Senin, 31 Agustus 2009

Upacara Hari Jadi Trenggalek

Upacara Hari Jadi Trenghgalek tahun ini terkesan sederhana namun tetap sakral dan dogmatis dalam nuansa Bulan Suci Ramadhan. Acara berlangsung siang hari Senin, (31/08) di Pendapa Trenggalek. Kirab pusaka oleh Bapak Wabup Mahsun Ismail diikuti para pejabat eselon tiga ke bawah, dengan rute keliling aloon-aloon. Pusaka yang dikirab adalah dua tombak koro welang, tiga songsong tunggul projo, tunggul nogo dan tunggul wibowo. Ada juga prasasti Kamulan dan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha.

Sebelum memasuki prosesi hari ini, kemarin diselenggarakan rangkaian acara. Mulai dari ziarah makam ke makam para leluhur yakni makam Mbah Kawak di Kelurahan Ngantru; makam Minak Sopal di SentonoGedong, Kelurahan Ngantru. Berikutnya ke makam Kyai Kanjeng Jimat di Aryo Ayu, Kecamatan Pogalan;serta ke Pemakaman Sumber. Ziarah ke makam para leluhur dilakukan Bupati Trenggalek Soeharto, para unsur muspida dan pejabat lain, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Selain ziarah makam, malam hari juga diselenggarakan tahlilan, istighotsah dan diakhiri dengan mocopatan oleh para sesepuh.

Dalam prosesi tetap ada tari gambyong , namun jika biasanya penari mengenakan kemben, maka hari ini penari berpakaian muslimah dengan aurat tertutup. Prosesi berjalan lancar, hingga pada pembacaan sejarah Trenggalek, sambutan bupati dan terakhir pemotongan tumpeng agung. Panitia menyediakan delapan ribu nasi bungkus bagi masyarakat yang mau berbuka bersama. Terakhir Bupati Soeharto menyebar ‘udik-udik’, yaitu uang recehan yang bisa diambil oleh warga Trenggalek yang datang ke pendapa. Udik-udik ini baru pertama kali dilakukan, dan kemungkinan akan bisa jadi tradisi setiap prosesi Hari Jadi Trenggalek dilaksanakan.

Minggu, 30 Agustus 2009

Obat Rusak Tak Mungkin untuk Masyarakat

MENANGGAPI berita Radar tulungagung pada Senin, 10 Agustus 2009 berjudul “Obat Kadaluwarsa Capai 925 Juta”, dengan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek menyampaikan :

  1. Untuk pelayanan di Puskesmas dan jaringannya sangat memperhatikan pengobatan yang tepat dan rasional dengan obat yang bermutu. Jadi obat yang rusak atau kedaluwarsa tidak mungkin untuk pelayanan kepada masyarakat.
  2. Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek telah memusnahkan obat dan alat kesehatan yang rusak akibat banjir yang terjadi pada tahun 2006 senilai Rp. 925.590.385,- yang terdiri dari Obat PKD senilai Rp. 879.453.555,- dan Obat Apotek Jwalita senilai Rp. 46.136.830,-pada 13 Nopember 2008.
  3. Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek masih terdapat obat rusak dan kedaluwarsa senilai Rp. 134.019.270,- yang terdiri dari obat PKD rusak akibat banjir tahun 2007 senilai Rp. 70.110.632,- Obat Buffer stock kadaluwarsa senilai Rp. 4.267.009,-, Obat PKD kadaluwarsa senilai Rp. 58.739.088,- , Obat–obatan tersebut akan dimusnahkan pada September 2009.

Semoga dengan tanggapan ini berita yang mungkin dapat meresahkan masyarakat dan mengurangi kepercayaan terhadap pelayanan di Puskesmas dan jaringannya dapat diluruskan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek

Dr. Noto Budiyanto, MM


(Radar Tulungagung edisi Sabtu,29-Agustus-2009)

Lihat: Dinkes Masih Menumpuk Obat Kadaluwarsa (by CahNdeso)


Jumat, 28 Agustus 2009

Masyarakat Mengeluh: Harga Sembako Melonjak



Beberapa harga kebutuhan pokok dipasar Tradisional Kabupaten Trenggalek mulai merangkak naik, semenjak seminggu setelah bulan puasa. Surtini salah satu pedagang pracangan di Pasar Pon Kota saat dikonfirmasi disela-sela kegiatannya berjualan mengakui dalam satu minggu terakhir ini beberapa harga sembako mulai merangkak naik, seperti gula pasir dari Rp 7.500; per kg menjadi Rp 8.000 per kg. minyak goreng curah, dari Rp 8.000; per kg menjadi Rp 9.000; per kg.

Sedangkan untuk harga cabe menurut pantuan di beberapa pasar Tradisional juga ikut mengalami kenaikan yang signifikan, menurut Poirah, salah seorang pedagang Pasar Munjungan, harga cabe kecil dari Rp 11.000; per kg naik menjadi Rp 12.000; per kg.

Sementara itu Dinas Perindustrian, Perdagangan Dan Pertambangan (Disperindag Dan Pertambangan ) kabupaten Trenggalek , belum bisa di konfirmasi mengenai melonjaknya harga beberapa harga sembako yang terjadi selama sepekan terakhir.

Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di 3 pasar yang ada di Kabupaten Trenggalek (Pasar Munjungan, Pasar Kampak dan Pasar Gandusari), memang mengalami kenaikan, dibandingkan sebelum memasuki bulan puasa, misalnya beras bengawan dari Rp 5.200; per kg menjadi Rp 5.300; per kg, gula pasir dari Rp 7.300; per kg menjadi Rp 8.000; per kg, cabe merah kriting dari Rp 6.500, kg menjadi Rp 8.000 per kg, cabe merah besar dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp9000 per kg serta cabe rawit dari Rp 5.500 per kg menjadi Rp 12.000 per kg.

Kitab Tua Berhuruf Palawa

Kitab Berhuruf Palawa Sulit Cari Penterjemah

* Berbahan kulit dan pernah ditawar Rp.85 juta

WASKITA Sebuah kitab yang menggunakan bahan kulit diperkirakan berusia ratusan tahun dan diduga bertuliskan dengan huruf palawa, sejak sekitar tujuh bulan lalu telah dimiliki oleh Suharto 55, warga Lingkungan Krajan, Desa/Kecamatan Jetis.

Meski sulit untuk membacanya dan menterjemahkan kandungan isi kitab tersebut, namun Harto mangaku tidak menjualnya pada kolektor. Diakuinya, beberapa waktu lalu ada warga Solo datang padanya dan menawar buku tersebut dengan nilai fantastis, yakni Rp.85 juta, namun ia tetap tidak melepasnya.

Ditanya mengapa ia tidak melepas kitab tersebut, sementara penawaran warga tadi sudah mencapai angka yang cukup tinggi untuk sebuah kitab yang ia sendiri tidak bisa membacanya. Ia hanya penasaran dengan isi kitab tersebut. “Selagi saya belum menemukan orang yang bisa membacakan tulisan dalam kitab ini, saya tidak akan melepasnya,” jelasnya.

Dikisahkan, awal ia menemukan kitab tersebut adalah dengan cara yang tidak sengaja. Ia yang menjadi kolektor perabot-perabot antik ini suatu ketika berburu perabok antik di Madiun. Tanpa mengetahui nama daerahnya ia mengaku masuk ke dalam pasar yang disitu dijual beberapa barang bekas. “Saya sendiri lupa apa nama daerahnya, yang jelas disitu saya menemukan kitab ini. Itupun sudah bercampur dengan barang-barang bekas dan kondisinya sangat tidak terawat. Saya coba tawar ternyata diberikan oleh pemiliknya,” tutur Harto PDI, panggilan akrab pemilik kitab kuno ini.

Rasa penasaran akan isi kitab tersebut ternyata sedikit mengalahkan hobbynya berburu perabot-perabot antik. Saat ini ia justru sibuk mencari orang yang dirasa mempu membacakan tulisan dalam kitab tersebut.

Sekilas, huruf-huruf yang ada dalam kitab tersebut memang mirip dengan huruf jawa. Namun setelah diamati dengan seksama, ada beberapa huruf maupun tanda baca yang bukan huruf jawa. Dari beberapa informasi yang masuk padanya, diduga tulisan dalam kitab tersebut adalah huruf Palawan. “Kalau beberapa orang yang pernah saya datangi mereka semua kesulitan membaca tulisan ini. Mereka memperkirakan ini huruf Palawa dan umurnya sudah Ratusan tahun,” jelasnya.

Perihal perburuan terhadap orang yang bisa membacakan tulisan dalam kitabnya tersebut, Harto mengaku sudah bukan pada satu atau dua orang saja. “Pernah suatu ketika ada orang pintar dari Bedi Bungkal untuk membaca isi kitab, ternyata ia hanya mampu membaca sepenggal saja tanpa mampu menterjemahkan secara utuh. Tetapi sedikit ada kisah ‘Anak raja Kediri dipinang oleh……’ Setelah itu ia tidak sanggup meneruskannya lagi.” Urai warga Jetis ini.

Keunikan bukan hanya pada usia kitab itu saja. Selain berbahan dari kulit, tinta yang dipergunakan untuk menulis ternyata tidak terpengaruh oleh air. Itu terbukti ketika pemilik buku ini bermaksud membersihkan dari kotoran. Setelah terkena air tulisan bukannya memudar, tetapi justri terlihat makin jelas.

“Saya sendiri tidak tahu pasti, yang jelas ketika istri dan anak saya berusaha membersihkan lembar demi lembar kitab ini, pada halaman 81 mereka menemukan uang kertas pecahan Rp.100 ribu buatan tahun 1947.” Ungkapnya.

