratan Administratif
      Sistem Online

      0857 163 55447 (Sdri. Wenny)
      0857 163 55448 (Sdri. Dewi)
      0857 163 55449 (Sdr. Sam)

    4. Lamaran tanpa nomor berkas lamaran dianggap tidak berlaku dan tidak akan diperiksa oleh panitia. Panitia hanya memeriksa 1 (satu) berkas lamaran untuk 1 (satu) Nomor Berkas.
    5. Surat Keterangan Kelulusan / Ijazah sementara dapat diterima, dengan syarat Pelamar dapat menyertakan Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Pimpinan Universitas yang menyatakan bahwa pihak Universitas sudah dapat mengeluarkan ijazah asli yang bersangkutan pada saat yang bersangkutan mengambil Nomor Peserta Ujian. Bagi Pelamar yang tidak dapat menunjukkan Ijazah asli, maka yang bersangkutan tidak dapat mengambil Nomor Peserta Ujian.
    6. Bagi Pelamar lulusan luar negeri harap melampirkan konversi transkrip nilai yang disahkan oleh Ditjen Dikti Depdiknas.
    7. Berkas lamaran yang dikirimkan kepada Departemen Pekerjaan Umum sebelum pengumuman Pengadaan PNS Tahun 2009 dianggap tidak berlaku.
    8. Berkas lamaran yang diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar.
    9. Hal – hal lain yang berkaitan dengan pengadaan dan seleksi PNS Departemen Pekerjaan Umum Tahun 2009 dapat dilihat pada website Departemen PU (http://www.pu.go.id) dan para pelamar disarankan untuk terus memonitor perkembangannya.

Jakarta, 3 September 2009
A.N MENTERI PEKERJAAN UMUM
Sekretaris Jenderal
ttd
Ir. AGOES WIDJANARKO, MIP
NIP. 110023320


Minggu, 06 September 2009

Proses Reformasi Hukum Harus Tetap Dilakukan

Sabtu, 5 September 2009 | 03:09 WIB

Jakarta, Kompas - Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2009-2014 semestinya dapat semakin baik dalam segi penegakan hukum. Sebab itu, proses reformasi bidang hukum harus tetap dilakukan.

Hal itu mengemuka dalam diskusi ”Pemerintahan, Kepastian Hukum dan Akses untuk Keadilan” yang diadakan Strategic Asia di Jakarta, Kamis (3/9). Diskusi dibuka Managing Director Strategic Asia Satish Mishra, menghadirkan praktisi hukum Todung Mulya Lubis dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie sebagai narasumber.

Mulya mengakui mafia peradilan yang masih saja ada di Indonesia. Mafia peradilan ini bisa terjadi di tingkat mana pun dan melibatkan banyak pihak. ”Indeks persepsi korupsi di Indonesia kini adalah 2,9. Korupsi masih menjadi persoalan di Indonesia. Fakta ada persoalan dalam izin bisnis dan birokrasi menunjukkan hal ini,” kata Mulya.

Mulya berpendapat, tantangan kebijakan utama pada masa pemerintahan mendatang, di antaranya, adalah memberantas korupsi serta harmonisasi hukum dan perundangan di tingkat pusat dan daerah.

Jimly berpendapat, demokrasi tak akan tumbuh tanpa penegakan hukum. Karena itu, Indonesia harus meningkatkan sistem peradilan. ”Yang terpenting adalah memodernisasi institusi peradilan,” katanya.

Ia mengemukakan ide untuk mereformasi peradilan secara radikal. Langkah radikal itu berkaca dari sistem yang ada di pengadilan saat ini sehubungan banyaknya kasus yang masuk setiap tahun. Dia mencontohkan, setiap tahun Mahkamah Agung (MA) menerima 20.000 perkara. Dengan perkara sebanyak itu, tak ada jaminan untuk menyelesaikan dengan cepat meski MA menambah jumlah hakim agung.

Jimly menyebutkan, jika manajemen dan sistem penanganan perkara tak direformasi, masalah yang muncul akibat menumpuknya perkara terus terjadi. Salah satu solusi yang patut dipikirkan adalah memberi pengadilan tinggi kewenangan yang besar, seperti model desentralisasi. (IDR)

Razia Hotel, Tiga Pasangan Mesum Digaruk

Foto: Tiga pasangan mesum saat didata petugas (Dok.PrigiBeach.Com)

Trenggalek, Memo

Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, anggota Reskrim Polres Trenggalek merazia hotel-hotel yang di indikasi sebagai ajang mesum, rabu (5/9). Rasia dimulai pukul 21.00 wib dengan sasaran awal Hotel Widowati yang berada di Jalan Soekarno- Hatta, petugas menggeledah satu persatu kamar.

Hasilnya, petugas memergoki tiga orang pasangan tanpa memakai celana dalam. Tentu saja kedatangan petugas membuat ketiga pasangan mesum itu panik. "Mana celana dalamku..Mana celana dalamku," teriak sang perempuan. Setelah didata diketahui ketiga pasangan tersebut bernama Dwt. (35) Paguyangan Brebes Jateng bersama En. (35) Su. Ponorogo, AW (26) Desa Pandean Kecamatan Dongko bersama Nn. (23) Kecamatan Kromengan Malang, AW (26) Desa Jambu Kecamatan Tugu bersama Dv (20) Desa Pule Kecamatan Pule.

Petugas langsung memeriksa identitas ketiga pasangan. Saat ditanya surat nikah, tak bisa menunjukkannya. Akhirnya petugas menggelandangnya ke Polres Trenggalek untuk dilakukan pemeriksaan. Kemudian petugas melanjutkan ke Hotel Hayam Wuruk dan Hotel Gotong Royong, namun tidak di temukan pasangan mesum.

Usai memimpin Razia, Aiptu Khoiril Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Trenggalek mengatakan, razia ini bertujuan untuk mencegah perbuatan mesum di bulan Ramadhan. "Tujuannya agar bulan Ramadhan ini benar-benar terhindar dari kegiatan portitusi dan mesum, kami berjanji akan terus melakukan razia di hotel-hotel yang kerap dijadikan ajang mesum”, jelasnya.(Haz)

Catatan CahNdeso:
Mulane toooo....ra sah reno-reno. Yen wis kegaruk ngono ki, njur piye? Ijab Sirri wae...?

Melestarikan Budaya Bukan Perbuatan Syirik


Selokondo – Batu yang kini berada di pinggiran sungai Tawing ini juga termasuk benda “misteri” yang memuat cerita legenda (Dok. PrigiBeach.com)


Hardjo Soewoto, sedang asyik memainkan rebab (Dok. PrigiBeach.com)
  • Ada Terowongan Mistis ‘Hubungkan’Munjungan-Ponorogo
“Nguri-uri budaya Jawa bukanlah perbuatan syirik. Budaya Jawa merupakan aset tradisional yang harus terus dipertahankan eksistensinya demi lebih memperkaya budaya nasional yang menjadi identitas bangsa”, ujar Hardjo Soewoto (76), budayawan Trenggalek yang berdomisili di desa Tawing kecamatan Munjungan, Trenggalek, saat berbincang-bincang di sanggarnya kemarin. Sanggar itu juga merupakan tempat tinggal lelaki sepuh yang sampai kini masih kelihatan enerjik.

