Trenggalek Jelita (Cangkrug-ane CahNdeso) - Biografi Tokoh Nobel - Tokoh Indonesia - Lowongan Kerja, lowongan CPNS - Info Beasiswa - Dukung Palestina - Anti Zionist
Untuk Sukses, Persiapkan Diri Anda Sebaik-baiknya:

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)
Disclaimer
I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified. All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.
Thank You So Much All Guests and Blogger Friends
I greatly appreciate your kindness to visit my blog and, in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great deal of thing which will be useful for advancing our human values. For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on my Chat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.

Yours sincerely and best regard.
[CahNdeso]

Minggu, 03 Juni 2012

Emil Adolf von Behring, Peraih Noble Kedokteran Tahun 1901

0 Komentar
EMIL ADOLF  von   BEHRING, atau terlahir Adolf Emil Behring (lahir 15 Maret 1854 – meninggal 31 Maret 1917 pada umur 63 tahun) adalah seorang dokter dan ahli fisiologi Jerman. Ia dikenal luas sebagai pelopor yang hebat dalam pengembangan terapi serum, khususnya terapi serum untuk mengobati penyakit radang selaput lendir (diphteria). Berkat terapi yang ditemukannya, dunia kedokteran mempunyai salah satu senjata ampuh untuk melawan penyakit dan kematian yang ditimbulkannya. Prestasi ilmiah yang mendasar ini mengantarkannya sebagai peraih Hadiah Nobel Kedokteran di tahun 1901. 

Emil Adolf Behring lahir di kota Hansdorf, Deutsch-Eylau, Jerman. Ia anak tertua dari 13 bersaudara, hasil pernikahan kedua dari seorang guru. Ayahnya yang beranak banyak tak sanggup menyekolahkannya ke perguruan tinggi kendati prestasi akademik Behring luar biasa. Pada tahun 1874, akibat kebuntuhan finansial itu, Behring memilih kuliah di Sekolah Tinggi Kedokteran Tentara yang berlokasi di Berlin. Selama mengenyam pendidikan di sini, ia tak ditarik biaya tetapi wajib militer selama banyak tahun harus ia jalani.

Pada tahun 1878, ia berhasil menyabet gelar dokter dan dua tahun kemudian ujian negara ia selesaikan dengan sangat berhasil. Selanjutnya ia ditempatkan di Wohlau dan Posen di Polandia. Selama berada di Posen, persisnya di Pusat Percobaan Kimia Posen, Behring tak hanya membuka praktek tetapi juga mempelajari hal-hal yang bertalian dengan penyakit akibat bakteri. Dalam kurun 1881-1883, ia menggulir riset penting mengenai iodoform dan di sini ia menarik kesimpulan bahwa iodoform tidak cuma membunuh kuman tetapi juga berfungsi sebagai antitoksin yang sanggup menetralisasi racun akibat basil atau bakteri berbentuk batang. Pendapat ini ia publikasikan di tahun 1882 dan badan pemerintah Jerman segera tertarik dengan kemampuannya sebagai ilmuwan dan peneliti yang hebat. Oleh pemerintah, Behring lantas dikirim kepada C. Binz, seorang ahli medis di Bonn, untuk mengasah kecakapannya meneliti.

Pada tahun 1888 ia diminta kembali ke Berlin dan bekerja sebagai asisten Robert Koch di Institut Ilmu Kesehatan. Ia bergiat di sini selama beberapa tahun dan berikutnya mengikuti Koch pindah ke Institut Penyakit Menular. Di tempat ini Behring tak hanya berkolaborasi dengan Koch tetapi juga dengan P. Ehrlich. Pada tahun 1894, prestasi akademik Behring diakui secara luas dan ia diangkat menjadi profesor bidang ilmu kesehatan di Universitas Halle. Satu tahun kemudian ia menduduki jabatan yang sama di Universitas Marburg.

Sejumlah riset terpenting yang dijalankan Behring membuka jalan bagi riset-riset lebih lanjut oleh Koch, Ehrlich, Loffer, Raux, Yersin dan lain-lainnya dan secara keseluruhan semua riset ini membangun fondasi pengetahuan modern mengenai kekebalan terhadap penyakit akibat bakteri. Secara khusus Behring dikenang oleh dunia sains berkat penelitiannya yang brilian tentang penyakit radang selaput lendir dan TBC. Ia bergerak di bidang ini menyusul kerja E. Raux dan A. Yersin di Institut Pasteur selama 1888-1890. Kala itu kedua ilmuwan Perancis ini menemukan bahwa cairan bebas basil yang mereka saring dari biakan bakteri penyebab diphteri ternyata mengandung zat toksin yang akan menyulut gejala-gejala diphteri jika disuntikkan ke dalam tubuh hewan.