Sejak ada padanya, kitab antik ini selalu menjadi bahan pembicaraan dan tak jarang orang yang dating padanya menanyakannya dan ingin melihat kitab tersebut.

Harto sendiri tidak keberatan menunjukkan kitab tersebut, ia berharap dari sekian banyak warga yang datang dan melihat terdapat seseorang yang mampu membacakan tulisan dalam kitab tersebut . “Ya siapa tahu diantara yang datang dan melihat kitab ini ternyata ada yang meembaca tulisannya. Karena saya sendiri masih penasaran dengan isi kitab ini,” imbuhnya.

Ketika Waskita mencoba menanyakan kembali apakah benar tidak akan melepas jika ada warga yang datang dan menawar kitab dengan harga yang lebih tinggi. Ia mengaku masih penasaran tengan makna tulisan dalam kitab tersebut. “Barang kali kalau saya hanya berburu uang tanpa ada rasa pingin tahu makna tulisan dalam kitab ini sudah saya lepas saat orang Solo itu menawarnya mas. Masalahnya penasaran saya belum terjawab. Nggak tahu nanti kalau sadah ada seseorang yang mampu membacakan pada saya,” Terang pemilik warung kopi di belakang kantor Pos Kecamatan Jetis ini.

Lebih Lanjut Harto mengatakan, kitab yang ditulis dengan bahan kulit dengan tinta yang bagus dan tidak luntur meski terkena air, tentu merupakan buku yang sangat penting sekali. Setidaknya, jelasnya, buku tersebut memiliki nilai sejarah yang amat penting.

Informasi lain menyebutkan, kitab tersebut hanya satu pasang. Artinya kitab tersebut dibuat hanya dua buah. Antara keduanya memiliki kesamaan dan saling berhubungan. Hal inilah yang semakin membuat pemiliknya sulit untuk melepas kitab tersebut meski pernah ditawar hingga begitu tinggi. Bahkan Harto berencana memburu pasangan kitab miliknya tersebut. “Info-info yang masuk pada saya, kitab ini hanya ada dua dan ini berpasangan. Saya kok malah penasran untuk mencari kitab yang satunya lagi. Tetapi entah dimana adanya, sayapun belum memperoleh petunjuk soal itu,” pungkasnya pada Waskita. (gus)

Jaya Wijayagung Trenggalek Jayati


SELAMAT ULANG TAHUN KE-815
TRENGGALEK TERCINTA
"JAYA WIJAYAGUNG TRENGGALEK JAYATI"

Kamis, 27 Agustus 2009

Korupsi APBD Rp. 8 M di Trenggalek Dipetieskan


Foto: H. Soeharto, Bupati Trenggalek, saat menerima CahNdeso Rabu 27 Agustus 2009 di serambi utara Pendopo Agung Trenggalek

Bupati H. Suharto – Kejaksaan Tinggi Main Mata




Trenggalek, Memo

Kasus dugaan korupsi pengadaan mesin percetakan Web di Perusahaan Daerah Pemkab Trenggalek, layak diperiksa KPK. Pasalnya, dugaan korupsi dana APBD sebesar Rp. 8 Milyar itu, sebelumnya sudah tercium Kejaksaan Tinggi Surabaya. Namun, kasus tersebut dipetieskan (ditutup) setelah Bupati Trenggalek H. Suharto memerintahkan stafnya untuk ‘menyelamatkan’ nasib beberapa pejabat di daerah tersebut. Selain Bupati Suharto, kasus itu juga menyerat beberapa anggota dewan yang memutuskan proyek besar di daerah itu.
Drs. Gatot Purwanto, Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Trenggalek, ketika dikonfirmasi Memo sore kemarin, mengatakan, pihaknya menyangkal bila kasus itu sudah ditangani Kejati apalagi “dipetieskan”. “Saya ke Kejati Surabaya hanya urusan surat kaleng yang harus saya selesaikan dengan kooperatif. Tidak ada kaitannya dengan kasus pengadaan mesin cetak di perusahaan daerah”, jelasnya.
Dugaan korupsi APBD di PDAU Trenggalek, terjadi dua tahun lalu. Saat itu, Bupati Trenggalek H.Suharto merencanakan ebuah penerbitan lengkap dikelola perusahaan daerah. Karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, yakni Rp. 8 Milyar, persetujuan dengan DPRD setempat memakan waktu. Apalagi proyek sebesar itu melibatkan orang ketiga untuk pengadaan mesin cetak ukuran Web.
Ketidakprofesionalan pihak ketiga dari Surabaya itu memunculkan spekulasi dugaan mega korupsi. Terbersit rumor, mesin cetak yang dibelanjakan tidak laying pakai. Beberapa kalangan praktisi mesin cetak memperkirakan, mesin tersebut sekitar Ro, 2 Milyar hingga Rp. 4 Milyar. Karena tidak bisa digunakan untuk mencetak ukuran Web dengan kualitas standar, beberapa pihak menuding ada mark-up besar-besaran. “Yang jelas, tidak bisa digunakan dengan kualitas standart,” kata sumber yang juga pernah terlibat di proyek pengadaan mesin cetak itu.
Beberapa anggota dewan di Trenggalek memperkirakan bahwa kasus tersebut, akan jadi perbincangan karena melibatkan dana besar hanya untuk perusahaan percetakan. Sementara itu, potensi untuk menyumbang pendapatan daerah dari sector percetakan dianggap sangat kecil. “Lebih besar uang rakyat yang menguap dari pada potensi pendapatannya”, katanya.
Karena itulah, mereka berhadap agar aparat penegak hokum serius menangani kasus dugaan korupsi sebesar 8 Milyar tersebut. Selama ini, penyelidikannya sekedar basa-basi. Setelah penegak hukum memanggil beberapa pihak yang tersangkut dengan proyek di perusahaan daerah, ujung-ujungnya belum bisa dilimpahkan.(fal).

Catatan CahNdeso:

Saya berusaha menghindari pemuatan berita yang sifatnya meragukan, lebih-lebih yang bisa merugikan orang lain. Sebagai CahNdeso, apalagi dalam Bulan Suci ini, saya tidak ingin isi blog ini jadi bahan pergunjingan yang memicu panasnya suhu politik dikarenakan "pertarungan" beberapa kandidat menjelang Pilkada Trenggalek 2010. Oleh karena itu, sehabis tarawih, saya menyempatkan diri bersama seorang teman saya, untuk konfirmasi langsung pada Bupati H. Soeharto di "istananya".

Pukul 20.07 WIB, Kamis (27/08) saya berhasil bertemu langsung dengan H. Soeharto. Kami berbincang kurang lebih 30 menit, dan dalam perbincangan itu, H. Soeharto menegaskan bahwa berita tentang kasus yang di muat di beberapa media sangat tidak beralasan. Terutama yang menyangkut masalah tindak pidana korupsi di PDAU. Inti perbincangan kami, beliau menyayangkan adanya pihak-pihak yang berusaha memfitnahnya.

"Saya juga menerima beberapa sms, di antaranya yang cukup pedas adalah dari Saudara Nurul Fikri, ketua LSM (tidak menyebut nama LSM-nya/CahNdeso), dan mas Simbolon, tentang hal itu. Juga saya baca di media selain Memo Kediri", ujar H. Soeharto. "Demi Allah, saya tidak tahu menahu tentang masalah itu (issu negatif tentang PDAU/CahNdeso), karena semuanya sudah ditangani oleh Tim, mas Gatot dan Mas Tatang," tambahnya. Kemudian, dia meneruskan (forward) sms jawabannya kepada mas Simbolon ke hand phone saya.

"Mas Simbolon kalau ingin bertemu msh masalah itu, sebelumnya saya mhn maaf ya. Kalau panjenengan percaya dgn fitnah itu, bahkan ikut menyebarkannya.... Baik mas. Di bulan Suci ini sdh tentu saya Puasa, tolong disaksikan ya mas dgn ini saya bersumpah bahwa TUJUH TURUNAN SAYA JANGAN SELAMAT KALAU SAYA MELAKUKAN KORUPSI, MAR UP (maksudnya : mark up/CahNdeso), MENERIMA ATAU MAKAN UANG DARI PROYEK YANG PANJENENGAN MAKSUD ITU ! DEMI ALLOH SATU SENPUN SAYA TDK TAHU MENAHU. SAYA ULANGI MAS SIMBOLON DEMI ALLOH JANGAN SELAMAT ANAK KETURUNAN SAYA !!!!!!!"

Diakhir sms balasannya pada mas Simbolon itu, H. Soeharto memberikan tanda seru, dan saya hitung sebanyak 7 (tujuh) tanda seru. Dan yang paling penting, adalah sumpahnya dengan menyebut nama Allah SWT serta membawa efeknya pada tujuh keturunannya. Saya jadi merinding, gemetar, peluh dingin mendadak membasahi jidat saya...!

Sebagai muslim, saya sangat-sangat-sangat menjunjung sumpah yang diawali dengan ucapan "Wallahi" = Demo Allah. Menurut hukum, saya wajib mempercayainya! Dan, saya pun percaya pada H. Soeharto. Karenanya, di sini saya tuliskan inti konfirmasi saya. Bila anda percaya pada beliau, sumonggo, bila tidak percaya silahkan. Semuanya -menurut saya- akan terbukti. "Emas dan loyang tentunya sangat berbeda. Bila emas, meskipun diletakkan dicomberan, dia akan tetap emas". Dan jangan lupa "becik kethithik olo ketoro".