Seniman serba bisa ini memiliki seorang istri dan 9 anak, tampak begitu gairah ketika berbicara ihwal kesenian. Dia mengaku berolah seni sejak kecil. Sejak usia sembilan tahun dia sudah pintar menabuh kendang. Bakat musik tradisional diperoleh secara alami dan otodidak, selain sebagai warisan orang tuanya.

“Meski saya tak pintar not-notan (notasi/red), saya bisa menciptakan lagu dan cukup paham gending-gending Jawa jenis slendro, pelhog mau pun kreasi baru. Bahkan gending berirama Sunda pun saya senang”, tuturnya tanpa niat takabur.

Sebagai budayawan terpandang di seputar daerahnya, Soewoto merasa berkewajiban untuk mempertahankan eksistensi kesenian Jawa. Untuk itulah, didukung oleh putra-putri dan menantu-menantunya, dia senantiasa memelihara budaya Jawa, dimulai dari lingkungan terdekatnya sendiri. Sebagai budayawan dia pun tak bersikap fanatik terhadap kesenian yang bukan menjadi keahliannya. Buktinya, dalam perkumpulan Paranida yang diasuhnya, juga dikembangkan musik dangdut dan campur sari modern, yang sudah menyentuh wilayah modernisasi.

Dia juga menghargai orang-orang yang percaya pada hal-hal yang bersifat mistis. Bahkan dengan cukup lancar Soewoto mampu merinci sejumlah titik “mistisisme” yang ada di desa Tawing dan sekitarnya. Seperti "Selokondo" yang terletak di dekat dam air, misteri di seputar Gunung Kembar yang konon menyimpan banyak “keistimewaan”, Watu Pecah di pesisiran Ngampiran, dan lain-lain.

Di sekitar Gunung Kembar, ujar dia, terdapat misteri balutan emas dan arca, bagi yang percaya bisa dilihat setelah melakukan upacara ritual. Di Watu Pecah dipercaya oleh sebagian orang sebagai tempat wingit, yang bisa dimintai tolong untuk niat-niat jahat. “Di tempat itu, kata yang mempercayai, ada terowongan mistis yang menembus sampai ke Ponorogo. Tentu saja yang berminat sebelumnya harus melakukan berbagai persyaratan”, kata Hardjo Soewoto, pencipta tari Tarik Jaring, sebuah tari yang sangat dikenal oleh warga Munjungan dengan wajah sumringah.


HUT Polwan 2009, Bagi-bagi Tajilan


Peringatan HUT ke-61 Polwan yang bertepatan dengan bulan Ramadhan dimanfaatkan oleh para Polwan Polres Trenggalek untuk membagikan 300 Tajil kepada pengendara di seputar alon-alon dan Buka bersama dengan murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Bhayangkara Trenggalek.


"Kami ingin momentum peringatan ulang tahun Polwan tahun ini lebih bermakna kesederhanaan dan sosial masyarakat," kata Waka Polres Trenggalek, Kompol Titik Sumarni kepada wartawan di sela-sela pembagian tajilan, di seputaran Jalan Pemuda , Selasa (1/9) Titik Sumarni menjelaskan tajil tersebut dibagikan kepada seluruh pengendara yang lewat seputar alon-alon Trenggalek. Alasannya setiap pengendara yang lewat bisa ikut menikamati menu pembuka puasa ini dan pada umumnya para pengendara menjadi pihak yang dilupakan oleh pihak lain saat memperingati hari jadi atau hari ulang tahun.


Titik Sumarni di dampingi 13 Polwan Polres Trenggalek berharap dengan pemberian menu tajilan dan buka puasa bersama dengan murid SLB Bhayangkara, makna hari Polwan menjadi berarti apalagi saat ini adalah ramadhan.


Catatan CahNdeso :


Selamat Ulang Tahun, Ya Bu...semoga panjang umur, murah rejeki, sehat wal affiat, dan selalu disayang oleh Allah.


Sabtu, 05 September 2009

Jalan "Lor Kali" Desa Sukowetan Akhirnya Diaspal






Jalan desa di depan rumahku sudah mulai diaspal tiga hari yang lalu. Tapi malam ini belum sampai di lingkungan tempatku tinggal. Jalan ini, dahulu hanyalah jalan setapak (kata mbok-ku ketika bercerita dulu), kemudian tahun 80-an mulai dilebarkan, dipasang batu makadam. Kemudian tahun 2003, waktu jalur seberang "kidul kali" di desaku diaspal, kami yang tinggal di jalur "lor kali" menuntut pada Pemdes untuk berlaku adil.

Dalam kenyataannya, memang warga "lor kali" merasa dianak-tirikan oleh pihak penguasa desa selama masa orde baru itu. Setiap ada pembangunan fisik mulai dari MCK, tandon air, hingga rumah ibadah dan sarana-prasarana infrastruktur lainnya, pihak penguasa desa mengutamakan wilayah "kidul kali", yang nota bene banyak bertempat tinggal warga perangkat, kades, PNS dan tokoh-tokoh desa. Begitulah, yang dirasakan oleh kebanyakan warga "lor kali" di mana aku juga bertempat tinggal.

Tahun 2003 generasi reformasi di desaku "unjuk gigi", mereka berdemo. Aku waktu itu juga ikut mendukung mereka, tapi dengan catatan, bahwa yang kulakukan hanya demi "tut wuri handayani", agar aku bisa mengendalikan ledakan emosi masyarakat. Hasil dari "demo", pihak Pemkab turun tangan, dan terjadilah negosiasi, pengaspalan jalan untuk "kidul kali" tetap dilaksanakan tapi jalan di "lor kali" yang menghubungkan desa kami (Sukowetan) dengan desa Sumberingin, desa Jatiprahu, desa Mlinjon tembus sampai desa Karangan, akan diberi makadam lapisan kedua. Kami setuju, dealnya, setelah dimakadam akan segera di aspal. Akhirnya, jadilah awal September ini, jalan tersebut diaspal.

Dana yang diglontorkan oleh Pemkab menurut informasi dari direktur CV KJ yang aku temui berkisar antara Rp.487 juta dengan garapan sepanjang lebih kurang 2.500 meter lebar 3 meter. Namun informasi dari temanku di Bina Marga lebarnya 3,40 meter. Jika lebarnya sesuai dengan makadam, maka yang benar lebar jalan yang harus diaspal adalah 3,40 meter. Dan menurutku ini adalah sesuai dengan RAB yang diinformasikan temanku.

Faktanya, aspal jalan ternyata hanya 3 meter, sehingga "berem" jalan tidak tertutupi aspal. Teman-teman RT dan tokoh masyarakat memperbincangkan hal ini. Sementara kualitas garapanpun sangat rendah. Ketika aku konfirmasikan dengan pihak pelaksana (langsung pada Direktur CV KJ), lebar aspal memang dikurangi, namun panjangnya ditambah sehingga kalau dikalkulasi panjang kali lebarnya akan sesuai dengan volume fisik garapan dalam RAB.

Yaaaa...aaah, apa bisa ya? Maksudku, apa bisa merubah akad kontrak kerja yang sudah ditandatangani? Kalau tidak bisa, buktinya banyak terjadi, konstruksi bangunan gedung pemerintah yang tidak sesuai dengan RAB. Alamak....apa daya, daku hanya kawula alit, yang tidak mengerti prosedur dan tatakrama dalam sistem lelang bangunan fisik di daerah ini. Nasib-nasib-nasiiiiii..iib....