Berikutnya di tahun 1890, I. Brieger dan C. Fraenkel menemukan zat toksin yang mereka sebut toxalbumin. Bahan ini mereka peroleh dari biakan basil penyebab diphteri. Apabila toxalbumin disuntikkan dengan dosis yang tepat pada binatang percobaan, hewan ini akan terlindungi dari serangan diphteri. Menindaklanjuti dua percobaan itu, Behring berusaha meneliti apakah kuman-kuman dalam tubuh dapat dibasmi  oleh campuran iodoform dan berbagai obat pembasmi basil lainnya. Kuman-kuman yang ia coba adalah basil penyebab diphteri dan tetanus. Langkah-langkah Behring di sini kemudian berkembang menjadi terapi baru bagi kedua penyakit itu.

Di tahun 1891, bersama S. Kitasato, ia mengumumkan temuan bahwa biakan kaldu steril dari basil diphteri atau tetanus dalam dosis tertentu dapat membuat tubuh binatang memproduksi zat-zat dalam darah -yakni sejenis antitoksin- yang sanggup menetralkan toksin hasil kerja kuman-kuman itu. Mereka juga mengatakan antitoksin yang dihasilkan seekor binatang dapat menciptakan kekebalan pada binatang lainnya. Selain itu zat yang sama juga bisa mengobati binatang yang menunjukkan gejala-gejala terserang diphteri. Penemuan besar ini menggoncang dunia medis dan aplikasinya yang luas dan efektif segera dilakukan oleh banyak ilmuwan lain di luar Jerman. Di lini lain dari penyelidikannya, Behring, pada tahun 1898, menemukan bahwa kekebalan terhadap diphteri bisa diperoleh melalui suntikan toksin diphteri yang telah dinetralkan oleh antitoksinnya. Pada tahun 1907, Theobald Smith menegaskan bahwa kombinasi toksin-antitoksin seperti ini bisa digunakan untuk menciptakan kekebalan yang sama pada manusia.

Pada tahun-tahun berikutnya menjadi jelas bagi dunia ilmu kedokteran modern bahwa campuran toksin-antitoksin yang ditemukan Behring merupakan metode yang sangat tepercaya untuk membentuk kekebalan dalam tubuh manusia. Sejak 1913 dan seterusnya, berkat aplikasi yang luas atas temuan itu, diphteri terhapus dari daftar penyakit yang menghantui kehidupan manusia. Reputasi Behring berkibaran secara global seiring dengan perkembangan ini.

Pada tahun 1901, ia mulai sakit-sakitan dan berhenti mengajar namun tetap menggulir penelitian. Risetnya terfokus pada penyakit TBC. Sebuah perusahaan komersial mendirikan laboratorium yang lengkap untuk menyokong kerjanya di Marburg. Pada tahun 1914, di kota yang sama, Behring mendirikan Behringwerke sebagai tempat untuk membuat serum dan vaksin dan menggulir ujicoba ilmiah. Bisnis serum dan vaksin ini membuat hidupnya sangat berkecukupan. Ia punya tanah yang luas di Marburg, lengkap dengan rupa-rupa ternak yang bisa ia manfaatkan untuk bereksperimen.

Kumpulan pemikiran Behring yang sangat berharga diterbitkan tahap demi tahap dari tahun 1893 hingga 1915. Atas serangkaian prestasi ilmiahnya yang hebat, ia meraih banyak sekali tanda jasa. Sebagai contoh, setelah bergelar profesor di tahun 1893, Behring dianugerahi predikat “Geheimer Medizinalrat” dan menjadi pejabat dalam barisan orang-orang terhormat Perancis. Tak lama kemudian ia diberi gelar kehormatan oleh masyarakat Italia, Turki, Perancis menyusul pengumumannya sebagai peraih Hadiah Nobel Kedokteran di tahun 1901. Medali sains ia koleksi dari antara lain Jerman, Turki dan Rumania. Di Marburg sendiri ia diangkat ke posisi “Ehrenburger”. Behring menikah dengan Else Spinola di tahun 1896 dan memiliki tujuh anak dari perkawinan ini. Tanggal 31 Maret 1917 ia meninggal dunia di Marburg.