Marilah, kita semua warga Trenggalek, selalu menjaga silaturachmi, memelihara kedamaian, dan selalu bertingkah indah, bersikap bijak, berpolitik cantik, demi eksisnya reformasi, dan tegaknya demokrasi. Jangan terjebak pada wacana yang berujung pada upaya untuk menangguk kekuasaan, tanpa memperdulikan etika dan hati nurani. Salam Ramadhan, dan mari kita hindari retorika dan uforia yang bisa berdampak negatif. Hidup bukan hanya hari ini, tetapi kelak masih ada kehidupan yang lebih nyata, sekarang adalah mimpi, kehidupan setelah mati akan kita jelang, di sana tiada yang bisa melindungi diri kita, kecuali apa yang telah kita perbuat saat kita sedang bermimpi di dunia fana ini.

Daftar Nama Anggota DPRD Trenggalek Periode 2009-2014

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

  1. S. AKBAR ABAS, SE.,MM.
  2. AGUS WAHYUDI, SH
  3. AGUNG SUPRIYONO, SE.
  4. GUSWANTO
  5. Drs. HARI LANGGENG W.
  6. ADIB JAKA SUNTARA, SH
  7. TRIYONO
  8. Dra. SUKARTI

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

  1. KHOLIQ, SH. M.Si.
  2. SAMSUL ANAM, SH, MM
  3. Drs. SUKARODIN, M.Ag.
  4. SITI MUKIYARTI, S.Ag., M.Ag.
  5. AMBAR MU'ALIF
  6. AGUS WINARTO, S.Sos.
  7. H. SUPARMIN SUJONO, MM.

Partai Golkar

  1. DrS. SUKONO, MM.
  2. Hj. MIKLASIATI, SE., MM.
  3. Hj. ARIK SRIWAHYUNI, SE., MM.
  4. SUNARKUN, ST.
  5. Dra. Hj. RIYA CHOIRIYAH

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

  1. MULYONO IBRAHIM
  2. SUGIYANTO
  3. MUHADI
  4. ALWI BURHANUDIN, ST.
  5. PARMONO HADI SUSILO

Partai Demokrat

  1. MANGUN
  2. MUGIANTYO, S.Pd.
  3. Drs. SUYANTO
  4. SUGINO POEDJOSEMITO
  5. LAMUJI, S.Pd.

Partai Amanat Nasional (PAN)

  1. IMAM MUSLICHUDDIN, SE.
  2. Drs. SUTIKNO
  3. H.A. DJAUZI TURSENO
  4. JUMANI

Partai Kesatuan Nahdatul Ummat (PKNU)

  1. MOHAMMAD NUR EFFENDI, SH.
  2. K. AHMAD JAUHARI
  3. ARIPIN
  4. AGUS WIDIYANTO, SE., ST.

Partai Patriot

  1. MOH. HUSNI TAHIR HAMID
  2. IMAM MUSIRIN

Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP)

  1. YUGRO HARIYANTO
  2. SUPRAMONO

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

  1. PUGUH PURNOMO

Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)

  1. SUYONO

PPP

  1. LAMIRAN

Rabu, 26 Agustus 2009

Pelantikan Anggota Dewan Diwarnai Demo



(1) Akbar Abbas dan Kholiq saat menerima palu ketua dari Dawam Ismail
(2) Ketua Pengadilan, Bupati, Ketua dan Waket Sementara DPRD Trenggalek
(3) Teatrikal “selamatkan rakyat” demonstrasi pimpinan Drs. Puryono.
(4)
Kang Mulyono Ibrahim, usai disumpah, nampak sumringah (Selamat, ya..Kang)

Bertempat di Pendopo Agung Trenggalek, Rabu (26/08) telah dilantik 45 Anggota Legeslatif periode 2009-2014. Pada saat gladi resik sebelum acara dimulai, aleg baru yang akan dilantik terkesan grogy bak artis yang demam panggung. Walaupun demikian, acara yang diawali dengan Lagu “Indonesia Raya” ini begitu memasuki detik-detik pelantikan dan pengambilan sumpah janji yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek, Lasito, SH hingga akhir bisa berlangsung dengan lancar.

Hadir dalam acara tersebut Bupati KRT H. Soeharto, Wabup Mahsun Ismail, S.Ag. MM., seluruh jajaran Muspida Trenggalek dan semua Kepala SKPD serta pejabat teras di lingkungan Pemkab Trenggalek. Sementara anggota legeslatif periode 2004-2009 yang tidak terpilih untuk periode 2009-2014, banyak yang tidak hadir. Kendati begitu, aleg lama -yang tidak terpilih kembali- yang hadir hanya sekitar 9 orang. “Dari tingkat kehadiran mereka, kita bisa tahu sebesar apa ketulusan jiwa pengabdian para mantan wakil rakyat itu,” demikian komentar salah seorang tokoh birokrat yang tidak mau disebutkan namanya.

Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susduk MPR, DPR, DPD, dan DPRD Propinsi/Kabupaten/Kotamadya, maka Gubernur Jatim Soekarwo menetapkan S. Akbar Abbas, SE, MM dari PDI-P sebagai Ketua Sementara dan Kholik, SH dari PKB menjabat Wakil Ketua.

Menjelang akhir acara, di luar lingkungan Pendopo Agung Trenggalek, terjadi aksi teatrikal yang disuguhkan oleh demonstran dari LSM Selaras, dan mahasiswa yang menyebut dirinya sebagai Aliansi Trenggalek Menggugat. Puryono, koordinator demonstran tampil berbusana bak resi yang digdaya, dalam keadaan terikat digiring oleh empat orang bertopeng bujangganong dan raksasa. “Sang resi” sesekali dicambuk oleh dua orang pengawalnya agar mau berjalan tanpa alas kaki berkeliling sepanjang jalan di depan Pendopo Agung sambil berorasi, di tengah terik matahari dan panasnya aspal. Para pengawal sang resi membawa seekor bebek, sementara Puryono (sang resi) menaburkan bunga tiga warna sebagai lambang “ruwatan” atas tercemarnya nilai-nilai demokrasi akibat terpilihnya 60% “saudagar” atau kontraktor sebagai wakil rakyat Trenggalek.Para demonstran membeberkan poster antara lain bertuliskan “Selamatkan Rakyat!”, “60 persen anggota dewan baru adalah kontraktor dan 40 persen berijasahkan UPRES” serta “anggota DPRD Trenggalek Periode 2009-2014 adalah pasukan Den-Sus 86 Anti Tekor “. Mereka tidak bisa mendekati lokasi pelantikan Dewan dan dipaksa petugas agar menggelar orasi hanya sampai di depan Pendopo Kabupaten Trenggalek atau sekitar 20 meter dari Pendopo.

Dalam orasinya para mahasiswa ini meminta agar 45 anggota Dewan terpilih bertanggung jawab dan memenuhi semua janji-janji yang sudah pernah diucapkan saat kampanye dulu. Selain itu, para pendemo juga meminta kepada anggota dewan terpilih untuk tidak korupsi ketika sudah menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. “Korupsi sudah menyebabkan hak-hak warga Trenggalek terbengkalai, baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun layanan publik lainnya,” ujar Puryono koordinator aksi demo. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya salah satu pendemo memberikan hadiah seekor Itik yang diterima oleh salah anggota dewan baru Agus Wahyudi dari PDIP di depan pintu masuk Pendopo. Sementara para anggota dewan baru yang lain sibuk berfoto ria di halaman Pendopo seakan tidak memperdulikan adanya aksi demo yang digelar oleh para aktivis yang mewakili aspirasi rakyat. Setelah puas berorasi dengan olah teatrikal mereka mengakhiri aksi damai ini dengan berjalan meninggalkan lokasi pelantikan menuju arah kota sambil terus melakukan orasi.

Selasa, 25 Agustus 2009

Besok Pagi Pelantikan Anggota DPRD Trenggalek

Tadi pukul 20.27 (WIB), aku ditelpon oleh teman, bahwa besok pagi Anggota DPRD Trenggalek periode 2009-2014 positif akan dilantik. Ketua sementara-nya adalah S. Akbar Abbas,SE,MM. dari PDI-P. dan Waikl Ketua sementara Kholiq, SH dari PKB. Kata temanku, besok kemungkinan akan ada yang melakukan demonstrasi. Mereka (demonstran) adalah masyarakat Trenggalek yang ingin menyampaikan aspirasinya. Demo dimotori oleh LSM Selaras, yang diketuai oleh Puryono.

Oleh temanku yang nelpon tadi, aku diminta datang menyaksikan "demo", (bukan untuk menyaksikan pelantikan) paling lambat pukul delapan pagi. Aku jawab, Insyaallah aku akan hadir. Toh, paling tidak, aku bisa dapat bahan untuk update Blog, yang bernilai "news" dan menyangkut kebutuhan masa depan kawula alit serta seluruh warga Trenggalek.

Aku berharap, teman-teman bloger Trenggalek ada yang hadir, selain Kang Mulyono Ibrahim (beliau besok kan termasuk yang dilantik!) Mudah-mudahan pelantikan berjalan lancar, tidak kisruh, tidak ada huru-hara. Membawa manfaat dan barokah bagi Trenggalek. Amin.

