Kamis, 24 Juli 2014

THR, Waktu, Uang dan Pemimpin Korup


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

PRESIDEN Soeharto dalam suatu kesempatan pernah mengatakan kalau korupsi itu persoalan ekonomi. Artinya tingkat penghasilan seseorang menjadi faktor pemicu apakah dia berpotensi korupsi atau tidak. Semakin rendah penghasilan, semakin tinggi potensi melakukan korupsi. Pernyataan Soeharto bahwa penyebab korupsi itu adalah faktor ekonomi dikemukakan saat mengomentari kasus megakorupsi Pertamina yang menyeret keterlibatan direkturnya, Ibnu Sutowo.

Memang uang bukan segala-galanya kendati banyak orang bilang segala-galanya butuh uang. Segala-galanya butuh uang sampai banyak orang menempuh segala cara untuk mendapat uang. Itulah hukum besi kehidupan bila terlalu keseringan mengikuti musik keroncong yang mengalun dari dalam lambung. Memang kenyataan selalu kejam, tergantung bagaimana kita menyikapi kekejaman itu.

Ngomong-ngomong soal sikap-menyikapi apakah benar apa yang dikatakan oleh Soeharto itu? Apakah benar orang yang tinggi penghasilannya, yang secara ekonomi mapan, mampu mengendalikan diri untuk tidak menempuh segala jalan meraih kekayaan? Tentu saja jawabannya tidak. Karena perkara ngentit duit itu bukan soal kaya atau miskin tapi soal mentalitas. Kurang besar bagaimana gaji Gayus Tambunan, Rp12 juta per bulan, usia masih 30-an tahun, menghidupi keluarga kecil

Belum lagi kasus Nazaruddin tuntas, datang lagi berita pada 25 Agustus 2011 mengenai ditangkapnya tiga pejabat Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang ketahuan menerima fee atas pencairan dana APBN. Istilah fee biasanya digunakan dalam soal-soal yang lebih beradab, misalnya untuk membayar honor penulis, membayar honor desainer atau pekerjaan profesional dan kreatif lainnya, bukan untuk urusan korup-mengkorup apalagi sogok-menyogok.

Padahal bisa jadi uang fee yang baru saja diterima di dalam kardus durian monthong itu untuk dibagi-bagi sekadar THR (Tunjangan Hari Raya) kepada sanak keluarga atau kolega sekerja lainnya. Atau jangan-jangan riwayat munculnya THR, yang juga kontroversial itu, membawa tulah sampai sekarang? Kenapa kontroversial? Kapan istilah THR itu muncul belum bisa diketahui pasti tapi uang tunjangan yang diberikan saben akhir bulan puasa itu dimulai kali pertama pada era kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari partai Masyumi.

Kabinet tersebut dilantik oleh Presiden Sukarno pada April 1951. Salah satu program kerja kabinet Soekiman adalah meningkatkan kesejahteraan pamong pradja (kini, Pegawai Negeri Sipil). Menurut Saiful Hakam, peneliti muda LIPI, kabinet Soekiman membayarkan tunjangan kepada pegawai di akhir bulan Ramadhan itu sebesar Rp125 (waktu itu setara dengan US$11, sekarang setara Rp1.100.000) hingga Rp200 (US$17,5, sekarang setara Rp1.750.000). “Bukan hanya itu, mula-mula kabinet ini juga memberikan tunjangan beras setiap bulannya,” kata Hakam.

Tak pelak lagi soal tunjangan itu mendapat respons negatif dari kaum buruh. Kaum buruh merasa dikentutin. Mereka yang bejibaku kerja keras memeras keringat bakal hidup anak-bini di rumah tak dapat perhatian apa pun dari pemerintah. Itu sebabnya pada 13 Februari 1952, buruh mogok, menuntut minta tunjangan dari pemerintah. Tapi bukan pemerintah Republik Indonesia namanya kalau mengikuti keinginan buruh. Tentara pun turun tangan supaya buruh tutup mulut. Bungkam.