Dari berbagai sumber: id.wikipedia.org, nobelprize, Foto

Artikel Terkait :
Niadesain.com

Jumat, 01 Juni 2012

Saya Dinobatkan Menjadi Top Active Member di Forum KAD

8 Komentar
Alhamdulillah, saya panjatkan puji syukur ke hadirat Ilahi Robbi. 
Sungguh, saya merasa sangat terhormat sudah menerima julukan "Member Pilihan PERTAMA: maksum (Top Active Member)"; Saya berhak memperoleh hadiah 1 (satu) Referal Premium dan Gratis Pasang Iklan Ninong 12 Jam.
  
Hati kecil saya, sebenarnya menolak ditempatkan di puncak klasemen (kayak sepak bola azaaa!); sebab saya sadar, apa yang saya capai, murni karena "kecelakaan" belaka! Andaikata, tiada "bencana" menimpa "the Green Forum", niscaya member di puncak klasemen adalah mereka yang saat ini ada di bawah saya. Dan posisi saya jauh berada di dasar......! Sehingga, seakan moment "serangan 17 Mei 2012" terhadap data base forum merupakan keuntungan bagi saya - padahal saya sangat tidak senang dengan peristiwa itu.
  

Demi Allah, saya sangat merasa tidak pantas; namun karena ini keputusan dari management dan system KAD, saya akan menerimanya dengan ikhlas. Tetapi dengan iring-iringan permohonan kepada semua member civitas Forum GoKiL, kiranya bersedia menerima kehadiran saya sebagai Top Active Member kali ini; kendati dengan sedikit melencengkan "julukan" menjadi " Top Active Member 11 Hari di Bulan Mei"
  
Kepada para mastah, para civitas Forum GoKiL, KADers, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf bila tanpa malu-malu saya mau menerima anugerah dari Tim KAD ini.
  
Saya yakin seyakin-yakinnya - (terlepas dari "serangan 17 Mei 2012") - tanpa dukungan, bantuan dan partisipasi semua responden dan civitas forum, mustahil bagi saya dalam sebelas hari terakhir ini mampu dinamis dan aktif di Forum GoKiL.
  
Top Member atau gelar lainnya, bukan tujuan saya aktif di Forum GoKiL. Saya aktif, karena ini menjadi pilihan tepat dan bermanfaat bagi saya untuk mengisi kesenggangan waktu saja!

Terimakasih tiada terhingga, saya khususkan kepada Jenk Mimin dan Crew, semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik serta meridhoi-Nya dengan tanpa hijab apapun.
  
Amin, ya Mujibassailin.
  
Sukses KAD, semakin berjaya dalam ridho Allah SWT.

Salam GoKiL

Post by: Lina CahNdeso.

Baca juga yang ini :


Niadesain.com

Rabu, 30 Mei 2012

Lorong Waktu Kembali Ke Masa Lalu, Adalah Mustahil!!!

9 Komentar

Allah SWT beberapa kali memakai kata "waktu" sebagai awal sumpahnya, misalnya surat al Asr, Allah bersumpah: "Demi Masa!". Ini membuktikan betapa mulianya kedudukan "waktu" dalam siklus kehidupan universal. "Lorong waktu", sebuah sistem yang masih misterius dan hingga kini menjadi perdebatan di kalangan saintis. Kesimpulan mereka variatif dan semuanya belum mutlak! Rasulullah SAW, dan para Rasul/Nabi dikisahkan dalam kitab Suci pernah memasuki apa yang diistilahkan ilmuwan sebagai "lorong waktu".  Namun, bagi saya di dunia fana ini, tetap saja lebih baik berpegang pada Surat Al Asr, yang intinya kita akan merugi bila tidak memanfaatkan hidup ini untuk hal-hal yang sesuai dengan tuntunan Agama! 

"Waktu"  mungkin saja bisa  memang membeku alias diam tak bergerak, itu terjadi kelak saat kita sudah memasuki alam Akhirat! Surga dan Neraka adalah keabadian yang dijanjikan-Nya! Kendati demikian, terjadinya fenomena seperti peristiwa yang dialami oleh Kapten kapal Titanic, Smith dan penumpangnya Wenny Kathe, dapat menjadi alasan (bukan pembuktian mutlak!) bahwa ada sistem waktu yang terpisah dari sistem kefanaan dunia nyata kita. Tapi, inipun hanya khusus untuk mereka yang mengalaminya dan berdampak langsung hanya pada mereka.