Hindari Pungli Dalam Kasus Lalu Lintas


UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang disahkan pada 22 Juni 2009 masih tahap sosialisasi, peraturan pelaksanaannya belum ada. Oleh sebab itu untuk sanksi pelanggaran lalulintas masih berpedoman pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3480);

Untuk teman, saudara kawula alit yang mungkin terjerembab dalam pelanggaran lalu lintas, sebaiknya hindarilah upaya penyelesaian yang tidak transparan dan tidak melalui proses hukum. Kita sebagai warga masyarakat, juga berkewajiban untuk memelihara citra Kepolisian Republik Indonesia. Anggota polisi juga manusia, sama dengan kita. Jangan beranggapan negatif pada sesama manusia, mari kita berbaik sangka saja sebelum segala sesuatunya menjadi kenyataan yang didukung fakta. Cobalah lihat, bagaimana lelahnya Pak Polisi ketika mengatur lalu-lintas, bagimana mereka harus selalu siaga ketika sedang di Posko, bagaimana mereka harus mengejar pelaku kriminal, menghadapi dan menangkap penjahat, sampai pada pelaku teror. Semua itu adalah untuk memberikan perlindungan pada kita warga sipil. Bacalah dan renungkan Sumpah/Janji anggota kepolisian kita dan Catur Prasetya di bawah ini.

Kami Polisi Indonesia

  1. Berbakti kepada nusa dan bangsa dengan penuh ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa.
  2. Menjunjung tinggi kebenaran, keadilan dan kemanusiaan dalam menegakkan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
  3. Senantiasa Melindungi, Mengayomi Dan Melayani Masyarakat dengan keiklasan untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban.
Catur Prasetya

Sebagai Insan Bhayangkara, Kehormatan Saya Adalah Berkorban Demi Masyarakat, Bangsa Dan Negara, Untuk :

  1. Meniadakan Segala Bentuk Gangguan Keamanan
  2. Menjaga keselamatan jiwa raga, harta benda dan Hak Asasi Manusia
  3. Menjamin kepastian berdasarkan hukum
  4. Memelihara perasaan tentram dan damai
Memang, terkadang ada saja Polantas di negara kita ini cenderung "mau menangnya sendiri", tidak peduli kondisi Anda pada saat itu, yang ada dipikirannya hanya satu karena anda sudah melanggar rambu lalin, maka harus ditilang. Lebih-lebih lagi bila pada ketika itu anda cuma sendirian. Coba kalau anda dalam rombongan, biasanya pasti dibiarkan saja, mandhak mung melanggar rambu, ora gawe huru-hara. Sesekali ada juga Polantas yang cenderung membuka pintu untuk negosiasi, dan membentak-bentak tidak sopan pada warga pengguna jalan yang melanggar rambu-rambu. Nah, yang begini ini lah yang seharusnya kita hindari, kita tolak deal-deal illegal, dengan sopan dan ramah, lalu kita minta aja surat tilang sesuai dengan kesalahan kita.

Dalam Buku Petunjuk Teknis Tentang Penggunaan Blanko Tilang (Halaman 18, Lampiran SK KAPOLRI Skep/443/IV/1998), disebutkan :

e. Terdakwa:
  1. Menandatangani Surat Tilang (Lembar Merah dan Biru) pada kolom yang telah disediakan apabila menunjuk wakil di sidang dan sanggup menyetor uang titipan di Bank yang ditunjuk.
  2. Menyetor uang titipan ke petugas khusus bila kantor Bank (BRI) yang ditunjuk untuk menerima penyetoran uang titipan terdakwa (pelanggar-red) tutup, karena hari raya/libur, dan sebagainya.
  3. Menyerahkan lembar tilang warna biru yang telah ditandatangani/dicap petugas kepada penyidik yang mengelola barang titipan tersebut.
  4. Menerima tanda bukti setor dari petugas khusus (Polri) apabila peneyetor uang titipan terpaksa dilakukan diluar jam kerja Bank (BRI).
  5. Menerima penyerahan kembali barang titipannya dari penyidik/petugas barang bukti/pengirim berkas perkara berdasarkan bukti setor dari petugas khusus atau lembaran tilang warna biru yang telah disyahkan oleh petugas Bank (BRI).
  6. Menerima penyerahan barang sitaannya dari petugas barang bukti setelah selesai melaksanakan vonis hakim (dengan bukti eksekusi dari Eksekutor/Jaksa dan melengkapi kekurangan-kekurangan lainnya (SIM, STNK/kelengkapan kendaraan)
Surat Tilang yang bisa dan boleh diberikan kepada pelanggar lalu-lintas ada 2 (dua) macam warna yaitu: MERAH atau BIRU. Perbedaan warna ini menunjukkan "kualifikasi" kesadaran pengendara bermotor dan petugas yang telah sepakat dengan jenis pelanggaran dan sanksinya, akan diberikan Surat Tilang warna biru. Apabila Si-pengendara "ngotot" dan tidak ada kesepakatan jenis pelanggaran dan sanksi antara petugas dengan pengendara yang melanggar, maka diberikan surat tilang warna merah. Intinya, warna biru kasus sudah terselesaikan dengan pengadilan cepat di lokasi; warna merah diberikan pada pelanggar yang ingin diselesaikan lewat pengadilan, dan ini biasanya memakan waktu cukup lama. Untuk setiap pasal yang dilanggar, sanksi dendanya tertera sesuai dengan tabel yang ada pada petugas. Setiap daerah kabupaten/kotamadya biasanya di-perda-kan. Lebih praktis, effisien dan efektif kita terima surat tilang dan bayar denda di loket yang resmi.

Kutulis Buat :Keluargaku Tercinta.
Tiada harta yang bisa Abah wariskan. Maafkan Abah.

Senin, 24 Agustus 2009

Togel di Bulan Suci, Sebuah Fenomena Klasik


Sang Bandar ‘Ngumpet’ di Mana?

Adakah kaitannya antara bulan suci Ramadhan yang mulai pada 22 Agustus 2009 (1 Ramadhan 1430 H) dengan kegiatan perjudian toto gelap (togel)? Pertanyaan paling “nyleneh” telah terjawab untuk wilayah Trenggalek. Dalam suasana bulan Ramadhan untuk daerah ini ternyata berbagai kegiatan yang menyangkut pertogelan sepertinya terhenti. Paling tidak, demikian itulah yang terlihat di permukaan: kegiatan togel berhenti total.

Di sudut-sudut tertentu, dalam area tersembunyi, ada tersiar aktivitas pertogelan, transaksi terjadi antara pembeli dengan pengecer, kemudian pengecer setor pada pengepul, pengepul setor pada bandar. Ternyata, kegiatan ini tidak berhenti sekalipun di bulan suci Ramadhan. Secara yuridis formal, Polres dan Polsek senantiasa menggelar operasi “pekat”. Dan, dengan yuridis formal maupun de-facto, laporan ke atas, perjudian di Trenggalek, khususnya jenis togel, sudah amblas, alias sudah tidak ada lagi. Aksi “di bawah tanah” itu bahkan sudah menyusup sampai ke polosok-pelosok perbukitan di titik-titik wilayah. Kendati ada pembeli, pengecer sampai pengepul yang berhasil ditangkap, bandar besarnya belum berhasil dijaring.

Togel masih eksis. Masyarakat –khususnya kawula alit pemimpi- banyak yang suka untuk bermain nasib-nasiban (baca: untung-untungan). Kawula alit jenis ini (pemimpi), adalah sumber hidup bandar togel dan cs-nya. Cs-Bandar togel antara lain adalah oknum aparat, mulai dari yang membocorkan rencana jadwal operasi, sampai mereka yang terima upeti bulanan. Di dalam saku baju Cs-Bandar inilah para Bandar Togel itu “ngumpet”.

Tidakkah terpikir oleh para Cs-Bandar, bahwa apa yang mereka lakukan –sekalipun menguntungkan bagi dirinya dan keluarga- telah mengorbankan banyak warga, yakni mereka, para pemimpi, penggemar togel yang jelas-jelas pasti kalah! Togel di Trenggalek, pasti bisa dibrantas, asalkan tidak ada toleransi dan tebang pilih. Operasi pembrantasan dilakukan dengan rapi, semua jajaran kepolisian di daerah ini memaksimalkan pengabdiannya demi hukum dan melindungi masyarakat.

Walaupun demikian, catatan CahNdeso untuk pengisi waktu terkantuk-kantuk ini mengakui, bahwa tiada negeri tanpa pelacuran, tiada negeri tanpa perjudian. Karena, begitulah alam diciptakan, ada baik ada buruk, ada polisi yang betul-betul POLRI tapi ada pula polisi yang gadungan. Selamat berpuasa, dan selamat menunaikan tugas...!

Rondha Thethek dan Lampion 19 Agustus 2009


(1) H. Soeharto beserta rombongan pejabat Setkab
(2) H. Soeharto menyalami Rombongan DPC AKLI

Pada hari Rabu 19 Agustus 2009 pusat kota Trenggalek dipadati ribuan orang yang ingin menyaksikan kemeriahan pawai ronda thethek dan lampion. Bupati Trenggalek H. Soeharto beserta istri dan para pejabat pemkab trenggalek ikut memeriahkan pawai tersebut. Pawai start di depan SDN 3 Sumbergedong dan finish di depan pendopo kabupaten. Kreativitas dan antusiasisme para peserta patut diacungi jempol, variasi lampion dan lampunya beraneka warna. Bahkan serombongan peserta pawai berkreasi dengan sebentuk panggung berjalan yang dibangun diatas mobil hias.

Pawai rondha thehtek, paling depan berjalan rombongan Bupati Trenggalek Soeharto bersama pejabat sekretariat daerah, mereka mengenakan pakaian serba hitam, menyusuri route dari jalan R.A. Kartini sampai alun-alun Trenggalek, begitu tiba di alon-alon Bupati bersama pejabat ganti menyaksikan peserta lainya.