Terus, kenapa bisa THR menjadi kebijakan kabinet Soekiman dari Masyumi itu. Bukan rahasia lagi kalau sebagian besar pamong pradja bin pegawai negeri itu terdiri dari para priayi, menak, kaum ningrat turunan raden-raden zaman kumpeni yang kebanyakan berafiliasi ke Partai Nasional Indonesia (PNI). Dus, ceritanya Soekiman mau ambil hati pegawai dengan memberikan mereka tunjangan di akhir bulan puasa dengan harapan mereka mendukung kabinet yang dipimpinnya. Masuk di akal juga kalau para pegawai itu, yang katanya gajinya kecil itu, dapat sedikit dana tambahan buat menghadapi lebaran. Nah, sejak itulah THR jadi anggaran rutin di pemerintahan bahkan sekarang kalau ada perusahaan yang mangkir tak bayar THR karyawannya bisa kena tegur pemerintah, bahkan kena pinalti.

Kalau mau dibilang wajar, ya wajar juga pegawai yang bergaji kecil itu dapat tunjangan hari raya. Apalagi kalau kaum buruh juga kecipratan tunjangan. Yang tidak wajar itu adalah memasukan uang ke dalam kardus duren. Seperti kata orangtua kita, meletakan sesuatu itu harus pada tempatnya. Uang di kardus duren, sudah jelas salah tempat. Sama salahnya memakai kolor pergi ke mesjid atau bawa raket tenis buat berenang di kolam.

Memang perkara uang selalu bikin runyam. Tak dulu tidak sekarang. Bedanya kalau pemimpin zaman dulu masih agak tebal imannya. Haji Agus Salim cuek saja memakai kemeja tambalan padahal dia Menteri Muda Luar Negeri. Dr Leimena cuma punya dua potong kemeja sementara Bung Hatta tak pernah mampu beli sepatu merk Bally sampai akhir hayatnya. Malah bisa jadi mereka tak pernah dapat jatah THR, seperti zaman sekarang. Tapi dalam catatan sejarah, sebelangsak apa pun hidup mereka, tak pernah ditemukan fakta melakukan korupsi. Ini sekaligus mematahkan tesis Soeharto bahwa orang korup karena hidup susah. Padahal hidup mesu budi alias asketik itu soal pilihan. Apalagi jadi pemimpin. Menderita itu keniscayaan, seperti kata Mr. Kasman Singodimedjo, "Een leidersweg is een lijdensweg, leiden is lijden" : Jalan seorang pemimpin adalah jalan penderitaan, memimpin adalah menderita.

Tapi sekarang siapa yang sanggup hidup menderita? Apalagi dalam waktu yang lama. Soal waktu memang soal relatif. Bisa lama bisa sebentar. Itulah sebabnya kenapa yang penting dalam hidup ini bukanlah soal uang tapi semata soal waktu. Seperti pribahasa Inggris Time is Money, waktu adalah uang. Masalahnya: ada waktunya kita punya uang, ada waktunya kita bokek. Tapi persoalannya, kita sering bokek dalam waktu yang berkepanjangan. Tak mengapa, yang penting kita sambut lebaran, waktunya bermaaf-maafan. Asal jangan buat memaafkan koruptor.
(Historia - Bonnie Triyana)

جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا
  وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




Selasa, 22 Juli 2014

Info Seleksi CPNS 2014 di Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Pemerintah Kota Blitar dan Kabupaten Trenggalek mendapat kesempatan melakukan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) pada tahun 2014 ini. Sesuai dengan kebutuhan, Kota Blitar mendapat jatah kuota sebesar 67 kursi CPNS.

"Saat ini kita tengah merumuskan masing masing kebutuhanya," ujar Kepala Badan Kepegawaian Pemkot Blitar Trinanda Rohma Buana kepada wartawan, Senin (21/7/2014).

Sesuai informasi yang disampaikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), tenggat waktu rincian formasi hingga 24 Juli 2014. Setiap daerah yang berkesempatan rekrutmen diwajibkan menyetorkan syarat pengadaan CPNSD termasuk di dalamnya rincian formasi yang dibutuhkan. "Karenanya, hal ini yang menjadi prioritas kami saat ini," terang Trinanda.

Sebagai tindak lanjut, pemkot akan melakukan pengecekan kebutuhan tenaga teknis. Sebab, sesuai data yang ada, kebutuhan tenaga teknis di lingkungan Pemkot Blitar mencapai ratusan. Hal itu disebabkan tidak sedikit pegawai yang memasuki masa purna (pensiun) pada tahun 2014 ini. "Karenanya kami akan membuat rumusan sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi," pungkasnya.