Bagi manusia awam, bila menemukan seseorang yang mengaku dari dunia masa silam, atau seseorang dari masa sekarang tiba-tiba pernah mengalami keghaiban masa lalu, maka kita akan menganggap orang itu sudah stress, mengalami depresi, sakit jiwa, bahkan gila! Akan tetapi, seandainya kita mau berpikir bukan hanya dengan logika ilmiah, namun dengan logika spiritual yang religius dan magis, niscaya akan ditemukan jawaban misteri ketidak-normalan sebuah peristiwa.

Logika spiritual dan magis, berbasis dari agama dan keyakinan seseorang. Dalam area ini, dituntut nilai-nilai iman yang istiqomah dan tawaddhu, terlepas dari keinginan untuk membenarkan pendapat sendiri. Hukum alam (sunnatullah) yang tertulis di kitab Suci maupun yang terbuka benderang di alam semesta adalah kesatuan yang tidak akan terpisahkan sekaligus tak terbantahkan. Bila sesuatu masih menjadi perdebatan, itu karena pembuktiannya belum eksak. Manusia, dari masa ke masa sedang berproses untuk menuju pembuktian material yang menurut matematika adalah pasti, namun sesungguhnya apa yang ditemukan dan dipastikan oleh logika manusia, hanya terbatas pada fakta yang fana, substansinya tetap saja sangat relatif!


Mustahil Kembali ke Masa Lalu

Pada tahun 1970 seorang penumpang jet 727, dikabarkan menghilang selama 10 menit dalam penerbangannya ke Bandara Internasional Miami. Para penumpang tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tetapi akhirnya mereka percaya setelah melihat jam tangan mereka, jam menunjukkan lebih lambat 10 menit. Para ahli menjelaskan ," ada periode "hilang", waktu "berhenti", atau dengan kata lain, "waktu dapat menarik kembali ".

Cerita lain menjelaskan, sebuah koin modern ditemukan di kuil kuno Mesir yang berusia 4000 tahun. Sebuah koin perak modern yang belum beredar, terkubur bersama di dasar kuil dewa matahari. Saat itu sebuah tim arkeologi dari Perancis tiba di tepi sungai Nil untuk melakukan penelitian ilmiah. Mereka menemukan reruntuhan dan menggalinya. Tak disangka para arkeolog menemukan sebuah koin perak. Tapi anehnya, itu bukan koin kuno orang Mesir tetapi koin orang Amerika. Dan semakin aneh bahwa koin tersebut bukan dari Amerika kuno namun berasal dari Amerika masa kini. Koin bernilai 25 sen dalam kondisi membatu dan belum pernah dipublikasikan sama sekali. Sampai saat ini para ilmuwan masih bingung. Bagaimana bisa koin itu ditemukan di kuil kuno Mesir?

Laporan rahasia dari NATO pada tahun 1982 juga menceritakan perihal rahasia ruang dan waktu. Dalam sebuah pelatihan terbang di Eropa Timur, pilot mereka melihat ratusan dinosaurus di depan matanya. Tiba-tiba saja pilot tersebut tiba di dataran Afrika prasejarah. Pilot juga mengalami hal yang sama ketika ruang dan waktu membawanya kembali ke perang Jerman selama perang dunia II. Tetapi dalam semenit kemudian ia kembali ke kenyataan. Benarkah?!

Jika teori kembali ke masa lalu itu terjadi dalam sitem waktu di alam fana dalam sistem waktu kita, tentu saja akan mustahil. Apa pun yang terjadi di alam semesta berlangsung sesuai dengan hukum alam. Terjadi sedikit saja selisih waktu edar sebuah benda angkasa, baik itu planet yang di galaxi Bima Sakti maupun yang berada jauh sekali dari galaxi kita, pasti akan berpengaruh sangat besar terhadap keutuhan dan kelangsungan universal. Dalam Kitab Suci dijelaskan, bahwa setiap manusia di dunia fana ini, kelak kemudian hari, tatkala wujud kasar kita sudah berubah menjadi wujud halus dalam bentuk ruh, akan dapat melihat apa yang telah dilakukannya semasa berjaya di dunia. Tapi bukan kembali ke masa lalu!  Kita terus beranjak ke masa depan meskipun hanya seper-sekian detik!!!