Peserta yang mengikuti ronda thethek dan lampion, mulai dari pelajar, kantor dan dinas juga peserta umum. Salah satu yang tampil unik, seru dan menarik adalah peserta dari dewan pimpinan cabang (DPC) Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Trenggalek, menampilkan punakawan Semar, Gereng, Petruk dan dan Bagong serta ada Hanoman, wajah mereka dilukis beragam ekspresi lucu, ada yang mengenakan topeng bertuliskan Noordin M. Top, menggambarkan gembong teroris tersebut seakan telah tertangkap.

Ini tahun pertama keluarga besar AKLI Trenggalek ikut pawai ronda thethek dan lampion, “Tujuan kami sepenuhnya menghibur masyarakat, ikut merasakan semangat kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa, dan lebih memperkenalkan AKLI pada masyarakat,” demikian ketua DPC AKLI Trenggalek Tri Santoso,ST.

Pemkab mengharapkan dengan diselenggarakannya pawai rondha thethek ini setiap tahun, akan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih waspada terhadap keamanan di lingkungan sekitarnya. Suara kentongan dan bedug bertalu-talu menyemarakkan pawai ronda thethek dan lampion yang digelar, bisa memberikan hiburan yang murah meriah pada warga, sekaligus menjadi wadah penyalur kreasi seni lampion.

Minggu, 23 Agustus 2009

PAK Trenggalek Untuk PNS dan PDAU


Foto : (1) H. Soeharto, Bupati Trenggalek (2) Dawam Ismail, Ketua DPRD Trenggalek


Eksekutif Ajukan Rp 102,991 M

HK-News, Trenggalek

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemkab Trenggalek bisa tersenyum, Nota Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) yang disampaikan Bupati Soeharto, ada tambahan anggaran senilai Rp 102,991 M, dan sebagian besar untuk peningkatan kesejahteraan PNS. Total dana yang digunakan PNS sebanyak Rp 56,65 M. Rinciannya Rp 37,6 M untuk tambahan 15 persen gaji normal, Rp 18,5 M untuk tambahan CPNS jalur umum tahun 2008 dan jalur honorer 2009, dan Rp 55 juta uang makan CPNS.

Sedangkan sisanya, dipakai untuk bantuan sosial, pembelian empat unit mobil dan tambahan infrastruktur. Untuk hibah sapi perah bantuan Provinsi senilai Rp 5 M, bantuan sosial pelayanan pasien tak mampu RSUD dr Soedomo Rp 2,6 M, belanja pajak penerangan jalan Rp 1,3 M, kekurangan belanja rutin Rp 1,1 M, tambahan stimulan aspal Rp 2,5 M, pengajuan empat unit mobil DPRD Rp 1 M, dan tambahan bagian umum setda Rp 900 juta,.

Pengajuan lainnya rehab atau normalisasi jaringan irigasi Rp 1,5 miiar, rehab tembok penahan jalan Rp 1,5 mliar, infrastuktur prasarana drainase lingkungan Rp 1,3 M, trotoar jalan Rp 1 M, serta penyertaan modal PDAU Rp 5,5 M.

Bupati Trenggalek Soeharto menjelaskan pengajuan anggaran tersebut untuk menutupi defisit anggaran dalam APBD. "Untuk gaji PNS saja sudah 56 M," ucap Soeharto.

Rp. 5,5 M Untuk PDAU

PAK anggarkan Rp 5,5 M untuk penyertaan modal PDAU (Perusahaan Daerah Aneka Usaha), Soeharto mengatakan, rencananya digunakan produksi es dan penyertaan modal di percetakan. "Untuk pengembangan Agro Wilis sepertinya sulit. Sebab sekarang sudah berkembang kepemilikan sertifikat, antisipasi biaya untuk pemebasan tanahnya juga akan lebih besar," ujarnya.

Sebagian Anggota DPRD Trenggalek menilai , penyertaan modal sebesar Rp 5,5 M kepada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) belum perlu disetujui, karena hingga kini fraksi belum menerima hasil audit seperti pernah diminta anggota dewan.
“Perda (peraturan daerah) tentang penambahan penyertaan modal pemerintah daerah ke PDAU memang sudah disahkan. Tapi kesepakatan fraksi-fraksi harus ada audit sebelum anggaran dicairkan. Masalahnya sampai sekarang kami belum menerima hasil audit tersebut,” ucap Wakil Ketua Fraksi Koalisi Trenggalek Bersatu (KTB) Agus Cahyono kemarin.

Selain itu, anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera ini menilai belum ada hasil usaha yang nampak. “Sampai sekarang actionnya belum kelihatan. Apalagi beberapa proyek malah mangkrak. Informasi yang kami dengar, kalau dari percetakan sebenarnya malah minus,” ucap Agus.

Permintaan agar dilakukan audit ini juga pernah disampaikan fraksi PDIP dalam pandangan akhir laporan pertanggungjawaban (LPJ) Bupati Soeharto beberapa hari lalu. Ketua Frasi PDIP Agus Priyanto mengatakan, untuk penyehatan BUMD yang meliputi PDAU, PDAM, BPR Jwalita dan Apotek Jwalita, agar segera dilakukan audit oleh akuntan publik. “Meliputi audit finansial dan manajemen. Sehingga kelak mampu menjadi salah satu andalan dalam menggerakkan perekonomian rakyat dan sumber pendapatan daerah,” ucap Agus.

Sedangkan juru bicara Fraksi Golkar Sukadji mengatakan, Perda tentang tambahan penyertaan modal tersebut ada ikatan waktu pelaksanaannya. “Perda itu merupakan keputusan bersama. Karena sudah diPerdakan, tahun ini idealnya dilaksanakan. Kita dari legistatif berkewajiban menganggarkan. Apakah nanti dilaksanakan atau tidak, itu terserah Bupati,” kata Sukadji.

Sementara dalam Perda disebutkan bahwa penyertaan modal untuk PDAU sebesar Rp 5,553 M. Anggaran sebesar itu rencananya digunakan untuk tiga perincian. Pertama sebesar Rp 4,353 untuk tambahan modal guna menutup kekurangan biaya pembangunan pabrik es. Rincian kedua, sebesar satu M rupiah untuk operasional percetakan serta Rp 200 juta untuk opera­sional PDAU. Pabrik es yang berlokasi di Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, saat ini masih berwujud bangunan. Rencananya anggaran yang diajukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) dialokasikan untuk pengadaan peralatan. Unit usaha percetakan berada di Desa Karangsoko, Trenggalek. Bupati Trenggalek Soeharto mengatakan dua proyek tersebut tengah membutuhkan anggaran. Namun Soeharto belum menjelaskan perihal audit yang diminta oleh dewan.

Dewan Punya Waktu 11 Hari

Nota PAK disampaikan Bupati Soeharto kemarin (15/8), itu berarti Panitia Anggaran dan Tim Anggaran hanya punya waktu 11 hari sampai akhir masa jabatan anggota dewan yang lama. Dari waktu itu pun, hanya ada enam hari kerja. Walaupun demikian, Pimpinan DPRD optimis cukup waktu untuk membahasnya. "Cukup, jumlahnya tidak banyak. Hanya merestribusi anggaran kisaran enam sampai sepuluh M. Nanti diprioritaskan untuk empat hal. Bidang infrastruktur pedesaan, penguatan ekonomi lokal serta pelayanan pendidikan dan kesehatan," ucap Ketua DPRD Trenggalek Dawam Ismail.(Budi Untoro)

350 Atlet Berprestasi Diangkat Jadi PNS


Medan ( Berita ) : Deputi Mennegpora Bidang Peningkatan Prestasi dan Iptek, Tunas Dwidarto, mengatakan, selama tahun 2008 tercatat 350 atlet yang dinilai berprestasi telah diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS) setelah mereka memenuhi segala persyaratan.

“Atlet yang terpilih menjadi PNS itu telah melewati seleksi ekstra ketat dan mereka ditempatkan di Dinas Pemuda dan Olahraga di tanah air,” katanya di Medan, Rabu [19/08] , usai seminar nasional “Penggunaan Keuangan Daerah Untuk Penyelenggaraan Kegiatan Olahraga ” yang diselenggarakan oleh Pengurus KONI Kota Medan.

Menurut Dwidarto, kuota atlet yang akan diterima jadi CPNS tahun 2008 itu sebanyak 1.000 orang, namun setelah diseleksi hanya sekitar 350 orang yang dianggap memenuhi persyaratan.

Atlet yang dibenarkan menjalani seleksi CPNS itu adalah peraih medali emas di PON, medali perak di SEA Games, dan medali perunggu di Olimpiade. Selain itu, katanya, usia atlet itu juga ditentukan oleh pihak panitia penerimaan CPNS. “Jadi atlet tersebut juga harus melalui proses seperti penerimaan CPNS lainnya dan tidak ada istilah prioritas,” katanya.

Dia mengatakan, penerimaan CPNS itu juga diatur melalui Kementeriaan Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan BAKN. “Tidak ada istilah prioritas bagi atlet itu, harus melalui ketentuan yang berlaku berdasarkan persyaratan dikeluarkan pemerintah,” ujarnya.

Ditanya dari jumlah 350 atlet yang diterima jadi PNS itu, Dwidarto mengatakan, beberapa di antaranya Surya Agung Wibowo dan Trianingsih. Para atlet yang telah lolos jadi abdi negara itu bisa saja akan dipersiapkan menjadi pelatih, dan ke depan diharapkan dapat melahirkan atlet yang tangguh dan berprestasi.