Sementara di Kabupaten Trenggalek, jatah kuota yang diberikan mencapai 48 kursi. Lampu hijau tersebut telah disampaikan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). "Kita sebelumnya telah mengajukan 662 CPNS. Namun jatah kuota yang diberikan sebanyak 48," ujar Kepala BKD Kabupaten Trenggalek Pariyo.

Informasi yang disampaikan Pariyo, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Ponorogo hanya mendapat jatah kuota 31 kursi. Sementara daerah lain tidak memperoleh kuota karena faktor beban APBD. "Dari 48 kursi, rinciannya 20 kursi untuk formasi pendidikan, 10 kursi untuk formasi tenaga kesehatan, dan sisanya 18 kursi untuk bidang teknis serta administrasi perkantoran," jelasnya.

Pengumuman pendaftaran CPNS di Trenggalek secara resmi akan dipublikasikan BKD pada akhir Juli 2014 atau pasca Lebaran. Pemkab tidak menjelaskan jadwal ujian CPNS yang rencananya digelar online dengan sistem computer assisted test (CAT). "Yang pasti, dalam seleksi kali ini peserta tidak bisa mendaftar di dua daerah sekaligus," pungkas Pariyo. (Sindo)


جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا
 
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Korupsi Terselubung dan Pembunuhan Terencana


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Beberapa bulan yang lalu, komunitas “aktor” ULP (Unit Lelang Proyek) di Kabupaten Trenggalek secara massif namun diam-diam, melakukan protes, dan beberapa di antara mereka menyatakan siap untuk dipindah-tugaskan dari posisi mereka sebagai petugas ULP. Protes mereka dilandasi oleh beredarnya rumor bahwa mereka melakukan “kongkalingkong” dalam penetapan pemenang tender proyek-proyek di daerah ini.

Rumor ini sudah lama menyergap dan menghantui proses lelang proyek APBD maupun APBN di daerah Trenggalek. Para rekanan di daerah ini dan di Jawa Timur umumnya yang beroperasi di daerah Trenggalek, tidak hanya menengarai namun mereka sangat yakin bahwa penetapan pemenang lelang proyek tidak lagi sesuai dengan prosedur yang diinstruksikan oleh peraturan  perundangan. Sebab, seringkali terjadi pemenang tender justru mengajukan penawaran yang lebuh tinggi daripada rekanan yang dikalahkan. Bahkan spesifikasi dan integritas rekanan yang menang justru memiliki banyak cacat administrasi dan faktual.

Menanggapi keinginan dari “aktor” ULP yang protes tersebut, Bupati Mulyadi dengan sigap langsung mengantisipasinya dengan menggantikan posisi mereka dan menempatkan PNS yang kredible serta dianggap lebih jujur  dan lebih bertanggungjawab. Akan tetapi, ternyata tidak semua posisi yang diganti dengan petugas baru, namun masih ada posisi-posisi kunci yang tetap dipegang oleh personil yang selama ini memiliki track record kurang baik.

Mereka yang kini duduk sebagai pejabat tersebut sebenarnya sudah pernah “bermasalah” saat menduduki jabatan di beberapa dinas di lingkungan Pemkab Trenggalek. Terlebih lagi, ternyata mereka pun memiliki andil terbesar dalam beberapa perseroan/perusahaan rekanan yang selama ini sering memenangkan tender proyek-proyek. 

Dengan jabatan mereka di lingkungan inspektorat maupun di bagian pembangunan dan atau perekonomian serta pejabat dalam SKPD tertentu, mereka secara sembunyi-sembunyi melakukan deal-deal kerjasama untuk mencapai mufakat dan kesepakatan. Sudah tentu, kesepakatan yang diwujudkan dalam bentuk keputusan pemenang tender tersebut akan menguntungkan bagi rekanan di mana mereka merupakan aktor penentu roda perusahaan. Dan ini termasuk dalam kategori kejahatan yang terselubung dalam arti bahwa orang-orang yang melakukan kejahatan ini bukanlah hanya dari satu instansi saja, akan tetapi mencakup beberapa instansi dan bergerak secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Dapat diibaratkan jika seorang yang melakukan korupsi dan akan tertangkap, maka orang yang akan dia jadikan teman adalah kepolisian/KPK dan apabila itu berhasil, maka selanjutnya dia akan merangkul Jaksa/Hakim dan seterusnya sehingga kejahatan ini tidak akan pernah berhenti.