Kembali ke masa lalu adalah hal yang paling mustahil untuk dilakukan. Sekalipun secara teoritis, bukan sesuatu yang tidak mungkin sebagaimana Albert Einstein mengatakan, “Waktu dan ruang dapat mengalami modifikasi. Ruang dapat dipersingkat dan waktu dapat menjadi lebih lambat.” Menurut teori Einstein ini, waktu dan ruang dapat mengalami perubahan dalam kecepatan cahaya. Jadi, seandainya suatu benda terbang dengan kecepatan 300.000 km/detik, maka ruang bisa diperpendek, dan waktu bisa diperlambat. Teori ini tak bisa dijadikan landasan untuk memastikan bahwa kita bisa kembali ke masa lalu! Bayangkan, berapa jarak antara masa lalu dengan masa sekarang...?! Usaha untuk mengejar masa lalu tetap saja memerlukan waktu dan itu berarti kita sudah meninggalkan masa lalu, kendati hanya seper-sekian detik!!!


Fenomena alam yang memberikan pengalaman pada berberapa sosok tertentu untuk melihat peristiwa di masa lalu, hanya dapat dilakukan setelah yang bersangkutan melalui berbagai dimensi spiritual dan religius. Para Nabi dan Rasul, tidak begitu saja -lahir-besar-dewasa- kemudian menjadi Nabi/Rasul Allah. Namun di antara masa pendewasaan tersebut, sosok-sosok ini sudah terlebih dahulu digembleng -atau katakanlah menggembleng diri sendiri- dengan kehidupan yang mengarah pada pencerahan bathiniah. Sehingga pada level tertentu, mereka pun memiliki kemampuan lebih dari manusia biasa. 

Kesimpulannya, seseorang dapat merasakan bahwa "waktu" yang dia miliki/rasakan bisa saja tiba-tiba mandeg/diam/tak bergerak; atau seseorang bisa saja menyaksikan gambaran peristiwa masa lalu, tapi dalam dimensi yang berbeda dengan kefanaan kita. Akan tetapi, waktu tetap saja beranjak, dan kita tidak akan bisa kembali ke masa lalu, apa lagi untuk merubah apa yang telah terjadi!



Niadesain.com

Minggu, 27 Mei 2012

Myron S. Scholes, Peraih Nobel Ekonomi 1997 Bersama Robert Merton

6 Komentar
MYRON S. SCHOLES,   ahli ekonomi Amerika Serikat kelahiran Kanada yang dikenal luas atas kontribusinya yang luar biasa dalam pengembangan metode baru untuk menentukan nilai derivatif. Prestasi ilmiah yang fundamental ini mengantarnya sebagai peraih Hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 1997 bersama rekan ekonomnya, Robert Merton, yang memberikan kontribusi serupa di bidang yang sama.   

Myron S. Scholes lahir pada 1 Juli 1941 di kota Timmins, Ontario, Kanada, berasal dari keluarga menengah yang berkecukupan. Selama masa Depresi, ayahnya pindah ke Timmins, sebuah wilayah pertambangan emas yang relatif makmur-untuk membuka praktek kedokteran gigi. Sementara ibunya mendirikan jaringan pasar swalayan kecil. Saat berumur 10, Scholes dibawa pindah oleh keluarganya sejauh 500 mil ke kota Hamilton, Ontario. Ketika bersekolah di Timmins, Scholes selalu menjadi murid yang terbaik dan menikmati hidup yang nyaman. Tetapi beberapa tahun setelah tiba di Hamilton, perjalanan hidupnya berubah drastis.

Di ulang tahun ke-16, Scholes menyaksikan ibunya meninggal dunia akibat terserang kanker. Ia sendiri terkena radang pada kedua kornea matanya sehingga tak betah membaca lama-lama. Di bawah kondisi ini, Scholes dipaksa berpikir secara abstrak dan bekerja pada tataran konsep untuk memecahkan banyak masalah. Ia membiasakan diri untuk menjadi pendengar yang baik -sebuah kualitas yang nantinya sangat dihargai oleh banyak rekan dan sobat intelektualnya di kemudian hari.