” Melalui pembinaan para pelatih itu nantinya, dapat mengkader atlet terbaik di tanah air dan dapat mengikuti kejuaraan di tingkat Asia dan dunia,” katanya. ( ant )

Drs. JOKO SETYONO, M.Si. : KABAG HUMAS TRENGGALEK


Sugesti khusus dirasakan oleh seluruh insan pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Trenggalek, ketika kemarin mereka tahu bahwa Kabag Humas Pemkab ternyata adalah Drs. Joko Setyono, M.Si. Sugesti yang mereka rasakan menggema, penuh cita rasa dan syukur. Joko Setyono, dikenal hampir oleh seluruh insan pers dan LSM di daerah ini, bahkan di seluruh wilayah ex-Karesidenan Kediri. Pria ganteng bertubuh semampai kelahiran Trenggalek, 12 Oktober 1965 ini sudah sangat akrab dengan dunia jurnalistik dan organisasi kemasyarakatan, sejak masih mahasiswa, bahkan aktif di dunia tulis menulis dan pernah menjadi wartawan “Suara Bengawan” yang terbit di Solo.
Joko Setyono, berpenampilan simpatik, elegant namun supel dan sangat menguasai setiap topik pembicaraan. Karirnya di PNS diawali sebagai PPL di PLKB (1993-2004), kemudian menjadi staf Humas Pemda Kabupaten Trenggalek (2004-2005), pada tahun 2005 menjabat Kasubag Peliputan dan Penyiaran.
Mantan siswa SDN Pakis, Durenan (Tamat 1979), SMPN 1 Durenan (1982), SMAN 1 Durenan (1985), ini tiada pernah puas dengan kinerja dan hasil kerja yang dicapainya, senantiasa memacu diri untuk menambah ilmu pengetahuan demi, meningkatkan prestasi. Itulah sebabnya, jebolan UNS Solo FISIP Jurusan Ilmu Komunikasi Massa dengan IP 3,50 ini kemudian “ngangsu” ilmu di UMM sehingga berhasil meraih S2 Magister Ilmu Sosiologi Pedesaan. “Dengan bekal pendidikan formal dan pengalaman yang segudang dalam bidang jurnalistik, niscaya eksistensi Humas Kabupaten Trenggalek di bawah kepemimpinannya akan lebih berkembang, lebih fair, trasparan dan inovatif” demikian Budi Untoro dari LSM Pusat Jaringan Aspirasi dan Control Kebijakan (Jack Centre) Korwil Kediri berpendapat.
Nurhasim dari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Trenggalek, menyambut baik atas pelantikan Drs. Joko Setyono, M.Si sebagai Kabag Humas, menurutnya antusiasisme masyarakat pers, LSM dan lembaga yang ada di desa-desa, dalam reformasi transparansi global di lingkungan Pemkab Trenggalek, akan cepat terwujud “Pak Joko (Drs. Joko Setyono/Red) penuh empaty, simpatik dan supel, adalah Man Worker, manusia kerja dalam setiap tugasnya, itulah sebabnya kariernya begitu cepat memuncak dan tidak neko-neko” tegas Nurhasim.
Sementara itu masyarakat pedesaan pun merasa pantas dan layak atas kehadiran Joko Setyono sebagai pentolan Humas Kabupaten Trenggalek. Komentar yang berhasil direkam oleh Memo Kediri cukup beragam, namun intinya mereka percaya bahwa jaringan komunikasi antara Pemkab dan lembaga yang ada di pedesaan akan makin lancar dan efektif. “Saya yakin, dengan duduknya Beliau sebagai Kabag Humas, pemerintah desa sangat gembira dan jalinan kerja sama akan bisa lebih harmonis lagi. Dengan demikian kinerja perangkat desa dan seluruh lembaga di pedesaan dapat lebih terekspos, kan beliau sangat tahu kebutuhan masyarakat desa serta seluruh Kades/Lurah di Kabupaten Trenggalek juga akrab dengan Beliau” ujar Maksum, mantan Wakil Ketua BPD Sukowetan, Karangan.
Drs. Joko Setyono, M.Si, mencapai pangkat/Golongan IV/a tahun 2008, punya dua putra yakni Opsariko Haryo kelas 5 SD dan Kenhayu Laksita Laksmi masih di TK, dari perkawinannya dengan istri Emilia Farida. (Profil ini pernah dimuat di Memo Kediri edisi April 2009).

CahNdeso Numpang Ucapkan Selamat, atas terbitnya Bulletin Warta Trenggalek dengan wajah dan tampilan yang baru. Semoga panjang umur, barokah dan bisa lebih cantik lagi di masa akan datang.

Sabtu, 22 Agustus 2009

Sembilan Nasehat Untuk Awet Muda



Ingin tampil lebih muda? Tak perlu langsung berkonsultasi ke dokter bedah plastik. Tips berikut juga bisa membantu Anda untuk terlihat lebih muda beberapa tahun.

1. Duduk tegak
Orangtua “zaman dulu” biasanya akan menegur sikap duduk anak perempuannya yang membungkuk. Mungkin mereka menganggap posisi membungkuk tidak sopan, namun ada alasan yang lebih logis di balik larangan tersebut. “Orang yang memiliki postur tubuh baik selalu diidentikkan dengan orang yang muda, percaya diri, dan bahagia. Bandingkan dengan mereka yang duduknya membungkuk, pundak membulat (tidak bidang) atau miring sebelah,” papar Paul D’Arezzo, MD, ahli kebugaran dari Colorado Springs. Selain itu, duduk tegak juga akan membuat Anda merasa lebih nyaman. Postur tubuh yang baik akan mencegah otot dan persendian yang sakit. Untuk mulai membiasakan diri, cobalah untuk melakukan yoga atau pilates secara rutin. Latihannya akan bersifat menguatkan otot di bagian perut, pelvis, dan tulang punggung bagian bawah untuk menjaga postur tubuh tegak.

Untuk yang lebih murah, Anda juga bisa berlatih sendiri. Caranya: duduk dengan kedua telapak kaki datar menyentuh lantai. Rilekskan pundak dan dagu, kedua telapak tangan beristirahat di atas paha. Secara perlahan, tarik ke belakang punggung Anda, dan dekatkan kedua tulang belikat, lakukan dalam 5 hitungan, lalu lepaskan. Ulangi 3-4 set.

2. Lakukan seks setidaknya 3 kali seminggu
Pasangan di usia pertengahan 40-an yang sering melakukan hubungan seks terlihat 12 tahun lebih muda ketimbang pasangan yang jarang melakukan hubungan seks. Ini merupakan hasil penelitian selama 10 tahun yang dilakukan di Skotlandia. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering melakukan hubungan seks tak memiliki kerut sebanyak orang yang jarang melakukan hubungan seks. Kulit pun terasa lebih merata dan kenyal. Bisa jadi ini merupakan efek oxytocin, hormon yang terproduksi saat melakukan hubungan intim. Seks yang dilakukan di malam hari pun membantu seseorang tidur lebih nyenyak, dan merasa lebih segar di pagi harinya.

3. Alis mata tebal alami
Otak Anda mengasosiasikan alis mata yang tebal, hitam, dan terawat rapi. “Alis mata yang terlihat tipis dan jarang-jarang akan membuat wajah Anda terlihat tambah tua,” terang Damone Roberts, penata alis mata selebriti Hollywood. Jika Anda ingin membuat alis mata sedikit lebih tebal, disarankan untuk menggunakan eyeshadow warna coklat tua. Aplikasikan dengan kuas maskara yang sudah dicuci dan dikeringkan, lalu gunakan jari Anda untuk meratakannya. Upayakan untuk tidak membuat alis mata terlihat curam menukik ke atas, bisa-bisa Anda terlihat sedang marah. Ikuti saja alur alis mata alami Anda.

4. Highlight rambut
Mewarnai rambut untuk menutup uban yang mulai muncul-muncul memang akan membuat penampilan Anda terlihat lebih muda. Tetapi, jangan hanya berhenti dengan mewarnai rambut dengan warna hitam saja. Cobalah untuk melakukan highlight di sekitar wajah dengan 2 tone lebih muda dari warna asli rambut Anda. Selain membuat rambut Anda lebih bersinar dan sehat (tanda-tanda muda), hal ini juga akan memberikan warna cantik pada wajah Anda.

5. Kenakan bra yang tepat
Payudara akan kehilangan elastisitasnya seiring bertambahnya usia. “Ketika Anda merasa payudara terasa tak lagi sekencang dulu, coba cari bra yang memiliki penyangga di bagian dalam cup bra dan kawat penyangga yang baik. Atau lebih mudahnya, cari yang push up bra,” saran Susan Nethero, penulis Bra Talk: Myths and Facts. "Hal ini akan membantu membawa payudara Anda berada di garis letak yang seharusnya, yakni di pertengahan antara pundak dan sikut,” lanjut Nethero.

6. Manikur
Tanpa kita sadari, kerutan pada leher dan punggung telapak tangan adalah hal yang menunjukkan tanda-tanda penuaan. Biasanya, pada area-area tersebut kulit berkerut dan kendur, urat nadi menonjol, bintik-bintik hitam bermunculan. Untuk membuat orang tak terlalu memerhatikan tanda-tanda penuaan tersebut pada telapak tangan Anda, lakukan manikur. Pewarna kuku yang berwarna menarik atau cincin yang cantik akan mengalihkan pandangan orang dari tanda-tanda penuaan tadi.
7. Berhenti merokok
Merokok bisa membuat Anda terlihat dan merasa lebih tua dari umur sebenarnya. Merokok mengurangi usia wanita 14,5 tahun. Merokok pun bisa menambah tampang tua, seperti kerutan di sekitar mata dan bibir, juga warna keabuan pada kulit. Tak ada kata terlambat untuk berhenti merokok, bahkan jika Anda sudah lama merokok.