Truck Nyungsep Parit, Sopir Ngantuk


Foto: Truck yang nyungsep (Hamzah)

Trenggalek, Memo

Diduga akibat ngantuk sebuah truck sarat bermuatan getah pinus nopol AE 8092 UY Jum'at (4/9) sekitar pukul 9:15 wib masuk ke parit, di jalan raya Durenan arah Trenggalek tepatnya di desa Kendalrejo Kecamatan Durenan. Meskipun tidak memakan korban kejadian ini mengakibatkan sopir truck Abdul Kholik (50) warga Pujon Malang mengalami luka ringan dan memar di bagian kepala.

Kejadian bermula ketika truck yang dari arah timur dengan kecepatan sedang, dari arah berlawanan ada kendaraan yang mendahului kendaraan lainnya, mungkin akibat dirinya kaget Abdul Kholik tidak bisa menguasai kemudinya dan membanting stir kearah kiri, hingga kendaraannya masuk ke parit, namun sebelumnya truck sempat menabrak tumpukan material yang berada di badan jalan.

“Saya tahu-tahu ada kendaraan dari depan menyalip karena dalam kondisi mendadak saya banting stir dan masuk ke parit”, terang Abdul Kholik yang juga mengeluhkan banyaknya metrial proyek yang di taruh di badan jalan tanpa peduli keselamatan pengguna jalan.

Kejadian disiang bolong ini sempat membuat jalur Durenan arah Trenggalek mengalami macet beberapa saat, karena getah pinus yang diangkut tumpah membasahi jalan , sehingga membuat jalan licin. Akibat kejadian ini kerugian ditaksir puluhan juta rupiah serta keterlambatan pengiriman getah pinus yang rencana akan dikirim ke Pabrik Gondorukem Trenggalek.(Haz)


Jumat, 04 September 2009

Galaksi Andromeda Telan Bintang Kecil


Galaksi Andromeda tampaknya membesar dengan menelan bintang-bintang dari galaksi lain,


LONDON, KOMPAS.com-Galaksi Andromeda tampaknya membesar dengan menelan bintang-bintang dari galaksi lain, demikian hasil penelitian.

Ketika sebuah tim ilmuwan memetakan Andromeda, mereka menemukan bintang-bintang yang mereka katakan merupakan "sisa-sisa galaksi kerdil". Para Astronom melaporkan temuan mereka di jurnal Nature.

Mengonsumsi bintang-bintang sudah pernah diperkirakan sebelumnya namun tim survei ini menyediakan rincian gambar untuk menunjukkan hal itu terjadi. Gambar itu menunjukan "model hirarkis" pembentukan galaksi sedang berjalan.

Model itu memprediksi bahwa galaksi besar akan dikelilingi sias-sisa galaksi lebih kecil yang mereka konsumsi. Kalangan ilmuwan memetakan pinggiran Andromeda secara rinci untuk pertama kali.

Pauline Barmby, astronom dari Universitas Western Ontario yang terlibat dalam studi ini, mengatakan kepada BBC bahwa pola orbit bintang itu mengungkapkan asalnya. "Andromeda begitu dekat sehingga kita dapat memetakan semua bintang," katanya. Andromeda, yang diperkirakan jauhnya 1,5 juta tahun cahaya dari bumi kini terus membesar.

ONO
Sumber : BBC

Surat Edaran Mendagri Berpotensi Rugikan Negara

Jumat, 4 September 2009 | 03:19 WIB

Jakarta, Kompas - Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 555 Tahun 2009 dinilai berpotensi merugikan keuangan negara triliunan rupiah. Surat edaran ini juga dinilai melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan.

Penilaian itu disampaikan Koalisi Gerakan Tuntut Pengembalian Tunjangan (Gugat), yang terdiri dari Indonesia Budget Center (IBC), Initiative Institute, Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesia Parliamentary Center (IPC), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Transparency International Indonesia (TII), Kamis (3/9) di Jakarta. Mereka mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur Menteri Dalam Negeri Mardiyanto karena surat edaran (SE) itu dipandang melampaui kewenangannya dan mengantarkan Presiden pada posisi yang berbahaya.

Pada 18 Agustus 2009, Mendagri mengeluarkan SE kepada gubernur, bupati, dan wali kota. Inti SE Nomor 555/3032/SJ yang ditandatangani Mardiyanto adalah untuk membatalkan ketentuan dalam SE yang dikeluarkan sebelumnya, Nomor 700/08/SJ tertanggal 5 januari 2009.

Fahmi Badoh dari ICW membeberkan isi SE Mendagri Nomor 700/08/SJ poin 3 yang menyebutkan, Apabila sampai batas waktu yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2007 dan Peraturan Mendagri Nomor 21 Tahun 2007, pimpinan dan anggota DPRD yang belum juga melunasi penyelesaian pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif (TKI) dan Bantuan Penunjang Operasional (BPO) akan dilimpahkan ke aparat penegak hukum.

”Hingga kini banyak anggota DPRD yang belum mengembalikan dana TKI dan BPO ini. PP No 21/2007 mensyaratkan pengembalian paling lambat satu bulan menjelang habis masa jabatan. Jika tidak, anggota DPRD yang belum mengembalikan akan dikenai sanksi pidana. Tetapi, justru di SE Mendagri No 555/2009, sanksi pidana ditiadakan. Ini pelanggaran hukum karena tidak menempatkan SE semestinya,” kata Fahmi.

Fahmi mengatakan, SE Mendagri itu melanggar PP No 21/2007, Permendagri No 21/2007, dan UU No 10/2004. ”SE Mendagri tidak termasuk dalam jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia, seperti dimaksud UU No 10/2004. SE tidak punya kekuatan hukum, apalagi jika melanggar aturan hukum di atasnya,” jelasnya.

Arif Nur Alam dari IBC menjelaskan, SE Mendagri No 555/2009 bisa mengakibatkan negara mengalami kerugian. ”Setiap tahun negara dirugikan Rp 1,4 triliun. Kalau selama tiga tahun, negara rugi Rp 5,84 triliun. Ini legalisasi korupsi dan berpotensi membuat kerugian negara yang sangat besar,” kata dia.

Arif dan Fahmi mencurigai ada tekanan politik di balik keluarnya SE Mendagri No 555/2009. ”Kami mendengar kabar, DPRD melakukan tekanan politik ke Presiden,” kata Fahmi. (vin)

Dewan "Baru" Juga Soroti Pasar Agrobis di Kampak


Trenggalek, Memo

Dewan periode 2009-2014 ternyata juga menyoroti pembangunan pasar Agrobis Kampak. Terutama menyangkut anggaran Rp. 600 juta muncul di APBD dan PAK, tahun 2008 dan 2009. “Seperti ini jelas tidak benar. Saya pikir ini tidak perlu dianggarkan kalau dari awal saja sudah salah. Jangan dikira kalau sudah dianggarkan kemudian bisa dicairkan, karena itu menyalahi aturan. BPK atau badan pemeriksa keuangan pasti juga menyalahkan,” ucap Agung Supriyono, anggota dewan dari PDI-P.