Pada umur 26, sebuah kornea  berhasil dicangkokkan ke sebelah mata Scholes dan sejak itu penglihatannya bisa bekerja dengan lebih baik. Berkat pengaruh keluarga dan kerabat, ia meminati bidang ekonomi sejak kecil, terutama bidang finansial. Ibunya memang pecinta wirausaha dan selalu menginginkan Scholes untuk secepatnya bekerja bersama saudara laki-lakinya di penerbitan buku dan bisnis promosi. Selama masa remaja, Scholes selalu menjadi bendahara berbagai perhimpunan, berbisnis dengan teman-teman, berjudi untuk menghayati peluang dan risiko, dan bekerja dengan pamannya untuk memahami aktivitas bisnis. Ia sudah berinvestasi di pasar bursa sejak masih duduk di sekolah menengah dan universitas melalui rekening yang pertama kali diisi oleh ibunya dan kemudian oleh ayahnya. Sukses berinvestasi menjadi obsesinya dan untuk itu ia rajin sekali melahap berita dan buku-buku.

Setelah kematian ibunya, Scholes memutuskan untuk menempuh studi pra-sarjananya di Universitas McMaster, Hamilton. Panitia penerimaan mengira ia akan berkonsentrasi pada kuliah fisika atau teknik karena nilai matematika dan ilmu alamnya semasa SMU sangat istimewa tetapi mereka keliru. Bidang ekonomilah yang ternyata diambil Scholes. Di McMaster, Profesor Mclver, sarjana ekonomi lulusan Universitas Chicago, mengagumi bakat Scholes dan menyuruhnya membaca dan memahami karya-karya George Stigler dan Milton Friedman, dua ekonom yang kemudian menjadi pemenang Hadiah Nobel Ekonomi.

Scholes tertarik sekali. Setelah diwisuda pada tahun 1962, ia menjalin kesepakatan dengan pamannya dari pihak ibu. Ia berjanji akan bergabung dengan usaha penerbitan sang paman asal ia terlebih dulu diperbolehkan menyelesaikan studi di Universitas Chicago. Dalam meneken persetujuan ini, Scholes sebetulnya bergerak berdasarkan dorongan instinktif yang membisikkan ke dalam hatinya bahwa ia harus berkembang sesuai cita-cita, berkuliah di jurusan yang paling ia senangi dan bekerja dengan orang-orang yang terbaik.

Selama tahun pertama di Chicago, ia bertemu dengan sejumlah teman satu kelas yang kemudian menjadi teman-teman seumur hidup, dan dengan mereka ia berbagi gagasan dan pemikiran selama bertahun-tahun. Sobat-sobat itu adalah Richard Roll dan Michael Jensen, Ph.D bidang finansial yang akhirnya menjadi cendekiawan kelas dunia, serta Jack Gould, doktor ekonomi yang sangat piawai di bidang teori.

Pada musim panas setelah tahun pertama, perubahan dramatis berlangsung dalam kehidupan Scholes. Pada waktu itu, ia sudah mengantongi titel master dan ia berniat balik ke Kanada untuk bekerja bersama pamannya sesuai kesepakatan. Namun sebelum ia merealisasi rencana ini, beberapa profesornya di Chicago memintanya ikut membuat program komputer untuk menyokong proyek riset mereka. Ia menolak karena pengalamannya minim sekali di bidang ini (hanya beberapa hari membuat program sederhana untuk dekan Robert Graves), sementara pemrogram senior banyak berkeliaran di Chicago. Para profesor memahami alasannya tetapi mereka meminta Scholes menanti selama tiga hari. Pada hari ketiga tak satu pemrogram senior pun nongol dan Scholes kehilangan argumentasi untuk tidak membantu mereka. Oleh Robert Graves, ia diantar menuju fasilitas komputer sejauh enam blok dari kampus dan Scholes segera bekerja keras di tempat itu.

Selama empat setengah bulan ia bergelut dengan komputer sendirian. Para profesor hanya datang untuk memberitahu arah dan format riset mereka. Siang dan malam Scholes berjuang dan di akhir musim panas ia ke luar dari sarang kerjanya sebagai jago komputer yang paling hebat di Universitas Chicago, satu keahlian yang terus ia kembangkan pada waktu-waktu selanjutnya. Seandainya Chicago kala itu memiliki jurusan komputer atau jika ilmu komputer dikembangkan di tempat itu, Scholes niscaya akan melanjutkan studinya di bidang itu. Berhubung kenyataannya tak ada, ia memendam kecintaannya pada ekonomi dan komputer untuk sementara waktu dan siap-siap pulang ke Kanada. Tetapi salah satu profesornya, Merton Miller, mendatanginya untuk menawarkan program Ph.D. Undangan tak terduga ini mungkin terjadi karena Miller mengagumi bakat besar Scholes atau karena sekadar tak ingin kehilangan pemrogram komputer yang andal bagi jajaran para guru besar.