8. Cerahkan senyuman
Secara tak sadar, kita mengasosiasikan warna gigi yang tak cemerlang dengan usia matang. Enamel pada gigi umumnya akan berubah berwarna gelap seiring bertambahnya usia. “Sementara senyum cemerlang memberikan impresi kesehatan yang sehat dan muda,” terang Lauren Solomon, pengarang Image Matters! First Steps on the Journey to Your Best Self. Untuk mengurangi noda pada gigi, hindari makanan yang bisa merusak penampilan, seperti kopi, anggur merah, teh, dan rokok. Jangan lupa untuk menggosok gigi setidaknya 2 kali sehari.

9. Sinkronisasi
Tentu saja, yang terpenting adalah perawatan. Tak hanya lewat polesan dan trik-trik tadi, tapi juga dengan menyinkronisasi luar dalam. “Untuk selalu tampil awet muda, Anda harus memiliki hati yang bersyukur, pikiran positif, senyuman, dan penuh cinta. Sementara untuk fisik, jangan lupa makan makanan yang sehat, hindari lemak, dan menggunakan produk-produk perawatan kulit yang tepat dan cocok,” ujar Ira Wibowo dalam acara 7 Wanita 7 Inspirasi, sebagai Duta Olay Total Effects, Selasa (18/8).

Ira bersama Marissa Haque, Shahnaz Haque, Soraya Haque, Nola BE3, Widhi BE3, dan Cynthia BE3 sepakat bahwa mereka memerlukan bantuan produk pelembap untuk membantu mereka mendapatkan kulit yang lembap dan kencang. Pada acara tersebut, ketujuh Ambassador Olay mengakui bahwa mereka sudah menggunakan produk ini sejak lama, dan kini kulit mereka terbebas dari masalah 7 tanda penuaan (garis halus dan keriput, bintik hitam, pori-pori besar, kulit kering, kulit wajah kasar, warna kulit tak merata, dan kulit wajah kendur).
========== dialihkan dari Kompas.Com==========

Kantor Kependudukan dan Capil Rawan Pungli


Pelayanan Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil dinilai warga sangat lamban dan diduga ada pungutan liar dalam penarikan biaya pengurusan akta. Indikasi pungli pembuatan akta kelahiran ini terlihat pada saat pembayaran. Pada kwitansi petugas menuliskan biaya sebesar Rp 17.500, namun petugas menarik biaya Rp 25 ribu, sehingga ada selisih sebesar Rp 7.500. “Petugas langsung minta begitu, ini kan jelas tidak sesuai,” ucap Katimin, dari Desa Tugu, sambil menunjukkan kwitansi. Selisih pembayaran tersebut, selain dipertanyakan penggunaannya, secara administrasi juga mengganggu. “Dulu cuma ada selisih dua ribu lima ratus, saya masih bisa menjelaskan ke warga. Tapi kalau selisih tujuh setengah (Rp.7.500), saya sudah ndak mau nguruskan lagi. Orang desa uang segitu pasti dipermasalahkan,” ujar lelaki yang juga perangkat desa ini.

Tidak hanya masalah biaya, pelayanan Kantor di jalan Kartini ini juga kurang memuaskan. “Kalau ngurus KTP di mana Buk? Jawabnya sana, sambil kepalanya noleh Wah, kurang ramah banget,” ucap Andra, warga Desa Sumberingin, Karangan. Selain itu, para petugas pembuat akte selalu menolak konfirmasi data identitas yang diajukan pemohon. Vivi, mengurus akte dirinya, namun ada kesalahan tahun kelahiran karena tidak sesuai dengan Ijazah. petugas bersikeras, berpegang pada data yang tertera di KK, padahal dia mengurus akte untuk kelengkapan lamaran kepegawaian. "Bila akte kelahiran saya tahunnya beda dengan Ijazah, kan mesti ditolak oleh BKD? Sedangkan dulu waktu pembuatan KK pun, banyak terjadi kesalahan yang bersumber dari ketidak-profesionalan petugas Capil, tapi mereka ngotot", ujar Vivi dari Munjungan dengan wajah memelas.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Bambang HS mengatakan pihaknya sudah berupaya optimal memberikan pelayanan pada warga. Tambahan uang Rp 7.500 itu, digunakan bagi mereka yang menginginkan akta dilaminating, dilegalisir dan diberi map. “Ini bukan keharusan, kalau ada yang merasa tidak perlu, tidak harus menambah. Masalahnya, satu pegawai melayani sekian banyak orang, jadi dia tidak sempat menawarkan pada orang-orang sebanyak itu,” kata Bambang.

Serta yang paling menjadi kendala adalah minimnya jumlah pegawai yang harus melayani permintaan kepengurusan KTP dan akta. Dalam sehari, Bambang mengatakan ada sekitar 600 orang warga yang minta dilayani. Padahal di dinas tersebut hanya ada 42 pegawai. Dari jumlah tersebut 16 diantaranya adalah unsur pempinan, mulai dari kepala dinas sampai kasi. “Karena kekurangan pegawai, akhirnya para kasi juga turut melayani. Misalnya Bu Vita di Kasi Mutasi turun melayani. Ada lagi Pak Bambang Edi Kasi KTP juga melayani pemotretan,” lanjut Bambang. Disampaikan Bambang, dalam berbagai kesempatan,Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Syuhada Abdullah meminta pada Bupati agar ada tambahan pegawai. “Beberapa waktu lalu memang ada tambahan lima orang. Hanya saja memang kurang pas, misalnya satu orang bekas satpam, ada lagi bekas pesuruh. Mereka tidak mampu mengoperasikan komputer,padahal yang kami butuhkan mereka yang bisa mengoperasikan teknologi nformasi, meskipun hanya dasarnya saja,” kata Bambang. (Haz)


Jumat, 21 Agustus 2009

Dewan Kerja Kwarcab Trenggalek Juara I se-Jatim



Ft. : (1) Kontingen Dewan Kerja Kwarcab Trenggalek.
(2) Dr. H. Soekarwo, Gubernur Jatim saat menyerahklan penghargaan.(Hamzah)

Dalam rangka Hari Pramuka ke-48 tahun 2009, sekaligus merayakan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-64, Kwartir Daerah Jawa Timur Gerakan Pramuka menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan puncak acara Apel Besar pada tanggal 19 Agustus 2009, bertempat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Dalam rangkaian upacara tersebut dilakukan penganugerahan Penghargaan Dewan Kerja Cabang Tergiat kepada Dewan Kerja Cabang di Jawa Timur. Penganugerahan Penghargaan Dewan Kerja Cabang Tergiat tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo.
Dari hasil penilaian yang dilakukan oleh Kwartir Daerah Jawa Timur Gerakan Pramuka, Dewan Kerja Cabang Trenggalek memperoleh nilai tertinggi diantara 38 Dewan Kerja Cabang di Jawa Timur. Dalam penilaian ini Dewan Kerja Cabang Trenggalek berhasil mengumpulkan nilai 1267,5. Dengan nilai tersebut Dewan Kerja Cabang Trenggalek berada pada peringkat pertama, disusul Dewan Kerja Cabang Ponorogo dan Dewan Kerja Cabang Gresik di peringkat kedua dan ketiga.Penghargaan Dewan Kerja Cabang Tergiat kepada Dewan Kerja Cabang Cabang Trenggalek diterima oleh Ketua DKC Cabang Trenggalek, Gaguk Dwi Saputra.
Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang selanjutnya disingkat Dewan Kerja adalah wadah pengembangan kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di tingkat kwartir, beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, bersifat kolegial dan merupakan bagian dari Kwartir yang mengelola Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, dalam sambutannya mengajak para anggota Gerakan Pramuka untuk lebih merapatkan barisan dan menyatukan gerak langkah untukipercepatan kemajuan dan perkembangan Gerakan Pramuka dengan melakukan hal-hal terbaik demi masa depan kaum muda Indonesia yang lebih cerah.(Haz)

Catatan CahNdeso :

Alhamdulillah, selamat atas prestasi rekan-rekan Pramuka Penegak dan Pandega yang berhasil meraih Juara Pertama se-Jatim. Sebuah prestasi yang menjunjung nama baik Trenggalek. Trenggalek Jaya Wijayagung, Trenggalek Jayati. Kado Hari Jadi Trenggalek yang menurut CahNdeso, sangat monumental. Terus dinamis, terus berjuang untuk mengharumkan daerah ini.

Tayangan Televisi Sebagai Media Pembelajaran


Menyimak pidato kenegaraan Presiden SBY di MPR yang baru lalu, di hadapan anggota DPD, pada tahun 2010 internet dan tayangan televisi akan bisa dinikmati oleh masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia, saya jadi terpana. Ada rasa bangga, namun kegundahan akan dampak negatif dari media tersebut jauh lebih besar. Internet, mungkin masih terbatas pada mereka yang faham teknologi ini. Tetapi televisi, tidak dibutuhkan pengetahuan tambahan untuk menyimaknya, cukup punya mata yang berfungsi plus pendengaran. Masalah piranti (pesawat televisinya) mudah saja, andai belum atau tidak punya sendiri, bisa numpang di rumah tetangga karena komunitas desa sangat kekeluargaan dan masih solid dengan system kekerabatannya.