“Jadi sudah jelas, besarnya anggaran yang dikeluarkan pemkab untuk membiayainya terkesan proyek ini dipaksakan. Kalau pengerjaannya menyalahi aturan, justru masyarakat yang dirugikan. Karena itu saya harapkan segera ada solusi untuk menangani masalah ini, sehingga pasar juga segera bisa dimanfaatkan. Tidak hanya anggaran Rp 600 juta untuk pendampingan pasar Agrobis, yang sedianya untuk membayar pengurugan yang sudah dilaksanakan tahun lalu, dalam PAK kemarin juga ada pengajuan anggaran Rp 150 jutaan untuk kebutuhan kelistrikan di pasar tersebut,” harap Agung.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Kebersihan Trenggalek, Ekanto mengatakan, dari anggaran Rp 600 juta tersebut, direncanakan untuk pengembangan pembangunan pasar. Tidak untuk penambahan los pasar, tapi untuk perluasan areal parkir kendaraan. “Untuk pengurugan kami tidak mengajukan. Termasuk di PAK kemarin tidak dianggarkan. Untuk pengurugan ini dulu bukan bidang saya yang menangani,” ujar Ekanto.

Bulan lalu Bupati Trenggalek H. Soeharto mengatakan, memang ada yang salah dengan pengerjaan pengurugan pasar Agrobis.Namun pengurugan tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab, pemkab mengejar anggaran Rp 1,3 miliar dari pemerintah pusat untuk pembangunan pasar tersebut. “Yang penting pasar ini bermanfaat untuk masyarakat,dan tidak ada yang disalahi, atau tidak ada kerugian negara,” ujar H. Soeharto beberapa waktu lalu. (Haz)

Kamis, 03 September 2009

Gaji Pertama Dewan Cair

Foto: Ir. Machfudz Effendi, M.S.i.

Trenggalek Memo

Sekretaris DPRD Trenggalek Drs. Machfud Effendi, M.Si. menjelaskan bahwa anggota legeslatif periode 2009-2014 telah menerima gaji pertama mereka hari Rabu (2/9) lalu. “Dari 45 anggota dewan, sampai hari ini yang sudah ambil gaji baru 41 orang. Rata-rata gaji mereka lebih dari Rp. 4 juta bagi yang masih bujangan, sedang sudah berkeluarga ditambah dengan tunjangan keluarga, ini tergantung dari jumlah anak” ujar pria mantan Bawas itu. Gaji aleg dengan dua anak dan seorang istri minimal Rp 4.405.900. terdiri uang representatif Rp 1,5 juta, tunjangan jabatan Rp 2.263.750, uang paket Rp 157.500, tunjangan keluarga Rp 157.500, dan tunjangan beras Rp 109.200. “Total gaji untuk seluruh dewan Rp 192.961.350,” ucapnya.

Sementara itu, masyarakat Trenggalek yang “menggaji” mereka, sama sekali belum menikmati hasil kinerja Anggota Dewan tersebut, karena sampai kemarin mereka belum bisa bekerja sebab alat kelengkapan dewan belum terbentuk.

Gaji dewan masih akan bertambah jika sudah membentuk alat kelengkapan, seperti komisi, panitia anggaran, badan kehormatan dan sebagainya. Bagi yang menjabat di alat kelengkapan dewan, bakal mendapat tunjangan. “Semakin banyak menjabat di kelengkapan dewan maka semakin besar pula tunjangannya,” kata Machfud. Anggota Dewan digaji berdasarkan PP nomor 24 tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD.(Haz)

Catatan CahNdeso:

Alhamdulillah......semoga barokah dan bermanfaat bagi keluarga Aleg, dan membawa karomah bagi partai mereka. Bagi seluruh warga Trenggalek, mari kita senantiasa bermunajad semoga Aleg pilihan kita lebih berkualitas dari yang lalu, serta mampu memberikan produktivitas yang menyentuh kebutuhan kawula alit, dan berpihak pada kaum teraniaya ini.


Rabu, 02 September 2009

Proyek Ruwet, Masyarakat Resah



Foto : Jalan licin, bahaya mengancam pemakai jalan


Proyek pembangunan saluran pembuangan air dan makadam sepanjang jalan Kampak – Munjungan mulai dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan, pasalnya sejak proyek itu mulai dikerjakan dampaknya kondisi jalan lama yang menjadi hancur, aspal jalan tertutup lumpur tebal, setiap turun hujan jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.

Jalan yang sebelumnya terbilang tidak cukup lebar malah menjadi semakin sempit oleh gundukan tanah itu, seperti diungkapkan salah seorang pengguna jalan yang tengah melintas, Sobirin (25) warga kecamatan Munjungan ini mengaku sangat terganggu ketika melintasi jalan, yang pinggirannya ikut terpakai untuk menyimpan tanah hasil pengerukan dan material.

Hal senada diungkapkan Puryono tokoh pemuda setempat, harusnya pihak pengelola tidak hanya memikirkan untungnya saja, namun keselamatan pengguna jalan harus terpikir. Masalahnya jalan ini sebagai satu-satunya urat nadi perekonomian masyarakat Munjungan, kalau kondisi jalan tetap begini tidak menutup kemungkinan, para sopir MPU dan warga melakukan aksi protes ke Dinas Binamarga dan Pengairan, jelasnya.

Kondisi parah terjadi di Dusun Jajar Desa Besuki Kecamatan Munjungan yang dikerjakan oleh PT. Wahyu Dwi Tunggal. Saat turun hujan kondisi jalan sangat licin sekali, jalan tertutup lumpur yang terbawa air, hal tersebut menjadi kendala pengguna jalan dan sangat berpotensi menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

SA Dijadikan Tersangka Korupsi Sapi

Trenggalek, Memo

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Trenggalek Fentje E Loway melalui Kepala Seksi Intel Bayu Danarko, SH menegaskan bahwa dugaan penyelewangan dana proyek pengadaan sapi senilai Rp 3,5 M sudah pada tahap penyidikan. Pihaknya menetapkan satu tersangka berinisial SA. Proyek pengadaan sapi pada tahun 2009 masih proses mendengarkan keterangan sejumlah saksi. Sampai hari ini sudah 26 saksi yang dimintai keterangannya, diantaranya adalah panitia pengadaan, kelompok tani, pihak rekanan dan SKPD. Dari keterangan sejumlah saksi tersebut Kejaksaan menarik kesimpulan sementara mengarah ke satu tersangka.

Kemungkinan adanya tersangka lain sangat terbuka, tergantung auditor untuk memperjelas penyelewengan kerugian negara, yakni BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) Jatim. “Rencananya, BPKP datang pada bulan ini,” ungkap Bayu Danarko saat ditemui di kantornya.
Ketika BPKP menemukan penyelewangan, ucapnya, tidak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah. Namun lagi-lagi Bayu belum berani memastikan. “Yang jelas, untuk saat ini baru satu tersangka, yaitu SA yang dianggap melanggar Keppres nomor 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dari Pemerintah. Namun Bayu belum berani memastikan jumlah kerugian. Lihat saja, ketika sudah masuk tuntutan hukum,” ujarnya dengan santai.

Pada Maret 2009, Dinas Peternakan Trenggalek mengadakan lelang proyek pengadaan sapi senilai Rp 3,5 M. Dalam prosesnya, diduga sapi yang diperuntukkan bagi peternak itu menyalahi spesifikasi.