Apa pun motifnya, Scholes setuju dan jadilah ia mahasiswa doktoral di Universitas Chicago dengan ekonomi sebagai bidang studi utamanya. Dari Miller, ia kemudian belajar banyak mengenai ekonomi finansial, dari Stigler, ekonomi informasi dan dari Friedman, ekonomi makro. Scholes sendiri membangun minat yang kuat pada masalah harga aset relatif dan arbitrase agen-agen ekonomi di pasar sekuritas. Untuk penulisan disertasi, ia berusaha menentukan bentuk kurva permintaan dalam perdagangan sekuritas. Karena mengandung sifat risiko dan tingkat keuntungan yang sangat bervariasi, pasar sekuritas cenderung berkembang lebih cepat dan lebih luas dari pasar saham individual. Dengan disertasinya, Scholes ingin memasokkan informasi baru yang bisa mengubah harga sekuritas.

Di samping riset doktoralnya, pada waktu yang hampir bersamaan, ia juga meneliti ukuran-ukuran risiko dan efek risiko differensial terhadap nilai sekuritas. Masalah ini ia garap bersama Merton Miller. Sementara dengan William Beaver dan Paul Kettler, ia mempelajari hubungan antara akunting dan ukuran risiko pasar. Pada musim gugur 1968, Scholes berhasil mempertahankan disertasinya dengan cemerlang dan diwisuda sebagai doktor ekonomi finansial. Ia kemudian meninggalkan Chicago menuju Sekolah Manajemen Sloan di Institut Teknologi Massachussets.

Di tempat barunya ia diangkat sebagai asisten profesor dengan kolega-kolega hebat seperti Paul Cootner, Franco Modigliani dan Stewart Myers. Di tahun pertamanya di Sloan, ia bertemu dengan Fischer Black dan langsung cocok satu sama lain. Keduanya menggulir kerjasama yang erat di banyak proyek riset. Di tahun 1969, Paul Cootner yang pergi digantikan oleh Robert Merton yang masih muda. Scholes, Merton dan kolega mereka yang baru berstatus staf pengajar yunior pada akhirnya mengendalikan dan mengelola pengembangan program ekonomi finansial di Sloan sebab para senior seperti Modigliani lebih banyak menjalankan proyek-proyek riset di luar. Dalam konteks ini, Scholes berbagi minat yang kuat dengan Robert Merton dan Fischer Black dalam permodelan penetapan  harga aset dan penentuan harga derivatif. Melalui banyak interaksi dan diskusi, mereka kemudian memperluas riset ke arah penetapan harga pertanggungan. Itulah hal-hal signifikan yang dilakukan Scholes sewaktu berada di Sloan selama beberapa tahun.

Di tahun akademik 1973-1974, ia menjadi pengajar tamu di Sekolah Bisnis Lanjutan Universitas Chicago berkat undangan Fischer Black yang telah menjadi profesor di tempat itu pada tahun 1972. Kunjungan sebagai tamu ini ternyata membangkitkan kerinduan Scholes dengan suasana ilmiah menarik yang pernah dikenyamnya di Chicago. Muncul pula keinginan kuat untuk berkolaborasi kembali dengan Fischer Black, Gene Pama dan Merton Miller. Akhirnya, Scholes pergi dari Sloan dan menetap di Universitas Chicago. Saat ia masuk, jurusan bisnis lanjutan itu tengah naik daun karena disesaki banyak ekonom kelas satu dan proyek-proyek riset yang sangat menarik. Scholes langsung lebur ke dalam dinamikanya. Ia segera meneliti efek perpajakan terhadap harga aset dan nilai insentif. Salah satu kasus detil yang ia kerjakan adalah studi efek pajak dividen terhadap harga-harga sekuritas. Tiga makalah ia terbitkan dari jalur riset ini: satu ia hasilkan bersama Fischer Black dan dua lainnya ia tulis bersama Merton Miller. Dengan Miller, ia juga melakukan studi interaktif mengenai insentif dan pajak di lingkungan para pengambil keputusan. Sementara bersama Robert Hamda, Scholes memusatkan perhatian pada masalah struktur modal berpajak, dan bersama George Constantinides, ia menyigi efek pajak terhadap likuidasi aset optimal.