Bila anda berhasrat menjadi selebriti/artis sinetron, dewasa ini kira-kira syaratnya lebih mudah, namun perlu kemurahan dari Allah SWT karena menyangkut performance bawaan “janin”. Syarat pertama, anda yang wanita, harus cantik, berkulit mulus, berbody seksi, mau berdandan sesuai dengan tuntutan skenario. Untuk anda yang pria, harus ganteng, gagah, berbody macho dan bersedia berlagak sesuai tuntutan skenario. Kedua, anda bisa bicara dengan nada lantang, sanggup membentak-bentak, bisa bereksperisi bengis-jahat-licik, pria jadi wanita, wanita berlagak pria, (ekspresi sedih/tangis-menangis dan mata merah/sembab, bisa direkayasa dengan obat tetes mata, atau gas dari aroma kulit bawang merah!). Ketiga, jangan sekali-kali anda menolak keinginan sutradara dan produser sekalipun alur cerita atau penokohan anda secara psikologis tidak berwatak atau bertentangan dengan norma-norma. Keempat, anda bersedia mengikuti irama “kejar-tayang” pihak produser. Kelima, campakkan idealisme anda, gantikan dengan selera iklan dan warna-warni pemirsa yang menggemari ceritanya. Syarat keenam, sanggup menerima kritik, tudingan negatif dari para intelektual, psikolog dan pendidik yang peduli pada generasi muda. Ketujuh, -untuk pendatang baru dan yang belum beken- tanda-tangani saja kontrak dengan persyaratan yang diajukan produser walaupun honornya rendah.

Menjelang bulan Suci Ramadhan, selama satu bulan penuh ada kemungkinan tayangan televisi dipenuhi dengan thema-thema religi, termasuk iklan yang mengundang sensasi akan dikurangi. Padahal dalam setahun selama sebelas bulan, pemirsa banyak disuguhi tampilan yang serba glamour serta menjurus pada hal-hal berdampak negatif bagi perkembangan psikologi anak-anak dan ABG. Dan masyarakat pedesaan pada umumnya menikmati siaran televisi bagaikan sebuah media pembelajaran. Sementara Komisi Penyiaran Indonesia dan institusi pengawasan siaran televisi dan film independen seakan tidak mampu berfungsi sebagai pengendali. Walaupun label “siaran dewasa”, “bimbingan orang tua” atau apa saja istilahnya, tercantum dalam acara-acara tertentu.

Kampanye nasional untuk menyelamatkan anak-anak dari cengkeraman televisi adalah “Hari Tanpa Televisi” diadakan sejak 2006, tahun ini dilaksanakan pada hari Minggu, 26 Juli 2009 yang lalu. Gerakan ini seolah mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengendalikan dan mengawasi sajian stasiun televisi. Seandainya, komitmen ini diikuti fungsi-fungsi pengawasan dari institusi bentukan pemerintah, yang tegas, tidak pandang bulu, tak segan-segan menjatuhkan sanksi kepada stasiun yang ternyata menyajikan tayangan tidak berkualitas, niscaya kampanye bisa efektif serta menuai hasil maksimal. Lihatlah, seberapa besar prosentase siaran dan acara dari berbagai stasiun televisi yang berbobot membangun SDM masa depan? Jangan pertanyakan tentang komitmen orang tua menyiasati kebutuhan primer anak akan televisi, karena masyarakat pedesaan umumnya terlalu awam, kecuali bagi pedesaan di pulau Jawa dan Bali, mungkin sedikit beda.

Kebutuhan terhadap internet dan televisi konsekuensi logis dari perkembangan informasi global. Bahkan, suatu saat nanti masyarakat sangat bergantung pada teknologi ini sepadan dengan ketergantungan terhadap listrik. Oleh karena itu, sangat logis jika dalam dekade terakhir perkembangan industrialisasi pertelevisian nasional juga ikut meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas teknologinya. Bahkan, di era otonomi daerah, juga semakin marak bermunculan televisi lokal dengan tayangan khas bernuansa kedaerahan.

Kuantitas sajian membingungkan pemirsa saking beraneka dan banyaknya acara, teknologi pembuatannya kian canggih sehingga mampu menghipnotis pemirsa awam, utamanya masyarakat pedesaan. Kita semua bangga dengan itu, walaupun sebagian program berupa adopsi dari televisi luar negeri. Kendati demikian, para intelektual, psikolog, pendidik dan pemerhati generasi penerus bangsa ini sangat memprihatinkan kualitas tayangannya dan dampak negatif jangka panjang terhadap perkembangan jiwa dan moral anak-anak dan remaja. Pesan-pesan edukatif yang disajikan terbungkus sangat tebal sulit dicernakan, sebaliknya perilaku bengis dan keji justru tertampil seakan suri tauladan yang faktual serta layak diaktulisasikan dalam keseharian. Utamanya sajian televisi swasta nasional yang lebih banyak memburu kualitas tayangan program yang kurang mendidik dan cenderung tidak rasional.

Para psikolog tidak sedikit yang menegaskan bahwa hampir semua tayangan televisi cenderung tidak mendidik bagi anak-anak. Program “reality show” pun menyerempet pada mengajak masyarakat untuk menerima begitu saja fakta yang diungkapkan tokoh tamunya, bukan tidak mungkin bisa berdampak pada kebencian atau fitnah pada pihak yang tidak sepaham. Tayangan yang bertemakan religi, khususnya agama yang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia, cenderung mengada-ada dengan alur cerita yang hilir mudik. Masyarakat pedesaan dan anak-anak menonton semua sajian karena kebanyakan mereka tidak punya batasan menonton yang jelas, hanya menuruti selera dan kesenggangan. Mulai dari acara gosip, berita kriminal yang sadistis, sinetron yang penuh kekerasan, intriks, mistis, amoral, film dewasa yang diputar dari pagi hingga malam, penampilan musik dengan artis berbusana seksi, lirik lagu yang tak mendidik, sinetron bertema agama menampilkan rekaan adegan yang bisa menjerumuskan pada syirik, sinkretisme yang merusak akidah dan keluar dari syariat agama. Sementara film-film kartun yang heroisme memberatkan adegan yang anti-sosial.

Transparansi dan globalisasi teknologi informasi mempersempit ruang dan waktu. Internet, televisi dan piranti komunikatif merambah setiap komunitas sosial, memberikan kemudahan menjanjikan kesenangan. Pemerintah c.q. Depkominfo sudah mencoba untuk menangkal berbagai dampak negatif dari teknologi (internet) ini dengan menyediakan software khusus yang bisa didownload gratis melalui situs Depkominfo. Faktanya, banyak warnet yang tumbuh menjamur di seantero kota besar/kecil, tidak mempergunakan software aplikasi pelindung tersebut. Malah, ada server milik beberapa Pemkab/Pemkot terutama di Jatim, membuka koneksi wireless yang bisa diakses bebas oleh masyakarat dalam radius tertentu, tidak memasang filter sama sekali. Apalagi dengan siaran televisi yang nota bene dikendalikan oleh stasiunnya, dan hanya mengandalkan kebijaksanaan orang tua untuk memilih dan memilah acara layak tonton, serta “kritikan” komisi penyiaran.

Bulan Suci Ramadhan telah hadir, sajian televisi tentunya bernuansa islami. Mudah-mudahan, tayangan yang bernuansa lebih pro-sosial dengan norma-norma dan nilai-nilai luhur terus berlanjut sepanjang waktu. Institusi pengawas siaran dan film, baik bentukan pemerintah maupun yang independen mampu memaksimalkan peranan dan fungsinya. Industriawan dan produsen acara menunjukkan komitmen yang bijak: Jangan sampai orang lain berbuat dosa karena kita. Hanya demi meraup keglamouran bagi diri sendiri dan keluarga.

Kutulis Buat :
Keluargaku Tercinta. Tiada harta yang bisa kuwariskan. Maafkan Abah.

Kamis, 20 Agustus 2009

9000 PNS Tidak Disiplin Dipecat

Sepanjang pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ada sekitar 9000 Pegawai Negeri Sipil yang dipecat, hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Cerdas Kaban. Para PNS yang dipecat tersebut kebanyakan karena tidak disiplin, demikian keterangan Kaban saat meresmikan Grha Kepri di Batam, Sabtu lalu.

Menurut Kaban menjadi PNS adalah menjadi pelayan masyarakat dan sebagai aparat pemerintah harus memberikan pelayanan maksimal. Untuk itu bagi PNS yang tidak disiplin akan ditindak dengan tegas.

Jika mau jujur, masyarakat banyak yang mengeluhkan kinerja dan pelayanan para PNS. Dalam hal ini, pemerintah perlu melakukan pembenahan sehingga ungkapan pelayan masyarakat tidak hanya slogan namun benar-benar di aplikasikan oleh setiap aparat pemerintahan. Demikian juga birokrasi yang sering disalah gunakan oleh berbagai oknum, termasuk dari kalangan PNS yang selalu ujung-ujungnya membuat masyarakat harus mengeluarkan uang untuk pelayanan yang diperlukan.

Semoga dengan pemerintah yang terpilih saat ini, ada reformasi dalam birokrasi dan juga para aparat pemerintahan yang menyalahgunakan wewenang ataupun yang tidak disiplin dalam mengemban tugasnya dapat ditindak dengan tegas. Mari buat Indonesia menjadi lebih baik.

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (256) Artikel (221) Info (213) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (160) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (144) Pembangunan (90) Politik (85) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (80) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (62) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Artikel-Copas (17) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Fauna (8) Berita CPNS (7) Idul Fitri (7) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1) lebaran (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top