Sementara itu, Kasi Pidsus Janes Mamangkey membenarkan kalau kasus proyek pengadaan sapi masih dalam proses penyidikan. Namun dia enggan berkomentar berapa kemungkinan tersangka dalam kasus ini. “Karena masih dalam proses penyidikan, jadi untuk menentukan tersangka masih perlu waktu lebih lama,” ungkap dia saat di temui di ruang kasi intel.(Haz)

MOU Bagi Hasil Sengon Rakyat dan Perhutani



Untuk mewujudkan kerja sama yang baik dan menguntungkan antara Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Trenggalek, pada Selasa 1 September 2009 bertempat di Gedung Bhawarasa, dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama bagi hasil tebangan sengon rakyat dalam kawasan hutan Negara.

Penandatanganan ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek H. Soeharto, Wakil Bupati Mahsun Ismail S.Ag MM, Administratur KPH Kediri Ir. Priyadi, Asisten Ekonomi Pembangunan dr. Ubaidillah M.Kes serta anggota LMDH di Kabupaten Trenggalek.

Bagi hasil tebangan sengon rakyat tersebut memiliki nilai sebanyak Rp. 270.828.999, yang diserahkan secara simbolis oleh perwakilan LMDH Trenggalek kepada Ir. Priyadi serta disaksikan oleh H. Soeharto. Pada kesempatan tersebut H. Soeharto berharap agar perjanjian kerjasama tersebut benar-benar merupakan “win-win solution” yang menguntungkan kedua belah pihak dan berjalan pada koridor hukum yang ada. Beliau juga menghimbau agar gunung-gunung yang gundul untuk segera diadakan reboisasi, karena tanaman hutan berfungsi sebagai penyangga air agar tidak terjadi banjir di kemudian hari. “Pohon-pohon di kawasan mata air juga harus dijaga kelestariannya, demi menjaga tersedianya sumber air bagi masyarakat,” tutup beliau.

Selasa, 01 September 2009

Dua Pengecer Togel Diringkus


Trenggalek, Memo


Dua tersangka pengecer togel di wilayah hukum Polres Trenggalek sabtu (29/8) di tangkap, yakni Sug. (50) alias Gt. warga Rt 14 Rw 06 Desa Salamrejo Kecamatan Karangan dan seorang ibu rumah tangga yang bernama Mujiatun (51) warga Rt 17 Rw 01 Desa Karangsoko Kecamatan Trenggalek. Keduanya di tangkap saat melayani penombok dan sedang merekap nomor togel di rumahnya, penangkapan keduanya berkat adanya laporan dan pengaduan masyarakat yang sudah resah dengan adanya aktifitas penjualan kupon haram tersebut ke polisi.

Setelah menindak lanjuti adanya laporan, melakukan penyelidikan, tak berapa lama petugas Reskrim Polres Trenggalek berhasil meringkus mereka. Dari tangan kedua tersangka disita duit ratusan ribu rupiah, dua lembar kertas rekap nomor togel, pulpen, dan bundel kupon judi.

Kapolres Trenggalek AKBP Desmawan Putra melalui Kasad Reskrim AKP Saipul Rokhman membenarkan penangkapanya, keduanya akan kami jerat pasal 303 tentang perjudian, terancam hukuman empat tahun penjara, jelasnya.(Haz)

Puncak Prosesi Hari Jadi Trenggalek Ke-815




  • Bupati H. Soeharto dan Istrinya membagikan “udik-udik” senilai Rp.815 ribu


Puncak peringatan Hari Jadi Trenghgalek tahun ini terkesan sederhana namun tetap sakral dan dogmatis dalam nuansa Bulan Suci Ramadhan. Prosesi berlangsung siang hari Senin, (31/08) di Pendapa Trenggalek, serta kirab pusaka mengelilingi alun-alun. Seluruh tamu dan undangan pada acara ini diwajibkan mengenakan pakaian tradisional jawa, begitu juga dengan seluruh dialog pada prosesi menggunakan bahasa jawa.


Prosesi diawali dengan penyerahan pusaka serta bendera kabupaten oleh Bupati Trenggalek H. Soeharto kepada Wakil Bupati Mahsun Ismail S.Ag., MM. untuk diarak mengelilingi alun-alun Trenggalek. Kirab Pusaka diiringi oleh puluhan penabuh rebana berbusana muslim putih-putih. Perwira Kirab, Wabup Mahsun Ismail diikuti para pejabat eselon tiga ke bawah, dengan rute keliling aloon-aloon. Pusaka yang dikirab adalah dua tombak koro welang, tiga songsong tunggul projo, tunggul nogo dan tunggul wibowo. Prasasti Kamulan dan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha juga ditampilkan.


Sebelum memasuki acara puncak prosesi hari ini, kemarin diselenggarakan rangkaian acara. Mulai dari ziarah makam ke makam para leluhur yakni makam Mbah Kawak di Kelurahan Ngantru; makam Minak Sopal di SentonoGedong, Kelurahan Ngantru. Berikutnya ke makam Kyai Kanjeng Jimat di Aryo Ayu, Kecamatan Pogalan;serta ke Pemakaman Sumber. Ziarah ke makam para leluhur dilakukan Bupati Trenggalek Soeharto, para unsur muspida dan pejabatlain, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain ziarah makam, malam hari juga diselenggarakan tahlilan, istighotsah dan diakhiri mocopatan oleh para sesepuh.


Selain semua pejabat dan tokoh masyarakat, hadir pula mantan bupati (1975-1985), mantan bupati Slamet (1990-1995) dan mantan bupati Ernomo (1995-2000). Mantan bupati Mulyadi tak nampak hadir, hanya diwakili istrinya Peny Mulyadi.


Dalam prosesi tetap ada tari gambyong , namun jika biasanya penari mengenakan kemben, maka hari ini penari berpakaian muslimah dengan aurat tertutup. Prosesi berjalan lancar, hingga pada pembacaan sejarah Trenggalek Slamet Rijanto S.Sos MM, sambutan bupati dan terakhir pemotongan tumpeng agung. Kali ini warga yang ketiban potongan tumpeng dari Bupati H. Soeharto adalah pasangan suami istri Muyadi & Mitun warga Desa Sumberdadi mewakili warga Trenggalek. Panitia menyediakan delapan ribu nasi bungkus bagi masyarakat yang mau berbuka bersama. Terakhir Bupati Soeharto menyebar ‘udik-udik’, yaitu uang recehan Rp. 500,00 senilai 815 ribu rupiah yang bisa diambil oleh warga Trenggalek yang datang ke pendapa. “Udik-udik” ini baru pertama kali dilakukan, dan akan ditradisikan setiap kali perayaan Hari Jadi.



Senin, 31 Agustus 2009

Upacara Hari Jadi Trenggalek

Upacara Hari Jadi Trenghgalek tahun ini terkesan sederhana namun tetap sakral dan dogmatis dalam nuansa Bulan Suci Ramadhan. Acara berlangsung siang hari Senin, (31/08) di Pendapa Trenggalek. Kirab pusaka oleh Bapak Wabup Mahsun Ismail diikuti para pejabat eselon tiga ke bawah, dengan rute keliling aloon-aloon. Pusaka yang dikirab adalah dua tombak koro welang, tiga songsong tunggul projo, tunggul nogo dan tunggul wibowo. Ada juga prasasti Kamulan dan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha.