Contoh yang begini tentu akan menjadi bencana di kemudian hari, sebab, korupsi tersebut bisa dikatakan pembunuhan berencana terhadap kepentingan publik,  pada proyek pembangunan jalan atau jembatan - misalnya. Para koruptor bersekongkol mulai dari perencanaan, pengajuan anggaran, pengaturan pemenang tender sampai dengan manipulasi kualitas bahan. Alhasil, jembatan atau jalan rusak sebelum usia penggunaannya habis. Alhasil, apabila terjadi bencana, jalan rusak dan jatuh korban “kecelakaan lalu lintas” atau orang mati karena jembatan roboh. Sebenarnya lebih setuju bukan kecelakaan, tapi pembunuhan terencana. Kenapa? Karena pelaku korupsi dalam hal ini tidak ambil peduli akibat dari perbuatannya yang berakibat kematian orang,. Sebagai manusia, para koruptor telah membunuh rasa kemanusiaannya sendiri, tanpa disadarinya bahwa “nafsu binatangnya” meningkat drastis, yakni memperkaya diri sendiri (dan atau kelompoknya) tanpa mempedulikan rakyat pengguna layanan publik.

Kapankah lingkaran korupsi terselubung ini bisa terkikis dari bumi Menaksopal?!

Wallahu’alam bisshawab.

جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا 
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 

Minggu, 18 Mei 2014

Emil, Jokowi, Risma, dan Arief, Masuk Nominasi World Mayor Prize 2014


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Walikota Bandung Ridwan Kamil terkejut, bingung, dan bahagia, masuk dalam daftar nominasi peraih penghargaan walikota terbaik dunia, World Mayor Prize 2014.

"Saya bingung karena baru delapan bulan bekerja sudah masuk nominasi disejajarkan dengan walikota sedunia," ujar Emil, panggilan Ridwan Kamil, di GOR KONI Bandung, Sabtu (17/5).

Emil masuk nominasi bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), WaliKota Surabaya Tri Rismaharini, dan mantan walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Pada 2012, Jokowi pernah meraih peringkat ketiga walikota terbaik saat menjabat di Solo.

Ia pun sangat berterima kasih kepada warga Kota Bandung yang telah membantu dan berkolaborasi menangani masalah di Kota Bandung. "Peran serta masyarakat Kota Bandung membantu pemerintah luar biasa sehingga walikota yang baru delapan bulan menjabat masuk walikota terbaik tingkat dunia," ujar Emil.

Emil beserta Jokowi, Risma, dan Ilham bergabung bersama dua puluh walikota lainnya asal Asia. Hanya Jokowi satu-satunya yang menjabat sebagai gubernur.

Mereka bersaing antara lain dengan walikota Ghuang Zhou, Chen Jianhua; walikota Nagpur India, Anil Sole; walikota Fukuoka Jepang, Soichiro Takashima; walikota Petaling Jaya, Malaysia, Alinah Binti Ahmad; dan walikota Seoul Korsel, Park Won-soon.

Secara keseluruhan, dari seluruh dunia ada 118 walikota yang masuk nominasi. Seperti dilansir di situs worldmayor.com, tercatat 19 walikota Amerika Utara, 16 dari Amerika Latin, 43 dari Eropa, 24 dari Asia, 7 dari Australia, dan 9 dari Afrika.

Penilaian dan voting dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung sejak 7 Januari hingga 21 Mei 2014. Kemudian pada tahap kedua, daftar nama-nama nominator akan diciutkan menjadi 25 orang dan akan diumumkan awal Juni. Pemungutan suara putaran kedua akan berlangsung antara Juni dan Oktober. Pemenang World Mayor Prize 2014 akan diumumkan pada Januari 2015.

Pemilihan walikota terbaik dunia ini digelar oleh The City Mayors Foundation, sebuah yayasan internasional yang mendedikasikan diri untuk urusan perkotaan. Terdiri atas para profesional yang bekerja sama di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Asia, serta Afrika, untuk mempromosikan kota-kota yang kuat dan makmur dengan dukungan pemerintahan kota yang baik.

Didirikan pada 2003, City Mayor mendorong para pemimpin kota dari seluruh dunia untuk mengembangkan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk menata pemerintahan, masyarakat, perumahan, transportasi, pendidikan, dan lapangan kerja. City Mayors juga berupaya untuk menemukan tantangan terbaru lingkungan, teknologi, sosial, dan keamanan, yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat.