Antara tahun 1973 hingga 1980, Scholes terlibat secara intensif dalam kegiatan-kegiatan di Pusat Riset Harga Sekuritas, Universitas Chicago. Lalu-lintas data yang tinggi dan sibuk di lembaga ini mengarahkannya untuk mengembangkan file data riset skala besar mengenai harga-harga sekuritas harian. Seiring dengan perkembangan ini, bersama Joe William, Scholes  menerbitkan makalah mengenai estimasi parameter risiko dari penggunaan data non-sinkron.

Pada tahun 1981, ia bertandang ke Universitas Stanford dan dua tahun kemudian ia menjadi anggota staf pengajar tetap di Jurusan Bisnis dan Hukum Stanford. Periode Stanford merupakan periode belajar yang sangat monumental dalam perjalanan karir Scholes. Kolega dekatnya di sini mencakup antara lain William Sharpe, James van Horne, Ronald Gilson, Kenneth Scott dan  sejumlah profesor muda yang datang dan pergi seperti Jeremy Bulow, Anat Admati, Paul Pfleiderer dan Michael Gibbons.  Banyak kerjasama riset yang ia gulir di tempat ini. Dengan Jeremy Bulow, ia menerbitkan beberapa makalah tentang perencanaan pensiun. Dengan teman terbaiknya, Mark Wolfson, ia mengerjakan riset-risetnya yang paling penting dalam periode ini.

Kolaborasi mereka menghasilkan banyak  artikel mengenai investasi perbankan dan insentif. Mereka mengembangkan teori baru di bidang perencanaan pajak di bawah keadaan tak pasti dan asimetri informasi. Tulisan-tulisan mereka di jalur riset ini memperoleh sambutan yang amat besar dan diterbitkan berkali-kali sebelum akhirnya dirangkum dalam buku berjudul Taxes and Business Strategy: A Planning Approach yang dipublikasikan pada tahun 1992. Mulai tahun 1990, minat Scholes bergeser kembali ke masalah peran derivatif dalam intermediasi finansial. Seirama dengan kecenderungan ini, seraya tetap bertahan di Stanford,  ia menjadi konsultan khusus bagi Salomon Brothers Inc dan berikutnya bagi kelompok perdagangan dan penjualan derivatif.

Pada tahun 1994, Scholes bergabung dengan banyak koleganya, beberapa di antaranya dari Salomon Brothers, untuk mendirikan badan usaha yang bernama Manajemen Modal Jangka Panjang (LTCM). Pengoperasian lembaga ini sangat menuntut penerapan teknologi informasi yang canggih ke dalam praktek-praktek finansial dan dengan lebur ke dalam perkembangan yang sangat nyata ini Scholes berhasil mencapai pemahaman yang lebih baik mengenai evolusi pasar dan evolusi institusi finansial, berikut proses-proses yang bekerja secara global di balik evolusi tersebut. Dalam periode LTCM ini, Scholes menerbitkan banyak makalah yang semuanya terfokus pada masalah interaksi dan evolusi di ranah pasar dan institusi finansial. Atas prestasi ilmiahnya yang sangat penting, Scholes mendapat gelar doktor kehormatan dari tiga perguruan tinggi: Universitas Paris-Dauphine, Universitas McMaster dan Universitas Katolik Louvain.

Istri pertamanya yang kemudian ia cerai tidak mendatangkan banyak kebahagiaan tetapi dua putrinya dari perkawinan ini, Ann dan Sara, memberinya kegembiraan yang luar biasa. Pada tahun 1998, Scholes menikah lagi dengan Jan dan perkembangan ini membuat lengkap keceriaan dalam hidupnya. Dengan Jan, ia tak hanya memperoleh kehangatan seorang istri tetapi juga tukar-pandangan yang hebat antar-sahabat. Di waktu-waktu santai, Scholes dan Jan suka main ski dan golf, dua jenis olah raga yang memungkinkan Scholes berada di tanah terbuka baik di musim dingin maupun di musim panas.

Dari berbagai sumber : Nobel Prizes wikipedia  Foto : http://almaz.com/nobel/economics/1997b.html

Niadesain.com
 
Foto Saya
Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia
Seorang anak desa, tinggal di desa, hidup di desa, dan -InsyaAllah- dikuburkan di desa, lahir bulan Agustus, di Jawa Timur, Indonesia.
hostgator coupons

Back To Top