Sebelum memasuki prosesi hari ini, kemarin diselenggarakan rangkaian acara. Mulai dari ziarah makam ke makam para leluhur yakni makam Mbah Kawak di Kelurahan Ngantru; makam Minak Sopal di SentonoGedong, Kelurahan Ngantru. Berikutnya ke makam Kyai Kanjeng Jimat di Aryo Ayu, Kecamatan Pogalan;serta ke Pemakaman Sumber. Ziarah ke makam para leluhur dilakukan Bupati Trenggalek Soeharto, para unsur muspida dan pejabat lain, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain ziarah makam, malam hari juga diselenggarakan tahlilan, istighotsah dan diakhiri dengan mocopatan oleh para sesepuh.

Dalam prosesi tetap ada tari gambyong , namun jika biasanya penari mengenakan kemben, maka hari ini penari berpakaian muslimah dengan aurat tertutup. Prosesi berjalan lancar, hingga pada pembacaan sejarah Trenggalek, sambutan bupati dan terakhir pemotongan tumpeng agung. Panitia menyediakan delapan ribu nasi bungkus bagi masyarakat yang mau berbuka bersama. Terakhir Bupati Soeharto menyebar ‘udik-udik’, yaitu uang recehan yang bisa diambil oleh warga Trenggalek yang datang ke pendapa. Udik-udik ini baru pertama kali dilakukan, dan kemungkinan akan bisa jadi tradisi setiap prosesi Hari Jadi Trenggalek dilaksanakan.

Minggu, 30 Agustus 2009

Obat Rusak Tak Mungkin untuk Masyarakat

MENANGGAPI berita Radar tulungagung pada Senin, 10 Agustus 2009 berjudul “Obat Kadaluwarsa Capai 925 Juta”, dengan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek menyampaikan :

  1. Untuk pelayanan di Puskesmas dan jaringannya sangat memperhatikan pengobatan yang tepat dan rasional dengan obat yang bermutu. Jadi obat yang rusak atau kedaluwarsa tidak mungkin untuk pelayanan kepada masyarakat.
  2. Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek telah memusnahkan obat dan alat kesehatan yang rusak akibat banjir yang terjadi pada tahun 2006 senilai Rp. 925.590.385,- yang terdiri dari Obat PKD senilai Rp. 879.453.555,- dan Obat Apotek Jwalita senilai Rp. 46.136.830,-pada 13 Nopember 2008.
  3. Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek masih terdapat obat rusak dan kedaluwarsa senilai Rp. 134.019.270,- yang terdiri dari obat PKD rusak akibat banjir tahun 2007 senilai Rp. 70.110.632,- Obat Buffer stock kadaluwarsa senilai Rp. 4.267.009,-, Obat PKD kadaluwarsa senilai Rp. 58.739.088,- , Obat–obatan tersebut akan dimusnahkan pada September 2009.

Semoga dengan tanggapan ini berita yang mungkin dapat meresahkan masyarakat dan mengurangi kepercayaan terhadap pelayanan di Puskesmas dan jaringannya dapat diluruskan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek

Dr. Noto Budiyanto, MM


(Radar Tulungagung edisi Sabtu,29-Agustus-2009)

Lihat: Dinkes Masih Menumpuk Obat Kadaluwarsa (by CahNdeso)


Jumat, 28 Agustus 2009

Masyarakat Mengeluh: Harga Sembako Melonjak



Beberapa harga kebutuhan pokok dipasar Tradisional Kabupaten Trenggalek mulai merangkak naik, semenjak seminggu setelah bulan puasa. Surtini salah satu pedagang pracangan di Pasar Pon Kota saat dikonfirmasi disela-sela kegiatannya berjualan mengakui dalam satu minggu terakhir ini beberapa harga sembako mulai merangkak naik, seperti gula pasir dari Rp 7.500; per kg menjadi Rp 8.000 per kg. minyak goreng curah, dari Rp 8.000; per kg menjadi Rp 9.000; per kg.

Sedangkan untuk harga cabe menurut pantuan di beberapa pasar Tradisional juga ikut mengalami kenaikan yang signifikan, menurut Poirah, salah seorang pedagang Pasar Munjungan, harga cabe kecil dari Rp 11.000; per kg naik menjadi Rp 12.000; per kg.

Sementara itu Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Pertambangan (Disperindag Dan Pertambangan ) kabupaten Trenggalek , belum bisa di konfirmasi mengenai melonjaknya harga beberapa harga sembako yang terjadi selama sepekan terakhir.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di 3 pasar yang ada di Kabupaten Trenggalek (Pasar Munjungan, Pasar Kampak dan Pasar Gandusari), memang mengalami kenaikan, dibandingkan sebelum memasuki bulan puasa, misalnya beras bengawan dari Rp 5.200; per kg menjadi Rp 5.300; per kg, gula pasir dari Rp 7.300; per kg menjadi Rp 8.000; per kg, cabe merah kriting dari Rp 6.500, kg menjadi Rp 8.000 per kg, cabe merah besar dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp9000 per kg serta cabe rawit dari Rp 5.500 per kg menjadi Rp 12.000 per kg.

Kitab Tua Berhuruf Palawa

Kitab Berhuruf Palawa Sulit Cari Penterjemah

* Berbahan kulit dan pernah ditawar Rp.85 juta

WASKITA Sebuah kitab yang menggunakan bahan kulit diperkirakan berusia ratusan tahun dan diduga bertuliskan dengan huruf palawa, sejak sekitar tujuh bulan lalu telah dimiliki oleh Suharto 55, warga Lingkungan Krajan, Desa/Kecamatan Jetis.

Meski sulit untuk membacanya dan menterjemahkan kandungan isi kitab tersebut, namun Harto mangaku tidak menjualnya pada kolektor. Diakuinya, beberapa waktu lalu ada warga Solo datang padanya dan menawar buku tersebut dengan nilai fantastis, yakni Rp.85 juta, namun ia tetap tidak melepasnya.

Ditanya mengapa ia tidak melepas kitab tersebut, sementara penawaran warga tadi sudah mencapai angka yang cukup tinggi untuk sebuah kitab yang ia sendiri tidak bisa membacanya. Ia hanya penasaran dengan isi kitab tersebut. “Selagi saya belum menemukan orang yang bisa membacakan tulisan dalam kitab ini, saya tidak akan melepasnya,” jelasnya.

Dikisahkan, awal ia menemukan kitab tersebut adalah dengan cara yang tidak sengaja. Ia yang menjadi kolektor perabot-perabot antik ini suatu ketika berburu perabok antik di Madiun. Tanpa mengetahui nama daerahnya ia mengaku masuk ke dalam pasar yang disitu dijual beberapa barang bekas. “Saya sendiri lupa apa nama daerahnya, yang jelas disitu saya menemukan kitab ini. Itupun sudah bercampur dengan barang-barang bekas dan kondisinya sangat tidak terawat. Saya coba tawar ternyata diberikan oleh pemiliknya,” tutur Harto PDI, panggilan akrab pemilik kitab kuno ini.