Kriteria pemimpin kota yang dicari City Mayors adalah pemimpin yang unggul dalam kualitas, seperti kepemimpinan dan visi, kemampuan manajemen dan integritas, kesadaran sosial dan ekonomi, kemampuan untuk memberikan keamanan, melindungi lingkungan serta kemauan dan kemampuan untuk mendorong hubungan baik antara masyarakat dari latar belakang budaya, ras dan sosial yang berbeda.

جَزَكُمُ الله خَيْرًا كَثِيْرًا وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Please Read This For Peace
(Mohon Baca Ini, Demi Persahabatan)




Disclaimer

I don't and never claim ownership or rights over images published on my blog unless specified.
All images are copyright of their respected creators. If any images that appear on my blog are in violation of copyright law, please contact me on my Chat Box/Guest Book or via my e-mail (maksumhamid [at] trenggalekjelita [dot] web [dot] id) and I will remove the offending pics as soon as possible.

Thank You So Much All Guests and Blogger Friends

I greatly appreciate your kindness to visit my blog and,
in return, I promise I will pay my own visit to your blogs or your sites as soon as possible.; Insyaallah, through this sort of social amiability and solidarity, we could find out a great
deal of thing which will be useful for advancing our human values.
For the sake of friendship and togetherness, please leave a sign of your presence on myChat Box/Guest Book or on comment, so that I can know it precisely and instantly.


Yours sincerely and best regard.
[Lina CahNdeso]

Categories

Senandung Kawula Alit (280) PNS dan Birokrasi (256) Artikel (222) Info (213) Pendidikan (163) Lowongan Kerja (161) Sains-Teknologi Informasi (151) Sejarah Trenggalek (145) Pembangunan (90) Politik (85) Bagi Pahlawan Kemerdekaan (82) Islam (70) Pra-Anggapan (70) Agamaku (69) Kriminal (69) UU-Peraturan (62) Anti Korupsi (60) Catatan Budaya (58) Antik dan Klasik (57) Olahraga (56) Numpang Niwul (54) Cinta dan Kasih Sayang (42) BisnisOnline (37) Tanggung Jawab dan Profesionalisme (37) Software (36) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (35) Sains-Teknologi (32) Biografi Tokoh Peraih Nobel (31) PTC (31) Legeslatif (30) Mesum (27) Palestina (27) Kesehatan (25) Info Beasiswa (24) Thiwul-Manco-Rengginang (22) Zionist (22) Flora/Fauna (21) Trik dan Tips Blogging (21) Bencana Alam (20) Langka (20) Artikel-Copas (19) Selebritis/Tokoh (19) Pariwisata (18) Piala Dunia 2010 (18) Kasus Korupsi (16) Sejarah Dunia (16) English Version (13) Antik dan Klasik. Dongeng (11) Fakta Unik (11) Berita CPNS (8) Fauna (8) Idul Fitri (8) Bencana (6) Bonsai (6) Film (6) Office (6) Poetry (6) Eksekutif (5) My Award (5) Antivirus (4) Biografi Tokoh Lokal (4) Kabinet (4) Puisiku (4) Guest Book (3) Lomba (3) Musibah (3) Polisi (3) Affiliasi Bisnis (2) Bank (2) Biografi Tokoh Seni/Sastra Indonesia (English) (2) Ekonomi/Keuangan (2) Iklan/Pariwara (2) KIB Jilid 2 (2) Mbah Surip (2) Merapi (2) Musik (2) Pelantikan Presiden (2) Taxi (2) lebaran (2) Adipura (1) Alexa (1) Banner Sahabat (1) Biografi Tokoh Seni/Sastra Lokal (1) Catur (1) Cerpen (1) Daftar Posts (1) Dewa Ruci (1) Forex-JSS-JBP (1) GTT (1) Game (1) Google Sandbox (1) Hari Jadi (1) Irshad Manji (1) Jamu Tradisional (1) Jelajah Sepeda-Kompas (1) Jimat Trenggalek (1) Judi/Togel (1) Kuliner (1) Malaysia (1) Maria Verchenova: Russian golferMaria Verchenova: Russian golfer (1) Moammar Khadafi (1) Parcel (1) Perempuan (1) Pers (1) Pramuka (1) Psikologi (1) Resensi Buku (1) Sepak Bola (1) Sumpah Pemuda (1) TNI (1) Tradisional (1)
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes

Back To Top