Rasa penasaran akan isi kitab tersebut ternyata sedikit mengalahkan hobbynya berburu perabot-perabot antik. Saat ini ia justru sibuk mencari orang yang dirasa mempu membacakan tulisan dalam kitab tersebut.

Sekilas, huruf-huruf yang ada dalam kitab tersebut memang mirip dengan huruf jawa. Namun setelah diamati dengan seksama, ada beberapa huruf maupun tanda baca yang bukan huruf jawa. Dari beberapa informasi yang masuk padanya, diduga tulisan dalam kitab tersebut adalah huruf Palawan. “Kalau beberapa orang yang pernah saya datangi mereka semua kesulitan membaca tulisan ini. Mereka memperkirakan ini huruf Palawa dan umurnya sudah Ratusan tahun,” jelasnya.

Perihal perburuan terhadap orang yang bisa membacakan tulisan dalam kitabnya tersebut, Harto mengaku sudah bukan pada satu atau dua orang saja. “Pernah suatu ketika ada orang pintar dari Bedi Bungkal untuk membaca isi kitab, ternyata ia hanya mampu membaca sepenggal saja tanpa mampu menterjemahkan secara utuh. Tetapi sedikit ada kisah ‘Anak raja Kediri dipinang oleh……’ Setelah itu ia tidak sanggup meneruskannya lagi.” Urai warga Jetis ini.

Keunikan bukan hanya pada usia kitab itu saja. Selain berbahan dari kulit, tinta yang dipergunakan untuk menulis ternyata tidak terpengaruh oleh air. Itu terbukti ketika pemilik buku ini bermaksud membersihkan dari kotoran. Setelah terkena air tulisan bukannya memudar, tetapi justri terlihat makin jelas.

“Saya sendiri tidak tahu pasti, yang jelas ketika istri dan anak saya berusaha membersihkan lembar demi lembar kitab ini, pada halaman 81 mereka menemukan uang kertas pecahan Rp.100 ribu buatan tahun 1947.” Ungkapnya.

Sejak ada padanya, kitab antik ini selalu menjadi bahan pembicaraan dan tak jarang orang yang dating padanya menanyakannya dan ingin melihat kitab tersebut.

Harto sendiri tidak keberatan menunjukkan kitab tersebut, ia berharap dari sekian banyak warga yang datang dan melihat terdapat seseorang yang mampu membacakan tulisan dalam kitab tersebut . “Ya siapa tahu diantara yang datang dan melihat kitab ini ternyata ada yang meembaca tulisannya. Karena saya sendiri masih penasaran dengan isi kitab ini,” imbuhnya.

Ketika Waskita mencoba menanyakan kembali apakah benar tidak akan melepas jika ada warga yang datang dan menawar kitab dengan harga yang lebih tinggi. Ia mengaku masih penasaran tengan makna tulisan dalam kitab tersebut. “Barang kali kalau saya hanya berburu uang tanpa ada rasa pingin tahu makna tulisan dalam kitab ini sudah saya lepas saat orang Solo itu menawarnya mas. Masalahnya penasaran saya belum terjawab. Nggak tahu nanti kalau sadah ada seseorang yang mampu membacakan pada saya,” Terang pemilik warung kopi di belakang kantor Pos Kecamatan Jetis ini.

Lebih Lanjut Harto mengatakan, kitab yang ditulis dengan bahan kulit dengan tinta yang bagus dan tidak luntur meski terkena air, tentu merupakan buku yang sangat penting sekali. Setidaknya, jelasnya, buku tersebut memiliki nilai sejarah yang amat penting.

Informasi lain menyebutkan, kitab tersebut hanya satu pasang. Artinya kitab tersebut dibuat hanya dua buah. Antara keduanya memiliki kesamaan dan saling berhubungan. Hal inilah yang semakin membuat pemiliknya sulit untuk melepas kitab tersebut meski pernah ditawar hingga begitu tinggi. Bahkan Harto berencana memburu pasangan kitab miliknya tersebut. “Info-info yang masuk pada saya, kitab ini hanya ada dua dan ini berpasangan. Saya kok malah penasran untuk mencari kitab yang satunya lagi. Tetapi entah dimana adanya, sayapun belum memperoleh petunjuk soal itu,” pungkasnya pada Waskita. (gus)

Jaya Wijayagung Trenggalek Jayati


SELAMAT ULANG TAHUN KE-815
TRENGGALEK TERCINTA
"JAYA WIJAYAGUNG TRENGGALEK JAYATI"

Kamis, 27 Agustus 2009

Korupsi APBD Rp. 8 M di Trenggalek Dipetieskan


Foto: H. Soeharto, Bupati Trenggalek, saat menerima CahNdeso Rabu 27 Agustus 2009 di serambi utara Pendopo Agung Trenggalek

Bupati H. Suharto – Kejaksaan Tinggi Main Mata




Trenggalek, Memo

Kasus dugaan korupsi pengadaan mesin percetakan Web di Perusahaan Daerah Pemkab Trenggalek, layak diperiksa KPK. Pasalnya, dugaan korupsi dana APBD sebesar Rp. 8 Milyar itu, sebelumnya sudah tercium Kejaksaan Tinggi Surabaya. Namun, kasus tersebut dipetieskan (ditutup) setelah Bupati Trenggalek H. Suharto memerintahkan stafnya untuk ‘menyelamatkan’ nasib beberapa pejabat di daerah tersebut. Selain Bupati Suharto, kasus itu juga menyerat beberapa anggota dewan yang memutuskan proyek besar di daerah itu.
Drs. Gatot Purwanto, Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Trenggalek, ketika dikonfirmasi Memo sore kemarin, mengatakan, pihaknya menyangkal bila kasus itu sudah ditangani Kejati apalagi “dipetieskan”. “Saya ke Kejati Surabaya hanya urusan surat kaleng yang harus saya selesaikan dengan kooperatif. Tidak ada kaitannya dengan kasus pengadaan mesin cetak di perusahaan daerah”, jelasnya.
Dugaan korupsi APBD di PDAU Trenggalek, terjadi dua tahun lalu. Saat itu, Bupati Trenggalek H.Suharto merencanakan ebuah penerbitan lengkap dikelola perusahaan daerah. Karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, yakni Rp. 8 Milyar, persetujuan dengan DPRD setempat memakan waktu. Apalagi proyek sebesar itu melibatkan orang ketiga untuk pengadaan mesin cetak ukuran Web.
Ketidakprofesionalan pihak ketiga dari Surabaya itu memunculkan spekulasi dugaan mega korupsi. Terbersit rumor, mesin cetak yang dibelanjakan tidak laying pakai. Beberapa kalangan praktisi mesin cetak memperkirakan, mesin tersebut sekitar Ro, 2 Milyar hingga Rp. 4 Milyar. Karena tidak bisa digunakan untuk mencetak ukuran Web dengan kualitas standar, beberapa pihak menuding ada mark-up besar-besaran. “Yang jelas, tidak bisa digunakan dengan kualitas standart,” kata sumber yang juga pernah terlibat di proyek pengadaan mesin cetak itu.
Beberapa anggota dewan di Trenggalek memperkirakan bahwa kasus tersebut, akan jadi perbincangan karena melibatkan dana besar hanya untuk perusahaan percetakan. Sementara itu, potensi untuk menyumbang pendapatan daerah dari sector percetakan dianggap sangat kecil. “Lebih besar uang rakyat yang menguap dari pada potensi pendapatannya”, katanya.
Karena itulah, mereka berhadap agar aparat penegak hokum serius menangani kasus dugaan korupsi sebesar 8 Milyar tersebut. Selama ini, penyelidikannya sekedar basa-basi. Setelah penegak hukum memanggil beberapa pihak yang tersangkut dengan proyek di perusahaan daerah, ujung-ujungnya belum bisa dilimpahkan.(fal).

Catatan CahNdeso:

Saya berusaha menghindari pemuatan berita yang sifatnya meragukan, lebih-lebih yang bisa merugikan orang lain. Sebagai CahNdeso, apalagi dalam Bulan Suci ini, saya tidak ingin isi blog ini jadi bahan pergunjingan yang memicu panasnya suhu politik dikarenakan "pertarungan" beberapa kandidat menjelang Pilkada Trenggalek 2010. Oleh karena itu, sehabis tarawih, saya menyempatkan diri bersama seorang teman saya, untuk konfirmasi langsung pada Bupati H. Soeharto di "istananya".

Pukul 20.07 WIB, Kamis (27/08) saya berhasil bertemu langsung dengan H. Soeharto. Kami berbincang kurang lebih 30 menit, dan dalam perbincangan itu, H. Soeharto menegaskan bahwa berita tentang kasus yang di muat di beberapa media sangat tidak beralasan. Terutama yang menyangkut masalah tindak pidana korupsi di PDAU. Inti perbincangan kami, beliau menyayangkan adanya pihak-pihak yang berusaha memfitnahnya.

"Saya juga menerima beberapa sms, di antaranya yang cukup pedas adalah dari Saudara Nurul Fikri, ketua LSM (tidak menyebut nama LSM-nya/CahNdeso), dan mas Simbolon, tentang hal itu. Juga saya baca di media selain Memo Kediri", ujar H. Soeharto. "Demi Allah, saya tidak tahu menahu tentang masalah itu (issu negatif tentang PDAU/CahNdeso), karena semuanya sudah ditangani oleh Tim, mas Gatot dan Mas Tatang," tambahnya. Kemudian, dia meneruskan (forward) sms jawabannya kepada mas Simbolon ke hand phone saya.

"Mas Simbolon kalau ingin bertemu msh masalah itu, sebelumnya saya mhn maaf ya. Kalau panjenengan percaya dgn fitnah itu, bahkan ikut menyebarkannya.... Baik mas. Di bulan Suci ini sdh tentu saya Puasa, tolong disaksikan ya mas dgn ini saya bersumpah bahwa TUJUH TURUNAN SAYA JANGAN SELAMAT KALAU SAYA MELAKUKAN KORUPSI, MAR UP (maksudnya : mark up/CahNdeso), MENERIMA ATAU MAKAN UANG DARI PROYEK YANG PANJENENGAN MAKSUD ITU ! DEMI ALLOH SATU SENPUN SAYA TDK TAHU MENAHU. SAYA ULANGI MAS SIMBOLON DEMI ALLOH JANGAN SELAMAT ANAK KETURUNAN SAYA !!!!!!!"

Diakhir sms balasannya pada mas Simbolon itu, H. Soeharto memberikan tanda seru, dan saya hitung sebanyak 7 (tujuh) tanda seru. Dan yang paling penting, adalah sumpahnya dengan menyebut nama Allah SWT serta membawa efeknya pada tujuh keturunannya. Saya jadi merinding, gemetar, peluh dingin mendadak membasahi jidat saya...!

Sebagai muslim, saya sangat-sangat-sangat menjunjung sumpah yang diawali dengan ucapan "Wallahi" = Demo Allah. Menurut hukum, saya wajib mempercayainya! Dan, saya pun percaya pada H. Soeharto. Karenanya, di sini saya tuliskan inti konfirmasi saya. Bila anda percaya pada beliau, sumonggo, bila tidak percaya silahkan. Semuanya -menurut saya- akan terbukti. "Emas dan loyang tentunya sangat berbeda. Bila emas, meskipun diletakkan dicomberan, dia akan tetap emas". Dan jangan lupa "becik kethithik olo ketoro".

Marilah, kita semua warga Trenggalek, selalu menjaga silaturachmi, memelihara kedamaian, dan selalu bertingkah indah, bersikap bijak, berpolitik cantik, demi eksisnya reformasi, dan tegaknya demokrasi. Jangan terjebak pada wacana yang berujung pada upaya untuk menangguk kekuasaan, tanpa memperdulikan etika dan hati nurani. Salam Ramadhan, dan mari kita hindari retorika dan uforia yang bisa berdampak negatif. Hidup bukan hanya hari ini, tetapi kelak masih ada kehidupan yang lebih nyata, sekarang adalah mimpi, kehidupan setelah mati akan kita jelang, di sana tiada yang bisa melindungi diri kita, kecuali apa yang telah kita perbuat saat kita sedang bermimpi di dunia fana ini.

Daftar Nama Anggota DPRD Trenggalek Periode 2009-2014

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

  1. S. AKBAR ABAS, SE.,MM.
  2. AGUS WAHYUDI, SH
  3. AGUNG SUPRIYONO, SE.
  4. GUSWANTO
  5. Drs. HARI LANGGENG W.
  6. ADIB JAKA SUNTARA, SH
  7. TRIYONO
  8. Dra. SUKARTI

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

  1. KHOLIQ, SH. M.Si.
  2. SAMSUL ANAM, SH, MM
  3. Drs. SUKARODIN, M.Ag.
  4. SITI MUKIYARTI, S.Ag., M.Ag.
  5. AMBAR MU'ALIF
  6. AGUS WINARTO, S.Sos.
  7. H. SUPARMIN SUJONO, MM.

Partai Golkar

  1. DrS. SUKONO, MM.
  2. Hj. MIKLASIATI, SE., MM.
  3. Hj. ARIK SRIWAHYUNI, SE., MM.
  4. SUNARKUN, ST.
  5. Dra. Hj. RIYA CHOIRIYAH

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

  1. MULYONO IBRAHIM
  2. SUGIYANTO
  3. MUHADI
  4. ALWI BURHANUDIN, ST.
  5. PARMONO HADI SUSILO

Partai Demokrat

  1. MANGUN
  2. MUGIANTYO, S.Pd.
  3. Drs. SUYANTO
  4. SUGINO POEDJOSEMITO
  5. LAMUJI, S.Pd.

Partai Amanat Nasional (PAN)

  1. IMAM MUSLICHUDDIN, SE.
  2. Drs. SUTIKNO
  3. H.A. DJAUZI TURSENO
  4. JUMANI

Partai Kesatuan Nahdatul Ummat (PKNU)

  1. MOHAMMAD NUR EFFENDI, SH.
  2. K. AHMAD JAUHARI
  3. ARIPIN
  4. AGUS WIDIYANTO, SE., ST.

Partai Patriot

  1. MOH. HUSNI TAHIR HAMID
  2. IMAM MUSIRIN

Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP)

  1. YUGRO HARIYANTO
  2. SUPRAMONO

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

  1. PUGUH PURNOMO

Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)

  1. SUYONO

PPP

  1. LAMIRAN

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (256) Artikel (222) Info (213) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (161) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (85) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (82) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (62) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Artikel-Copas (19) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (8) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top